
Rolan mendengarkan cerita Anneke dengan serius. Dulu setiap kali Anneke mengejar Noah keluar negeri, Rolan merasa kasihan padanya. Apalagi dia pernah melihat Anneke yang diperlakukan kasar oleh anak buah Noah. Saat itu dia sedang ada kerjasama dengan perusahaan Noah dan berada disana saat semuanya terjadi.
Tidak bisa dipungkiri, Rolan sangat tertarik….teramat tertarik pada Anneke gadis cantik yang selama ini dia kenal. Selain itu dia merasa kasihan pada nasib Anneke, berulang kali dia meminta Anneke untuk berpisah dengan Noah karena dia tidak tahan melihat perlakuan Noah pada Anneke. Tapi gadis itu sangat mencintai Noah.
Anneke bagaikan seorang anak SMP yang sedang jatuh cinta! Ya, jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang Noah Killian Arsenio. Dan cintanya yang begitu besar itu membuatnya jadi wanita bodoh dan naif. Rola ingin membantunya tapi Anneke selalu menolak, akhirnya dia hanya bisa menjadi pendengar yang baik setiap kali Anneke menangis.
Yang Rolan tidak mengerti adalah kenapa Anneke selalu merias wajahnya begitu jelek? Dia pernah ingin menanyakan hal itu pada Anneke tapi dia urungkan karena dia tak mau terlibat urusan pribadi Anneke. Mungkin ada alasan kenapa Anneke melakukan itu. Sejak itu Rolan pun tak pernah mempertanyakan lagi apapun.
Rolan masih ingat bagaimana Noah menatap Anneke saat itu. Dia ingat dari cerita Anneke, saking jijiknya Noah melihat wanita itu, Noah langsung meninggalkannya setelah pernikahan dan pergi ke luar negeri selama dua tahun! Ya, dua tahun! Dan selama itu pula, Noah tidak pernah meneleponnya apalagi bertemu dengannya.
Sementara itu ditempat lain. “Shit!” Noah mengumpat lirih karena dia merasa tertekan! Membayangkan berjalan berdampingan dengan wanita itu saja sudah membuatnya mau muntah. Mengapa tiba-tiba wanita itu mau menceraikannya? Rencana apa yang dimiliki oleh Anneke? Apakah Anneke berpura-pura jelek supaya diceraikan?
Apakah aku harus mencari tahu identitas aslinya? Apa sebenarnya dia menyukai pria lain? Beribu pertanyaan mulai menghinggapi kepala Noah yang terasa sedikit pusing itu. Terlalu banyak hal tidak terduga yang dialaminya dalam waktu beberapa hari ini. Tapi satu hal yang pasti, Noah tidak akan melepaskan Anneke begitu saja!
Tidak akan pernah! Dia harus mulai menyelidiki wanita itu! Pasti wanita itu memiliki motif sendiri, tidak mungkin seseorang bisa berubah sedraktis itu! Mengingat bagaimana Anneke selama ini mengejar-ngejarnya kemanapun dengan tidak tahu malu. Dan tiba-tiba berubah seperti itu sudah pasti memunculkan kecurigaan.
Apalagi setelah wanita itu berhasil membuat harga dirinya terinjak-injak. ‘Apa aku harus membatalkan perceraian itu? Tapi aku tidak menyukai wanita itu sejak awal! Ah biarkan saja, aku akan tetap bercerai tapi aku mau melihat wajah aslinya.’ Dia bertekad ingin melihat wujud asli Anneke yang sebenarnya. Dia akan memikirkan caranya.
__ADS_1
Noah menatap keluar jendela ruang kerjanya sambil menghembuskan asap rokok. Tak biasanya dia merokok seperti itu tapi pikirannya sedang kacau. Suara notifikasi ponselnya membuyarkan lamunannya dan dia kembali ke kursi kerjanya. Meraih ponsel dan melihat email yang dikirimkan oleh rekan bisnisnya di luar negeri.
Sontak ekspresi wajahnya berubah setelah membaca email itu. Proyek besar yang sudah ditangani oleh perusahannya selama ini akhirnya berhasil. Dan klien merasa puas dengan hasil kerja mereka, kliennya baru saja mengirimkan email untuk proyek selanjutnya yang nilainya jauh lebih besar lagi. Noah membuat puntung rokoknya lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
Sementara itu, dikediaman keluarga Arsenio. Anneke langsung membuka pintu penumpang disampingnya dan bergegas keluar, “Rolan, terima kasih sudah mentraktirku dan mengantarku kesini. Hati-hati dijalan.” ucap Anneke.
“Tidak masalah Keke! Kapanpun kamu membutuhkan bantuanku, kamu boleh meneleponku kapan saja. Jaga dirimu baik-baik ya.”
Dengan langkah lebar, Anneke berjalan hingga sampai di gerbang utama. Saat penjaga melihat Anneke, dia langsung membukakan gerbang. Anneke melangkah melewati gerbang hingga tiba didepan pintu utama rumah mewah itu. Dia pun terus melewati pintu utama yang terbuat dari kayu Agarwood, sebuah kayu termahal di dunia!
Yang dipahat khusus dari poon Aguilaria yang terkenal dengan aromanya yang harum dan menenangkan siapapun yang melewatinya. Anneke berhenti sejenak dipintu itu untuk menghirup aroma wangi itu dalam-dalam. Dia selalu menyukai aroma kayu itu, setiap kali dia datang kesini Anneke selalu berhenti hanya untuk menghirup aroma wangi kayu.
Seorang pelayan menyambut Anneke. Diruang tamu kediaman keluarga Arsenio terlihat Anneke yang merasa cemas. Saat ini dia sama sekali tidak ingin berurusan lagi dengan Noah! Semua perasaannya sudah berakhir! Meskipun masih ada sedikit sisa cinta dihatinya, tetapi saat ini Anneke tidak membutuhkan lagi perasaan itu.
Kakek dan ayahnya sudah tahu mengenai perceraiannya tapi nenek mertuanya belum. Anneke hanya ingin menjauh dari Noah bahkan ia sudah bersedia bercerai tanpa kompensasi apapun.
Dia sudah tidak mau tahu lagi tentang pria itu. Kini dia ingin fokus pada dirinya sendiri. Dia harus secepatnya mengatakan semuanya pada Mariam Arsenio, dia tidak ingin mengecewakan wanita itu. Selama ini Mariam sangat menyayanginya.
__ADS_1
Kemudian Anneke melanjutkan melangkah masuk kedalam rumah mewah itu. Sedangkan didalam rumah yang di dominasi warna putih, tampak seorang wanita tua yang sedang duduk diatas sofa besar.
Dia sedang memegang peralatan merajut ditangannya. Anneke menyunggingkan senyum menatap wanita tua yang tampak sedang serius itu.
Kedua mata tuanya tampak begitu serius seakan mencoba memasukkan benang rajut kedalam sebuah jarum yang sepertinya sudah berkali-kali mengalami kegagalan. Saking seriusnya, wanita tua itu bahkan tidak menyadari kehadiran seseorang yang dinantinya. Ya, Nyonya Besar telah menunggu kedatangan cucu dan cucu menantunya itu terlalu lama!
Saking lamanya, ia bahkan telah menyelesaikan satu buah tas tangan kecil berwarna biru tua yang terletak diatas meja didepannya. Saat ia mendengar langkah kaki seseorang melewati pintu utama, Nyonya Besar segera mengangkat kepalanya dan menatap kearah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Seketika itu juga, wajahnya yang keriput langsung terlihat segar, memancarkan rona kebahagiaan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.
“Keke-ku…...” Nyonya Besar itu seketika melepas benang rajut ditangannya dan bergegas memeluk cucu menantu yang sangat dirindukannya itu. Dia hampir tertawa melihat penampakan cucu menantunya yang mengerikan.
“Nenek….” balas Anneke sembari memeluk erat tubuh keriput wanita tua itu. “Apa kabar nenek?”
“Aku baik-baik saja Keke. Sudah satu bulan kita tidak bertemu. Kamu tidak berubah selalu terlihat cantik….Aihhhh nenek sangat rindu. Sangat….sangat rindu….” jawab nenek. Dia selalu merindukan Anneke tapi cucu menantunya itu jarang datang kerumahnya.
Nyonya besar itu memeluk gadis kecilnya seakan ia tidak mau melepaskannya. “Aku sangat senang kamu datang hari ini. Ayo duduklah Keke…..” ujar Mariam Arsenio melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Anneke menuju ke sofa.
__ADS_1
“Apa nenek menyelesaikan ini?” tanya Anneke melihat sebuah tas rajut diatas meja.