MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 81. BALAS DENDAM


__ADS_3

Namun tiba-tiba Noah menghentikan langkahnya dan berkata, “Segera hubungi kucingku itu. Minta dia pulang dalam waktu lima menit. Kau mengerti?” ucap Noah yang langsung membuat Levi kebingungan tak paham maksud bosnya itu.


‘Kucing? Kucing siapa yang harus kuhubungi? Memangnya kucing bisa menjawab telepon ya? Atau aku saja yang salah mendengar barusan ya?’ tanyanya dalam hati.


Levi tidak memahami perintah bosnya yang satu ini. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, entah sudah beberapa hari ini sikap bosnya itu agak aneh. Karena tidak mengerti dia pun akan menanyakan kembali untuk memastikan.


“Tunggu Tuan! Maaf sebelum anda menutup teleponnya. Kucing siapa yang harus saya hubungi?” Levi memberanikan diri untuk bertanya.


Supaya dia tidak salah menelepon kucing tetangga sebelah. Mendengar pertanyaan bodoh dari asistennya, Noah terlihat memegang dahinya sejenak dan berkata, “Siapa lagi kalau bukan wanita itu? Memangnya ada orang lain yang harus kuhubungi?”


“Oh, Nyonya Muda ternyata! Baik Tuan Noah! Segera saya hubungi Nyonya.” jawab Levi terkikik.


Dia pun merasa lega dan ternyata dia hanya salah mendengar.


‘Fuuuhhh ternyata bukan kucing…..bukan kucing….tapi nyonya muda yang harus kuhubungi! Baiklah kalau begitu aku akan segera menghubunginya.’ gumamnya. Namun saat dia hendak menekan nomor telepon itu, dia berpikir,


“Kenapa tiba-tiba Tuan menyuruhku menghubungi Nyonya? Sejak kapan dia jadi posesif begitu pada nyonya? Rasanya seminggu ini Tuan Noah selalu menyuruhku menelepon Nyonya hampir tiap jam? Bukankah itu aneh?’ pikirnya.


“Aduh….ada apa sih dengan Tuan Noah? Kenapa dia tidak menghubungi istrinya sendiri? Oh Tuhan! Sebenarnya pasangan suami istri macam apa ini?” gumamnya lagi.


Lalu dia pun menghubungi Anneke meskipun ada sedikit rasa takut didalam hatinya. Nyonya-nya itu sangat menakutkan, bahkan lebih menakutkan daripada bos-nya itu.


Hari sudah menjadi gelap karena langit mendung dan sepertinya akan segera turun hujan. Meskipun telah selesai makan siap bersama Nesha tetapi wanita itu sengaja berlama-lama disana karena tidak ingin memenuhi keinginan Noah melalui asistennya itu.


Dia merasa geram setelah mengingat asisten Noah sudah meneleponnya sebanyak dua puluh kali atas perintah suami busuknya.


Menurutnya itu sangat berlebihan. Sangat konyol tapi sayangnya Levi menuruti perintah bosnya itu. Sebelum Anneke menyalakan mobilnya, ponselnya kembali berdering menampilkan nomor yang sudah dikenalnya.

__ADS_1


“Pulang! Atau kau tidak akan bisa memakai piyamamu malam ini.”


Itulah deretan kata-kata yang membuat Anneke mengangakan mulutnya.


‘Tidak bisa memakai piyama? Apa maksudnya bilang begitu?’ pikir Anneke. Setelah memikirkannya sejenak, dia menutup mulutnya dengan tangan dan menelan salivanya karena rasa takut menyergapnya. Pasti Noah berencana menyentuhnya lagi kalau sampai dia tidak segera pulang.


“Brengsek! Lihat saja Noah! Aku pasti akan membalasmu!” Anneke mengepalkan tangannya.


Dia kemudian membuka ponselnya dan mengetik beberapa kata, “Cara melepaskan diri dari suami brengsek!” tetapi setelah menunggu beberapa saat, hasilnya adalah…..No Result!


Didalam hatinya dia ingin menjerit karena tidak ada orang yang menulis artikel tentang itu. Lalu dia mencoba mencari artikel lainnya namun semua hasilnya sama. Sialan! Mengapa tidak ada yang menulis artikel semacam itu?


Jika dia ingin lepas dari hukuman Noah maka ia harus menghukum Noah terlebih dahulu. Anneke menyunggingkan senyum dan menyalakan mobilnya dan bergegas pulang ke apartemen mereka. Dia tidak sabar lagi untuk menghukum Noah dan membuatnya lari terbirit-birit darinya.


‘Hahahaha….lihat saja nanti Noah! Kali ini aku akan melawanmu sampai tetes darah terakhir.’ gumamnya.


Didepan layar laptopnya dia serius mendengarkan laporan Manajer Jesica yang telah berlangsung selama empat puluh lima menit. Dari laporan itu Noah sudah memberikan arahan-arahan yang terkait dengan lomba desain.


“Manajer Jesica, apakah laporan anda sudah selesai? Saya masih punya pekerjaan lain.” Noah terlihat melirik jam tangannya beberapa kali.


Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi untuk menyudahi perbincangan mereka. Perutnya sudah lapar dan istrinya sampai sekarang tidak kunjung pulang juga. Bahkan ketika dia sudah mengancamnya.


”Sudah CEO….” ucap Jessica. Entah mengapa meskipun dia sudah menyelesaikan urusannya yang perlu di diskusikan dengan Noah, tetapi hatinya enggan menyudahi percakapan mereka.


Malam ini Noah terlihat sangat menawan! Meskipun manajer Jessica hanya bisa melihat dari layar laptopnya namun itu sudah membuatnya bahagia.


Dia menggigit bibir bawahnya mencoba memikirkan bahan pembicaran lain yang mungkin bisa memperpanjang percakapan diantara mereka. Dia tidak ingin video conference ini berakhir begitu saja.

__ADS_1


Bukankah dia agak sulit sekarang untuk mendapatkan kesempatan seperti ini? Sambil tersenyum Jessica memberanian dia untuk bertanya tentang hal pribadi.


Lagipula menurutnya wajar jika dia menanyakan apakah CEO-nya itu sudah makan atau belum. “Sebentar CEO…..maaf apakah anda sudah ma---” belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya layar laptopnya sudah gelap.


Dan wajah tampan menawan Noah hilang begitu saja. Dia tidak tahu apa yang terjadi diseberang sana, Jessica pun menjadi sedih.


Sementara itu di apartemen Noah, begitu Annake masuk ke apartemen itu dia langsung menuju keruang kerja Noah. BRAK!!!


Noah kaget melihat sosok didepannya tiba-tiba menerobos masuk keruang kerjanya dan langsung menutup laptopnya dengan begitu keras. Noah yang terkejut merasa kebingungan dan terpaku dengan apa yang baru saja terjadi.


Namun sebelum dia bisa bereaksi, tiba-tiba tangannya telah ditarik dengan keras dan dipaksa menuju kedalam kamar utama dirumah itu.


‘Tunggu! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kucing kecilku ini tiba-tiba membawaku secara paksa ke kamar? Apakah dia memikirkan isi pesan yang tadi kukirim?’ pikir Noah. Setelah memikirkannya sejenak dia pun tersenyum.


Dengan tarikan keras dari lengan kecil yang menghimpitnya, Noah mengikuti langkah kaki kecil didepannya yang tiba-tiba saja mendorongnya keatas ranjang.


‘Ada apa lagi ini?’ batin Noah. Dia semakin tidak mengerti dengan kegilaan yang dilakukan Anneke. Saat ini Anneke pulang dan mendadak menyeretnya ke kamar utama.


Tidak sampai disitu saja, Anneke pun langsung melepaskan tali dres dipinggangnya dan mengikat kedua tangan Noah dengan sangat kuat. Dalam kebingungannya Noah tidak bisa untuk tidak bertanya apa maksud dari semua ini.


‘Kenapa dia tiba-tiba melakukan ini? Apa dia sedang mabuk? Tapi aku tidak mencium bau alkohol dari mulutnya?’ pikirnya lagi.


“Hei, Anneke! Apa yang akan kau lak----emmmm…..” sebelum Noah sempat bertanya, tiba-tiba konsentrasinya karena mulutnya sudah dibungkam oleh bibir mungil didepannya.


Rasanya benar-benar manis dengan rasa strawberry yang menyegarkan. Perlakuan Anneke ini sungguh tak diduga Noah sehingga membuat dunianya berhenti sejenak.


Dia tidak ingin mengakhirinya, sebagai seorang pria tubuhnya seketika bereaksi dengan rangsangan itu. Tidak ingin bibir mereka menempel saja tetapi dia ingin ******* dan menggigit bibir mungil itu dalam-dalam untuk mengobati rasa laparnya.

__ADS_1


Namun sebelum Noah sempat membalas ciuman ringan itu, Anneke menarik bibirnya kembali dan duduk diatas tubuh Noah.


__ADS_2