MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 51. MENUNGGU


__ADS_3

Setelah hari yang melelahkan dengan peresmian galery dan perusahaan barunya. Sore hari Anneke pergi ke apartemennya. Dia memanjakan dirinya dengan berendam air hangat yang dipenuhi busa sabun beraroma mawar kesukaannya. Ya, dia sangat menyukai aroma mawar! Saat ini tubuhnya terasa sangat ringan dan nyaman. Seakan-akan tidak ada beban dibenaknya.


Sambil tersenyum dia keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke meja riasnya yang berada di kamar berukuran luas itu. Kemudian dia mengambil kotak berwarna keemasan dari dalam lacinya yang berisikan krim perawatan kulit yang terbuat dari serbuk berlian yang baru saja dibelinya. Produk kecantikan ini adalah produk yang selalu ia gunakan pada malam hari.


Dulu sebelum dia merubah penampilannya menjadi jelek, dia selalu merawat kulitnya agar tetap kenyal dan fresh. Namun selama dua tahun terakhir dia melupakan semua itu karena sibuk mengejar Noah. Dan sekarang Anneke menggunakannya lagi hanya sekedar untuk memanjakan dirinya dan menjadi bahagia. Satu persatu dia mengaplikasikan rangkaian krim itu diwajahnya.


Dia memijat lembut sampai dia merasakan nutrisi dari krim wajahnya meresap kebawah kulit, kini dia mulai merasakan pori-porinya terasa segar. Rasanya sudah lama sekali sejak dia tidak menikmati waktu yang indah seperti ini. Sambil mendengarkan musik klasik, Anneke tenggelam dalam kesibukan perawatan kulitnya sehingga dia melupakan semua yang terjadi hari ini.


Termasuk melupakan Noah yang seharian ini berusaha membujuknya. Untuk pertama kalinya pria itu menurunkan egonya dan mengalah pada Anneke. Sementara itu di apartemen mewah milik Noah nampak dia terlihat tidak senang. Hatinya sangat gusar karena Anneke menolaknya keras! Ia terlalu khawatir jika Anneke benar-benar tidak akan pernah kembali padanya.


Noah tidak percaya jika Anneke sudah tidak mencintainya lagi namun dia tidak ingin membuat wanita itu marah sehingga dia mengalah dan tidak memaksanya pulang ke apartemennya. Ini adalah pengalaman pertama Noah membujuk wanita dan ia malah merasa kebingungan seperti ini. Apa yang harus dilakukannya untuk memenangkan hati istrinya itu?


...******...


Keesokan harinya didepan pintu masuk perusahaan Noah, para karyawan terlihat sedang mengantri giliran untuk melakukan sidik jari untuk absensi kehadiran seperti biasanya. Diantara mereka tampak beberapa karyawan wanita yang telah berdiri beratur menunggu keberuntungan mereka untuk dapat melihat dan dilirik oleh sang CEO tampan.


Tanpa segan-segan semua karyawan wanita yang masih lajang berdandan dengan sempurna dengan memakai pakaian kerja yang sedikit seksi.


Meskipun cuaca pagi itu hujan dan udara dingin namun tidak menyurutkan niat mereka untuk berpakaian seperti itu. Para karyawan wanita berharap dapat menjadi pendamping CEO Noah.

__ADS_1


Kenapa tidak? Perusahaan keluarga Arsenio adalah sebuah perusahaan raksasa yang menguasai hampir seluruh bisnis perhotelan, apartemen, real estate, pertambangan dan masih banyak lagi.


Perusahaan itu memiliki hampir 400.000 karyawan yang tersebar diseluruh cabang perusahaannya. Bisa dibayangkan jika seorang wanita bisa naik keatas ranjang sang CEO, pastinya hidup mereka akan terjamin.


Setidaknya itulah keinginan hampir semua wanita bukan hanya karyawan di perusahaan itu saja. Namun semua wanita di negeri ini sangat ingin menggoda sosok CEO tampan dan kaya itu.


Setelah menunggu sekian lama, Noah masih tidak kunjung datang sampai bel tanda masuk kantor berdering dengan kencang! Mereka pun pergi sambil mendengus kesal, dan masuk ke ruangan masing-masing.


“Apakah Tuan Noah tidak datang ya hari ini?” tanya seorang wanita berbaju abu-abu kepada wanita berbaju merah yang ada disebelahnya.


“Aku dengar kemarin Tuan Noah menghadiri acara peresmian galery dan perusahaan yang ada diseberang itu! Dia bahkan sempat menyebut perempuan itu sebagai istri tercinta.” ujar wanita berbaju merah itu yang langsung membuat temannya menjadi semakin penasaran.


“Aku juga tidak tahu! Yah, biasalah orang-orang kaya kadang memilih menyembunyikan pernikahan mereka! Tidak mungkin Tuan Noah menyebut wanita itu sebagai istrinya didepan semua orang kalau memang tidak benar, iyakan?” ujar wanita itu lagi.


“Ah, aku jadi penasaran sekali. Seperti apa rupa wanita itu? Pasti dia hanya mengejar kekayaan dan status saja, iyakan?” ujar wanita berbaju abu-abu dengan nada tak suka.


“Menurutku sih tidak begitu juga! Karena wanita itu berasal dari keluarga kaya. Apalagi kabarnya dia membuka galeri dan perusahaan itu dengan modal sendiri! Lihatlah ini, dia sangat cantik!” wanita berbaju merah menyodorkan ponselnya kepada temannya.


Disana tampak berita peresmian kemarin, tampak jelas wajah Anneke didalam foto. Di foto lainnya tampak Noah yang memeluk pinggang Anneke dengan mesra.

__ADS_1


“Cantik bukan? Mereka terlihat serasi sekali! Dan aku dengar kalau wanita itu seorang pelukis! Bagaimana kalau jam makan siang nanti kita kunjungi galerinya?”


“Cih! Aku tidak suka lukisan! Membosankan! Apa sih hebatnya wanita itu? Dia bermodalkan wajah cantik dan bisa saja dia menikahi Noah karena pernikahan bisnis, iyakan? Kalangan atas sudah biasa melakukan itu!”


“Bagaimana kau tahu tentang itu?” wanita berbaju merah pun merasa penasaran bagaimana temannya itu bisa mengetahui tentang pernikahan bisnis Noah.


“Kau lihatlah itu para sekretaris Tuan Noah sedang berdiskusi disana dan aku tidak sengaja mendengarnya. Mereka membicarakan tentang wanita yang kau bilang istrinya itu.” jawab wanita berbaju abu-abu sembari menunjuk kearah kumpulan orang.


Para wanita pun memandang kearah para sekretaris pria yang sedang serius berdiskusi. Rupanya keinginan mereka hari ini untuk melihat sang CEO tidak terwujud karena kabarnya ada kemungkinan sang CEO menghabiskan harinya bersama sang istri yang misterius. Ah, sudahlah mereka gagal hari ini dan kini mereka tidak bisa berharap menjadi pedamping Noah kecuali jadi kekasih gelapnya.


Sementara di dalam kamar besar yang masih tertutup tirai di apartemen mewah Noah, suasana tampak tenang dan damai. Noah masih berbaring di ranjang besarnya, dia baru tertidur menjelang pagi. Semalaman dia sulit tidur karena memikirkan Anneke, rasa penyesalan dan rasa bersalah membuat pikirannya menjadi kacau.


Suara napas halus yang masih tenggelam dalam alam mimpi. Noah terlelap dan tak menyadari jika hari sudah terang. Setelah beberapa saat masih tidak ada pergerakan dari atas ranjang elegan yang didesain khusus oleh desainer Miller itu. Sampai akhirnya bunyi alarm samar-samar memecahkan kesunyian yang sedari tadi mendominasi dikamar itu.


Noah mengeluarkan tangannya dari balik selimut dan meraba-raba nakas disebelah tempat tidurnya dengan kedua matanya yang masih tertutup rapat. Rasanya sangat sulit baginya untuk terbangun dari kenyamanan yang tengah dia rasakan pagi ini. Sayangnya kenyamanan itu terganggu oleh bunyi alarm yang ia pasang karena dia ada meeting bersama kliennya pagi ini.


...******...


Sedangkan di apartemen milik Anneke, wanita itu masih malas-malasan ditempat tidur. Semalam setelah dia menyelesaikan ritual perawatan kulitnya dia menghubungi kakek dan ayahnya untuk menanyakan beberapa hal terkait proyek yang mungkin bisa dia dapatkan. Anneke mengingat di kehidupan sebelumnya, dia sangat tidak berguna.

__ADS_1


Dia tidak memiliki pengalaman apapun dibidang pekerjaan. Jika saat ini dirinya tidak berusaha mandiri, bagaimana dia bisa bertahan dikehidupannya yang sekarang? Sebab itulah dia mulai merubah segalanya hari ini. Hari ini adalah awal kemandiriannya, dia sudah memiliki perusahaan sendiri dan harus bertanggung jawab atas kelangsungan perusahaannya.


__ADS_2