
Anneke berusaha menjelaskan kepada ayahnya yang saat ini sudah terlihat geram dengan tingkahnya.
“Apa kamu bilang? Benar Kaylee mengatakan itu padamu?” tanya Alfred Runako tampak tidak percaya dengan kebodohan gadis kecilnya. Sementara Alfred yang sudah mengetahui kebenarannya pun merasa lega seakan sebuah batu besar baru saja diangkat dari dadanya.
Sebenarnya dia tidak pernah peduli dengan jumlah uang yang dihabiskan putrinya. Berapapun uang yang dihamburkan Anneke tidak masalah baginya karena Anneke adalah putri satu-satunya dan dia layak menikmati semua kemewahan dan fasilitas keluarga Runako. Tetapi yang ditakutkannya selama ini adalah moral putrinya yang lugu itu berubah.
“Papa, apa yang sedang papa pikirkan?” tanya Anneke menepuk pundak ayahknya.
“Tidak apa-apa. Baiklah Keke…..bagus sekali kalau kau sudah menutup semua kartu lamamu. Kedepannya tidak akan ada masalah lagi! Mulai sekarang berhati-hatilah, jangan pernah memberikan kartumu pada orang lain! Itu adalah hak milikmu, hanya kau yang pantas menggunakannya.”
Sebenarnya Alfred merasa tidak senang karena Kaylee sudah mencuri dari putrinya. Kaylee adalah keponakannya, bagaimana mungkin Kaylee bisa sejahat itu membodohi sepupunya sendiri.
Bukankah dia juga memiliki uang yang cukup? Kedua orang tua Kaylee pun memiliki uang cukup juga? Kenapa harus merampok Anneke?
Tapi Alfred ingin putrinya menyelesaikan masalahnya sendiri dengan sepupunya itu. Dia ingin Anneke bisa mandiri, selama Kaylee tidak menyakiti Anneke secara fisik maka dia tidak akan bertindak.
Jika hanya masalah uang saja itu tidak masalah bagi seorang Alfred Runako! Tapi mulai sekarang pandangannya akan berubah tentang keponakannya itu!
Anneke merasa senang karena sudah mengatakan semuanya pada ayahnya dan dia yakin kini sikap ayahnya pada Kaylee pasti akan berubah. Itu yang diinginkannya agar dia bisa menjalankan rencananya dengan mudah.
Mulai hari ini Kaylee tidak akan pernah menjadi orang kepercayaan keluarga Runako lagi. Setelah menyelesaikan misinya hari ini Anneke pun mulai menyusun rencana selanjutnya.
Anneke kemudian meninggalkan kantor ayahnya dengan wajah penuh kebahagiaan sembari sejenak memikirkan Kaylee yang entah dimana keberadaannya saat ini. ‘Mungkin Kaylee sedang menyenangkan dirinya. Apa yang akan terjadi nanti saat Kaylee tahu kalau semua kartuku sudah diblokir ya? Hahahaha……aku jadi penasaran!’ gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu di tempat spa, tiga wanita muda sedang menikmati pijatan therapis dengan perasaan senang dan nyaman. Kaylee bersama kedua temannya memilih perawatan termahal untuk mendapatkan perawatan maksimal untuk menghilangkan kerutan yang mulai nampak dikulit mereka meskipun usia mereka masih muda.
Lagipula Kaylee membutuhkan kedua temannya yang selalu setia menjadi kaki tangannya itu. Dia tidak pernah merasa keberatan mengeluarkan uang untuk menyenangkan hati kedua temannya karena dia akan menggunakan kedua orang itu dimasa depan.
Dia membiarkan kedua temannya mencicipi kemewahan yang diberikannya. Dengan begitu kelak keduanya tidak akan bisa menolak keinginannya.
“Kaylee…..apa kau yakin akan membayari kami? Treatment ini yang paling mahal! Kami tidak punya uang jika harus membayar sendiri. Kau serius kan akan membayar?” tanya Melisa ingin memastikan sekali lagi karena treatment yang dipilihnya sangat mahal. Bahkan gaji mereka setahun belum tentu bisa membayar treatment itu.
Meskipun Melisa menyukai treatment ini namun didalam hatinya dia merasa khawatir.
“Apa kau kira aku bercanda saat mengajak kalian kesini?” Kaylee membalas pertanyaan temannya dengan nada ketus.
Dia merasa tidak senang karena dia merasa temannya meragukan kemampuannya. Tentu saja Kaylee tidak suka jika dia diremehkan seperti itu.
Apalagi jika berkaitan dengan yang, Kaylee selalu ingin semua orang mengetahui bahwa dia berasal dari keluarga kaya dan mampu mendapatkan apapun yang dia mau.
Dia memang merasa khawatir pada temannya dan dia berharap Kaylee bisa mengerti perasaannya.
“Apa kau pikir aku tidak sanggup membayar, hah? Apa kalian lupa barang apa saja yang sudah kubelikan untuk kalian dan ke club mewah mana saja kalian sudah ku traktir selama ini? Apa kalian masih meragukanku juga?” Kaylee merasa tersinggung dengan kekhawatiran Melisa.
Bukankah Kaylee memegang semua kartu milik Anneke, gadis bodoh yang mudah dimanipulasi itu? Apalagi yang perlu dia cemaskan? Sebenarnya Kaylee selalu merasa bahwa semua kartu-kartu dan akses bebas tanpa batas milik Anneke adalah miliknya. Sehingga dia merasa kalau dia berhak untuk menggunakannya. Bukankah dia juga cucu dari keluarga Runako?
Mengapa dia tidak mendapat perlakuan istimewa seperti Anneke? Hal itulah yang membuat Kaylee merasa sangat iri! Ya dia merasa sangat iri pada Anneke! Andai saja perusahaan Runako mau mengakomodasi semua keperluannya seperti yang mereka lakukan pada Anneke, maka Kaylee tidak harus menipu Anneke seperti ini bukan?
__ADS_1
Tapi sayangnya bagi keluarga Runako, hanya Anneke seorang yang merupakan cucu kandung dan bukan Kaylee. Sehingga Kaylee tidak mendapatkan semua fasilitas seperti yang didapatkan Anneke.
Memikirkan hal ini membuat darah Kaylee mendidih, namun dengan cepat dia menenangkan dirinya. ’Ah…..sudahlah! Buat apa aku memikirkan gadis bodoh itu?’
Saat ini Kaylee hanya mau menikmati dan memanjakan dirinya seperti yang selalu dia lakukan. Dan semuanya dibayar dengan uang milik Anneke. Sambil memejamkan kedua matanya, Kaylee menikmati pijatan demi pijatan di tubuhnya sampai akhirnya tak terasa sesi perawatannya pun usai. Setelah dia selesai mandi dan memberishkan diri Kaylee dan kedua temannya menuju ke kasir.
Seorang gadis yang berdiri dibelakang kasih sudah menyiapkan lembaran tagihannya. Disana juga ada beberapa pelanggan yang melirik kearah tagihan milik Kaylee yang jumlahnya fantastis itu.
“Hei, lihatlah wanita itu menghabiskan tagihan seharga sebuah mobil.” kata seorang pelanggan sambil berbisik kepada teman disebelahnya.
“Iya, aku juga melihatnya. Dia memilih perawatan termahal di spa ini. Pasti dia berasal dari keluarga kaya raya makanya bisa menghabiskan uang sebanyak itu untuk satu kali perawatan.” jawab teman pelanggan itu menimpali.
“Eh, apa kalian tahu dia berasa dari keluarga kaya yang mana?” pelanggan yang ada disana menjadi penasaran dengan asal usul dari ketiga gadis yang mengambil paket perawatan termahal itu.
“Pasti mereka berasal dari keluarga kaya raya! Tapi aku tidak mengenal mereka dari keluarga mana.”
Melihat lirikan dan bisik-bisik orang disebelahnya membuat Kaylee merasa bangga dan semakin angkuh. Mungkin bagi orang-orang itu nominal itu sangatlah besar tetapi hal itu tidak berlaku bagi Kaylee. Sembari tersenyum dia meraih tasnya hendak mengeluarkan kartu untuk membayar.
“Nona Kaylee! Ini tagihannya. Silahkan membayar dengan tunai atau kartu?” petugas kasir menunjukkan rincian pengeluaran dengan total tagihan sebesar tiga ratus dua puluh lima juta rupiah kepada Kaylee.
“Aku bayar pakai kartu unlimited.” Kaylee menjawab dan langsung mengeluarkan kartu kredit berwarna hitam dan menyodorkan pada kasir dengan mendongak angkuh.
Saat ini Kaylee merasa sangat bangga pada dirinya. Dan dia sengaja menunjukkan itu pada kedua temannya Melisa dan Anjeli. Entah mengapa bagi kedua temannya dan juga pelanggan disana jumlah lembar tagihan dengan nominal fantastis itu merupakan bukti dari status sosial seseorang. Dan juga menunjukkan kekayaan seseorang.
__ADS_1
“Baiklah Nona. Mohon ditunggu sebentar, pembayaran anda akan kami proses segera.” sang kasir lalu mengambil kartu itu dan menggesekkanya di mesin khusus untuk transaksi dalam jumlah besar.
Namun setelah beberapa kali mencoba tetap tak berhasil. Karena merasa kesulitan, kasir itupun meminta bantuan dari kasir disebelahnya yang baru selesai melayani pelanggan.