
Petang hari ini dalam pesawat pribadi yang sedang menuju ke kota M, Noah Arsenio terlihat sedikit tidak berkonsentrasi karena pikirannya teralihkan oleh sesuatu yang ada dipikirannya sejak dia membaca informasi tentang Anne.
Sesekali dia melirik ponselnya yang canggih itu. Dia terus saja menatap layar ponselnya, ingin rasanya dia menghubungi seseorang yang sejak semalam nomornya sudah disimpannya.
Sembari memutar ponsel miliknya, dia teringat sosok wanita yang pernah menjadi istrinya. Wanita berwajah buruk rupa dan seperti orang-orangan sawah. Entah mengapa sejak semalam dia selalu memikirkan nama wanita itu dan mengaitkannya dengan nama wanita cantik yang pernah ditemuinya. Sebenarnya apa hubungan kedua wanita itu? Kenapa mereka memakai nama keluarga yang sama?
Noah berusaha menutup kedua matanya namun dorongan hatinya terus saja muncul seperti aliran sumber air yang tidak bisa dibendung lagi. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dia alami sebelumnya. Lalu apa yang harus dilakukannya? Haruskah dia menanyakan pada wanita itu langsung? Atau dia mencoba menghubungi keluarga Runako untuk mencari tahu yang sebenarnya?
Setahunya Alfred Runako hanya memiliki seorang putri, dan tidak ada putri lainnya dikeluarga itu kecuali Kaylee yang merupakan putri dari Marisa Runako! Nama keluarga Kaylee bukan Runako tapi Akasha! Lalu darimana datangnya Anne Emanuel Runako ini?
Berdasarkan informasi yang didapatkan anak buahnya, Anneke tidak pernah menaiki pesawat dihari neneknya mengatakan Anneke pergi ke luar negeri.
‘Jika Anneke tidak pernah menaiki pesawat dan pergi meninggalkan negara ini? Lantas kemana dia perginya?’ pikirnya. Setelah mereka bercerai, Noah memang sibuk dan tidak mencari tahu lagi keberadaan mantan istrinya itu.
Dengan sedikit ragu, Noah kemudian memutuskan untuk mencari nomor telepon Anneke yang didapatkan dari asistennya.
Klik! Sebuah pesan masuk ke ponselnya. Pesan dari anak buah yang ditugaskannya untuk mencari tahu tentang Anneke Lemuella Runako dan Anne Emanuel Runako. Noah mengklik pesan masuk itu dan mendapati sebuah foto profil yang menampilkan sesosok wanita cantik yang seketika membuat jantungnya berdebar kencang.
Melihat foto profil itu membuat Noah langsung mematikan ponselnya. Satu tangannya langsung memegang dadanya, sepintas dia curiga jika dia memiliki penyakit jantung.
‘Tidak! Tidak bisa begini!’ Noah membuang asal ponselnya ke kursi disebelahnya. Dia menyugar rambutnya dengan frustasi! Ada apa sebenarnya dengannya? Apakah ia baru saja mendapatkan serangan jantung? Apakah dia baru saja berhalusinasi?
Setelah menenangkan dirinya, Noah kemudian menghubungi asistennya untuk segera memanggil dokter pribadinya yang khusus menangani kesehatan keluarga yang selalu dia bawa terbang bersamanya.
__ADS_1
Noah yakin pasti ada sesuatu yang salah dengan jantungnya. Mengapa jantungnya bisa berdetak begitu kencang tidak terkendali hanya karena melihat sebuah foto?
Bahkan dia sampai sesak napas gara-gara jantungnya berdetak kencang! Tidak mungkin! Dia pasti salah membaca! Mungkin anak buahnya mengecohnya dan mengelabuinya! Tidak mungkin wanita jelek dan bodoh itu adalah orang yang sama dengan Anne Emanuel Runako? Bagaimana mungkin wanita buruk rupa itu bisa berubah menjadi sosok wanita cantik luar biasa?
Namun Noah menyadari satu hal, dia mengingat saat dia bersama Anneke untuk pertama kalinya mereka bertatap muka, dia merasakan jantungnya berdetak kencang seperti saat ini. Dan hal yang sama juga dia rasakan saat dia menatap Anne Emanuel saat pertama kali mereka bertemu. Apalagi keduanya memiliki tatapan mata yang sama.
Setelah pesawat itu mendarat, Dokter segera melakukan pemeriksaan jantung sesuai perintah Noah. Dia mempersiapkan satu persatu alat yang dipasang di dada Noah untuk memeriksa jantungnya. Namun setelah lima belas menit pemeriksaan dilakukan, dokter tidak menemukan adanya indikasi penyakit apapun pada pasiennya itu.
“Tuan Arsenio, apakah anda yakin kalau anda mengalami debaran jantung yang sangat kuat?” tanya dokter sekali lagi untuk memastikan kondisi yang dikatakan Noah tadi.
“Iya, debarannya sangat kencang dan membuatku sesak napas.” jawab Noah dengan serius kepada dokter yang saat ini sudah melepaskan alat pemeriksaan dari tubuhnya.
“Kalau boleh tahu, apakah ada kondisi tertentu saat anda mengalami itu? Mungkin saat anda sedang berolahraga atau saat anda sedang merasa tertekan dan stress karena pekerjaan----” belum lagi dokter itu selesai bicara, dia melihat Noah menyodorkan ponsel padanya. Lalu Noah menunjukkan sebuah foto di ponselnya. Hal itu membuat sang dokter mengeritkan keningnya merasa heran.
Beberapa saat dokter itu mencoba menerka-nerka mengenai apa hubungannya debaran jantung dengan foto seorang wanita? Hingga akhirnya Noah pun menjelaskan padanya.
“Jantungku berdebar saat aku melihat orang itu.” katanya kemudian. Dokter itupun mengangakan mulutnya tidak percaya pada apa yang baru saja didengarnya dari Noah.
Dokter itupun terdiam membeku tak tahu harus mengatakan apa. Sedangkan kedua tangannya masih memegangi alat perekam jantung. Tunggu dulu! Apakah Tuan Arsenio sedang bercanda dengannya? Atau dia sengaja ngeprank? Sambil menghela napas panjang akhirnya dokter itupun mengetahui apa yang terjadi pada pasien super spesialnya ini.
Setelah Noah merapikan pakaiannya kembali, dokter pun bergegas menulis sesuatu dan memberikan secarik kertas itu padanya. Kertas itu berisikan resep untuk mengobati gejala yang diderita Noah.
“Apa diagnosamu?” tanya Noah yang masih penasaran dengan kondisi tubuhnya.
__ADS_1
“Begini Tuan, sebenarnya anda tidak punya masalah ataupun kondisi kesehatan yang buruk! Semuanya baik-baik saja!”
“Apa katamu? Baik-baik saja? Lalu apa penjelasanmu tentang jantungku yang berdebar?”
“Ehm….itu tidak ada hubungannya dengan penyakit Tuan! Boleh saya menanyakan sesuatu pada Tuan?” tanya dokter itu lagi. “Agar saya bisa menjelaskan lebih rinci mengenai kondisi anda.”
“Ya! Katakan saja apa yang mau kau tanyakan?”
“Apakah Tuan memiliki ketertarikan pada wanita di foto itu? Kalau iya, maka anda sedang jatuh cinta pada wanita itu! Ciri-ciri orang yang jatuh cinta, seperti yang anda alami.” jawab dokter itu.
“Sudah berapa lama kau menjadi dokter?” tanya Noah dengan nada sinis dan ketus.
“Sudah dua puluh tahun Tuan.” jawab dokter itu.
“Aku jadi meragukan kemampuanmu sebagai seorang dokter! Tugasmu memeriksa penyakit!”
Noah merasa tidak senang dengan diagnosa dokter itu. Jika tebakannya benar bahwa kedua wanita itu adalah orang yang sama? Apakah dia memang sudah jatuh cinta pada wanita itu?
Noah kembali mengingat kejadian malam itu, saat dia mengerjai Anneke hingga wanita itu ketakutan dan menangis. Saat itu Noah merasakan jantungnya berdebar kencang dan merasa sakit saat melihat Anneke menangis.
“Saya hanya mengatakan yang sebenarnya Tuan! Biasanya orang yang sedang jatuh cinta akan merasakan detak jantungnya tidak normal setiap kali bertemu dengan orang yang dicintainya, bahkan hanya mendengar suara, ataupun memandang fotonya saja pun bisa memicu hal itu terjadi!”
“Jadi menurutmu aku sedang jatuh cinta?” Noah menatap dokter itu tajam membuat sang dokter pun ciut.
__ADS_1