
Di tempat diselenggarakannya acara lelang suasana Hotel Fleu’s sudah ramai dengan tamu undangan. Ini adalah acara tahunan yang diadakan panitia lelang untuk mengumpulkan dana guna disumbangkan untuk pendidikan dan kesehatan. Acara ini biasanya dihadiri oleh para petinggi di pemerintahan, pebisnis serta orang-orang kelas atas, dan biasanya acara akan ditutup dengan makan malam.
Setiap kursi sudah diberi nomor sesuai dengan nomor undangan para tamu. Untuk tamu VIP ditempatkan di barisan pertama dan kedua disebelah kanan, sedangkan para panitia penyelenggara duduk dibarisan pertama di sebelah kiri. Setelah itu urutan kursi berikutnya hanya untuk para tamu biasa. Tamu VIP adalah member ataupun donatur tetap acara itu.
Sedangkan tamu VIP tidak begitu banyak dan biasanya hanyalah orang-orang dari kalangan atas saja. Sedangkan Anneke termasuk dalam salah satu tamu VIP di acara itu, entah bagaimana Mariam Arsenio bisa mendapatkan kursi VIP untuk Anneke. Selain itu, kursi yang akan ditempati oleh Anneke dan asistennya tepat berada didepan Noah Arsenio.
Banyak tamu undangan datang bersama pasangan mereka, acara kali ini ramai juga dihadiri para wanita karena mereka mendengar kalau Noah Killian Arsenio akan berpartisipasi di acara lelang kali ini. Saat Noah memasuki ruangan itu, terlihat beberapa wanita melirik kearah Noah yang berjalan bergandengan tangan dengan Shelly, sang model terkenal itu.
Satu persatu para undangan memasuki ruangan itu, bagi Anneke sendiri, ini adalah acara sosial pertama yang dihadirinya. Dia belajar keras untuk bisa tampil di acara ini, dan untungnya dia sangat cepat tanggap sehingga hanya dalam waktu singkat dia sudah bisa bersikap layaknya wanita kelas atas. Dan targetnya malam ini adalah mengacaukan Noah!
Anneke memperhatikan bagaimana para wanita itu telah berdandan dengan maksimal dengan dress terbuka yang seksi. Rupanya mereka tidak mau menyia-yiakan kesempatan untuk bisa dilirik oleh Noah! Tentu saja para wanita cantik itu sangat berharap untuk dapat menjadi teman wanita atau bahkan jadi pendamping Noah. Mengapa tidak?
Perusahaan Keluarga Arsenio adalah sebuah perusahaan raksasa yang menguasai hampir semua bisnis perhotelan, apartemen, real estate, pertambangan dan industri. Dan perusahaan itu memiliki ratusan ribu karyawan yang tersebar diseluruh cabang. Sehingga, andai para wanita cantik itu bisa naik keatas ranjang sang pemilik, pastinya hidup mereka akan sangat terjamin.
Setidaknya itu adalah keinginan mereka saat ini, s ehingga mereka tidak tahu malu datang ke acara lelang bergengsi seperti ini hanya untuk menggoda sosok CEO yang sangat misterius itu.
Mereka bahkan tidak peduli tentang keberadaan Shelly disamping Noah. Bagi para wanita itu, bisa menjadi salah satu wanita sang CEO itu sudah cukup. Mereka rela untuk bersaing menjadi wanita pilihan.
Namun sayangnya, saat Noah berjalan memasuki ruangan itu tak sedikitpun dia melirik kearah para wanita cantik dan kaya itu. “Oh lihatlah CEO itu tampan sekali! Bahkan lebih tampan dibandingkan di foto maupun di televisi!”
__ADS_1
“Apakah Nona Shelly adan CEO Noah memang memiliki hubungan dekat ya?” tanya wanita bergaun biru langit yang terlihat sangat cantik dengan dandanannya.
“Apa peduliku jika mereka ada hubungan? Aku dengar CEO Noah memiliki banyak teman wanita yang menemaninya untuk setiap acara! Buat apa khawatir? Mereka itu hanya woman companion saja!”
“Ya benar sekali! Aku tidak masalah kalau jadi yang kedua ketiga atau keempat yang penting aku bisa bersama pria tampan itu, itu saja sudah cukup!” sahut wanita lainnya.
Anneke sengaja berlama-lama untuk memasuki ruangan itu! Dia mendengarkan bisik-bisik para wanita itu dan menunggu sampai semua tamu undangan sudah masuk dan duduk di kursi masing-masing. Saat ini Anneke dan asistennya berjalan menuju ke pintu masuk. Dia mengedarkan pandangannya untuk memastikan lokasi tempat duduknya.
“Abner? Bisakah kita menunggu sebentar lagi baru masuk kesana?” tanya Anneke sedang berpikir.
“Terserah nona saja! Apakah anda merasa tidak nyaman karena kursi anda berada didepan Tuan Noah dan Nona Shelly?” tanya Abner dengan pandangan lurus kedepan, tepat ke arah dimana Noah dan Shelly duduk. Dia merasa bersalah, seharusnya dia tidak menyetujui saat Nyonya Mariam Arsenio memilihkan kursi itu untuk mereka.
“Tidak! Bukan itu! Sudahlah-----tidak jadi masalah. Ayo kita masuk.” Anneke menunjukkan undangannya kepada pengawal yang berdiri dipintu masuk. Lalu dia melangkah menuju kursinya tanpa menoleh kepada Noah. Sedangkan disaat bersamaan Noah sedang menundukkan wajahnya dan terlihat sibuk dengan ponselnya dan tidak memperhatikan sekitarnya.
Anneke sama sekali tidak memiliki ketertarikan dengan benda-benda seperti itu. Dia membuka buklet yang diberikan kepada para tamu, didalam buklet itu berisi informasi barang-barang apa saja yang akan dilelang di awal acara. Dia mendapat informasi kalau ada barang berharga yang akan ditampilkan di puncak acara nanti, Anneke merasa tertarik pada barang itu dan menunggu.
Satu persatu orang-orang disana memberikan penawarannya dengan mengangkat nomor mereka! Hingga akhirnya pedang itu dimenangkan oleh seorang pria paruh baya bertubuh tegap. Dari penampilannya saja bisa dinilai kalau orang itu pasti berlatar belakang militer. Barang kedua yang dilelang adalah satu buah kalung emas bertahta berlian dari abad ke delapan belas.
Ternyata banyak wanita yang hadir disana menawar kalung itu. Anneke melihat model kalung itu sangat menarik, desainnya sangat indah dan diukir dengan tingkat kerumitan yang tinggi, namun dia tidak terlalu tertarik pada kalung itu meskipun kalung itu cantik sekali. Namun Anneke merasa dia tidak cocok memakai kalung dengan model seperti itu.
__ADS_1
Sedangkan Abner sibuk dengan ponselnya mengirimkan pesan pada Anneke. Mereka saling berkomunikasi melalui telepon agar tidak didengar orang-orang sekitarnya.
‘Nona, barang berikutnya yang dilelang adalah sebuah gelang Ruby! Nona harus mulai membuat tawaran! Jangan sampai orang yang hadir disini mencurigai keberadaan nona.’ tulisnya.
‘Jangan khawatir! Aku akan menawar saat Noah memberikan penawarannya! Aku datang kesini bukan untuk membeli barang tapi untuk membuatnya kehilangan uang.’ balas Anneke.
‘Baiklah Nona!’
Abner tak lagi mengirimkan pesan pada Anneke, dia yakin kalau Anneke pasti bisa mengatasi ini. Dia hanya duduk diam sambil memperhatikan barang yang dilelang diatas panggung.
Sementara para tamu undangan sibuk memberikan tawaran untuk setiap barang yang dilelang, namun Anneke masih terlihat sangat tenang seperti tidak terpengaruh dengan sekitarnya.
‘Dasar orang-orang bodoh! Apa mereka sudah kebanyakan uang sampai-sampai membeli barang semahal itu? Ck! Aku benar-benar tidak mengerti cara berpikir orang-orang kelas atas ini!’ keluhnya dalam hati.
Hingga akhirnya puncak acara lelang pun tiba. Inilah yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang. Barang utama apa yang dilelang di puncak acara kali ini? Semua orang mencoba berspekulasi, karena kali ini panitia lelang tidak memberitahu barang apa yang akan dilelang di puncak acara. Hal itu tidak seperti biasanya. Biasanya semua barang yang akan dilelang akan dimuat di buklet.
“Barang apa yang akan dilelang di puncak acara?” tanya seorang gadis bergaun warna perak.
“Tidak ada yang tahu! Tapi dengar-dengar kabar, katanya barang itu paling mahal!”
__ADS_1
“Benarkah? Aku sudah menghabiskan tiga ratus juta untuk sebuah pajangan antik! Ayahku sudah menasehatiku untuk tidak menghamburkan uang!”
“Lalu untuk apa kamu datang ke acara lelang ini? Kalau ternyata kamu sama sekali tidak ingin menyumbang apa-apa?” ujar wanita lainnya.