
“Oh, perusahaan Runako….” Nesha tersenyum sinis lalu berkata lagi, “Apakah kalian buta huruf atau tuli atau memang bodoh ya? Bukankah perusahaan Runako milik keluarga bermarga Runako? Bagaimana mungkin kalian mengaku seorang bermarga Akasha sebagai pewarisnya. Dasar bodoh!” ujar Nesha puas membalas.
Namun sebelum Nesha menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara tamparan yang cukup keras menggema diruangan itu. PLAAAAK! Kaylee mengayunkan tangan kanannya untuk menampar Nesha dengan ganasnya.
Seketika suasana disana menjadi sangat hening, lalu kemudian terdengar beberapa tamu lain dibelakang berbisik-bisik tidak menyukai adegan didepannya.
Begitu mendengar kegaduhan itu, sang manajer Luxe Spa bergegas datang untuk menlihat apa yang telah terjadi disana. Sesampainya disana, ia sangat terkejut karena mendapati anak buahnya ditampar oleh seorang pelanggan VVIP.
“Maaf nona-nona. Apa yang sedang terjadi disini?” sang manajer menunduk memberi hormat dan segera menarik Nesha untuk menjauh melindunginya.
“Gadis itu berani mengganggu kami. Apakah kamu mempekerjakan seorang pengemis yang tidak tahu sopan santun? Aku mau dia dipecat!” Kaylee begitu marahnya sampai urat-urat nadi ditangannya terlihat menonjol seakan hendak keluar dari kulitnya. Benar, sebenarnya Kaylee tidak suka dengan marga Akasha! Yang dia inginkan adalah marga Runako!
Dan perkataan Nesha begitu melukai ego Kaylee yang terdalam sehingga Kaylee tidak segan-segan menamparnya bahkan ingin menghancurkannya. Kaylee merasa malu melihat tatapan semua orang.
“Nesha, cepat minta maaf pada tamu kita!” sang manajer tua yang bijaksana itu berusaha untuk meredam situasi panas didepannya.
Ia kemudian sedikit memaksa Nesha untuk sekedar minta maaf dan menyudahi permasalahan yang ada.
“Meskipun aku dipecat, aku tidak sudi minta maaf pada wanita iblis itu! Tidak akan pernah!” ucap Nesha bergegas meninggalkan mereka sambil melepas papan nama dibajunya sendiri dan melemparkannya pada meja resepsionis.
Dia sudah memutuskan tidak akan merendahkan dirinya untuk wanita licik itu. Lebih baik dia berhenti kerja saja daripada menuruti keinginan Kaylee.
__ADS_1
“Kau…..” sang manajer tidak bisa berkata-kata saat melihat Nesha melenggang pergi begitu saja. Mungkin saat tamu-tamu ini sudah pergi dia baru bisa bicara baik-baik pada anak itu, pikirnya.
“Baiklah nona-nona, saya meminta maaf atas nama pekerja kami. Jika masalah sudah selesai anda dapat melanjutkan perawatan yang anda pilih. Sekali lagi saya mohon maaf.” sang manajer pun memasang wajah yang terlihat ramah dan mempersilahkan mereka untuk melanjutkan aktifitasnya. Meskipun didalam hati manajer itu sedikit berat melepaskan Nesha yang bekerja baik selama ini.
“Baiklah, kau bisa pergi!” Kaylee tersenyum dan terlihat puas karena berhasil mengusir Nesha dari tempat itu begitu saja. Rencananya berhasil, dia menatap angkuh kearah orang-orang yang sedari tadi memperhatikan kejadian itu.
‘Huh! Dia pikir dia itu siapa? Aku punya kekuatan untuk mengusirnya dan membuatnya tidak diterima kerja dimanapun.’ gumamnya.
Sementara itu di kantor keuangan keluarga Runako terlihat Anneke yang sedang menemui Pram yang bertugas mengelola keuangan di keluarganya untuk mendapatkan laporan pengeluaran dari kartu-kartu miliknya selama dua tahun terakhir. Memang selama ini Anneke tidak begitu peduli dengan semua kartu-kartu didompetnya.
Bahkan sebenarnya sebagian besar kartu miliknya telah dipegang oleh Kaylee selama dua tahun belakangan. Dulu Kaylee mengatakan bahwa ia akan membantu Anneke untuk menyimpan semua kartunya.
Termasuk membeli sejumlah baju usang dan make-up tebalnya. Tetapi rupanya semua hal itu adalah tipuan belaka! Bukankah itu sangat mengerikan? Mengingat semua itu Anneke benar-benar merasa bodoh.
Mungkin lebih bodoh dari seorang pelajar yang tidak pernah naik kelas. Dan sekarang Anneke ingin melihat seberapa jauh wanita licik itu telah menggunakan uang-uangnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Pram kembali dengan membawa folder di tangannya. Dengan cekatan Pram memberikan semua data keseluruhan pengeluaran kartu-kartu miliknya yang selama ini dibebankan kepada pengelolaan pribadi keluarga Runako yang tentu saja membuat kedua mata Anneke terbelalak kaget.
Gila…...ini benar-benar gila? Melihat angka-angka itu saja sudah membuat kepalanya pusing. Dia terus menerus membolak balik lembar demi lembar laporan itu, Anneke dapat melihat seluruh data check-in kartu VIP di berbagai club malam papan atas, penggunaan kartu khusus pemegang saham dan laporan penggunaan kartu kredit visa infinite card miliknya.
Semuanya dalam jumlah yang sangat besar dan semuanya di tempat mewah. Saat Pram menunjukkan data itu satu persatu, kedua mata jernih Anneke berubah menjadi merah seakan menahan amarah yang saat ini telah meledak didalam dadanya. Kaylee! wanita licik itu ternyata telah menggunakan seluruh kartu miliknya!
__ADS_1
Sepupu jahatnya itu menggunakan uangnya dengan sangat berlebihan untuk kepentingan pribadinya! Bahkan dulu Anneke saja jarang menggunakan apa yang menjadi haknya! Setelah dia memeriksa satu persatu, dia mendapati jika kartu-kartu itu juga digunakan untuk check-in di pusat kecantikan yang dilakukannya hampir setiap minggu.
Tidak hanya itu saja, bahkan Kaylee juga memasuki beberapa butik baju mewah milik perusahaan Runako dan memakai kartu pemegang saham untuk membeli beraneka ragam barang bermerek secara gratis! Tunggu! Bahkan kartu kreditnya juga memiliki pengeluaran yang sangat fantatstis! Anneke melihat semua tagihan jamuan makan di private room setiap hari.
Ada juga tagihan spa dan bahkan tarik tunai dengan nominal yang besar! Melihat itu semua, Anneke terduduk lemas hanya bisa menutup mulut mungilnya itu karena sangat terkejut! Bukankah ini adalah sebuah pencurian berencana? Kaylee benar-benar merampoknya! Pantas saja di kehidupan sebelumnya, ayahnya sangat marah pada Anneke!
Apakah ini juga termasuk salah satu alasan mengapa ayahnya kelihatan tidak senang selama dua tahun terakhir karena mengira putri kesayangannya tidak bertanggung jawab dalam hal keuangan dan hanya bisa berfoya-foya saja? Anneke semakin marah! Bukan dia yang menggunakan uang berlebihan tapi Kaylee yang melakukannya.
Bagaimanapun juga, Alfred Runako adalah ayah yang sangat pendiam serta tidak terlalu mempedulikan tentang uang. Sehingga ia tidak mungkin menegur Anneke anak kesayangannya itu!
Setelah menutup semua berkas laporan keuangan itu, Anneke terlihat mengepalkan kedua tangannya. Lalu dia menghadap Pram yang berada dihadapannya ia pun memberikan sebuah perintah.
“Pak Pram, tolong tutup semua akses kartu-kartu itu sekarang juga. Dan buatkan kartu yang baru untukku!” katanya sesaat setelah dia mengatur napasnya yang terlanjur memburu itu dengan perlahan-lahan.
Anneke tidak menyangka bahwa Kaylee selicik itu! Wanita itu dengan sengaja telah menikmati semua kemewahan miliknya sementara Anneke hidup menderita dibawah tipuannya.
“Baik Nona. Saya akan segera membereskannya dalam waktu satu jam,” Pram bergegas memproses semua permintaan Anneke dengan tergesa-gesa. Dia mengira bahwa mungkin saja Anneke itu kehilangan dompetnya. Dia pun menutup semua akses kartu-kartu milik Anneke yang memang berada ditangan Kaylee.
“Kalau begitu aku akan menunggu di ruang kerja papa-ku.” ujar Anneke keluar dari bagian keuangan dan menuju keruang kerja ayahnya yang sedang sibuk itu. Sesampainya Anneke ke ruang presdir yang berada di lantai teratas gedung itu, ia dapat melihat seorang pria paruh baya sedang tenggelam dalam laporan-laporan harian perusahaan.
Tampak kedua alis pria itu mengerut saking seriusnya. Benar, Alfred Runako saat ini terlihat bekerja terlalu keras! Sangat keras sampai dia tidak tahu jika anak kesayanagnnya sudah berada didepannya. Melihat itu membuat Anneke merasa bersalah atas apa yang telah dilakukannya di kehidupan lampau.
__ADS_1