
Sebelum mencari tahu siapa mereka, yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan dirinya terlebih dahulu. Dengan langkah tergesa-gesa Anneke segera berlalu dari tempat parkir dengan sedikit berlari. Namun begitu dia memasuki pintu tiba-tiba dia menabrak seseorang. “Awww!” Anneke memegangi dahinya yang terbentur dengand ahi seseorang disana.
“Maafkan ak---” Anneke terlihat akan meminta maaf sebelum akhirnya dia terdiam setelah tahu siapa yang ditabraknya. “Nesha? Itu kau Nesha?” Anneke menggoyangkan bahu Nesha seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Ya itu adalah Nesha, satu-satunya sahabat yang dia tinggalkan karena didesak Kaylee dan kesibukannya mengejar Noah dulu.
Melihat sikap Anneke yang senang melihatnya, Nesha hanya mengeryitkan dahinya. Sebetulnya dia juga tidak menyangka jika akan bertemu dengan Annke di supermarket ini. Tapi mengapa tiba-tiba Anneke menyapanya? Bukankah dulu Anneke sengaja menjauhinya? Nesha sangat marah dan masih marah pada sahabatnya yang bodoh itu. Sampai kapanpun Nesha tidak akan memaafkannya.
“Astaga Nesha…..aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu? Bagaimana kabar ibumu? Adikmu? Apa mereka semua baik-baik saja? Apakah kau masih bekerja ditempat kerjamu yang lama?” Anneke yang antusias mencecar Nesha dengan pertanyaan. Namun Nesha yang masih kesal akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Anneke.
Tapi Anneke bergerak lebih cepat dan menyambar tas belanjaan Nesha lalu membukanya. “Wah! Apa ini? Es krim? Emmm…..sepertinya enak! Aku akan memakannya kalau kau masih tidak mau bicara padaku.” tanpa malu-malu Anneke membuka tas plastik itu dan mengambil es krim rasa kacang merah kacang hijau kesukaan Nesha.
Melihat es krim kesukaannya yang baru dibelinya akan direbut, Nesha tidak akan tinggal diam saja!
“Sialan! Anneke! Jangan makan semuanya! Aku membelinya dengan sisa gajiku.” protes Nesha melihat Anneke sudah membuka bungkus es krimnya dan bahkan sudah menggigitnya. Nesha mengejar Anneke memasuki supermarket itu.
Seolah tak peduli pada Nesha, Anneke terus berjalan masuk ke supermarket sambil memegangi es krim ditangannya. Sedangkan diluar supermarket di balik semak-semak parkiran ada seorang pria kurus berambut botak dengan topi hitam untuk menutupi kebotakannya tengah mengendap-endap. Dia memegang teropong ditangannya. Pria itu sedikit gusar dengan apa yang baru saja dilihatnya!
Dengan tergesa-gesa dia mengambil ponsel dari jaket dan bergegas menghubungi sebuah nomor penting yang ada disana.
“Halo bos…..!”
“Katakan apa yang kau temukan!” terdengar suara bariton pria dari seberang telepon seakan tidak sabar menunggu kabar darinya.
__ADS_1
“Sepertinya ada beberapa orang yang sengaja membuntuti nyonya dan memotretnya.” lapor pria itu.
“Cepat cari tahu siapa mereka dan siapa yang mengirim mereka.” suara pria itu terdengar marah yang membuat pria kurus itupun bergidik ketakutan.
“Baik boss!” setelah menutup teleponnya pria itu mengambil beberapa alat dari dalam tasnya dan segera memulai misi rahasia.
Dia memperhatikan seorang pria yang sedang memasuki supermarket, dia mengenali pria itu yang tadi mengikuti Anneke menggunakan sepeda motor. Lalu pria kurus itu mengalihkan teropongnya kearah sebuah mobil sedan berwarna hitam yang juga tadi mengikuti Anneke sejak keluar dari gedung apartemen. Pria itu menjepret nomor plat mobil sedan hitam itu.
Dia akan mengecek siapa pemilik mobil itu. Dia meneropong dan melihat ada seorang pria duduk didalam mobil. Sedangkan seorang lagi baru saja keluar dari mobil dan berdiri di dekat pintu masuk supermarket.
Pria kurus itu lalu menghubungi temannya yang lain yang berada disekitar supermarket itu. Tak berapa lama seorang pria datang mendekati mobil sedan hitam itu.
Sedangkan seorang pria lain datang menghampiri pria yang berdiri didekat pintu masuk supermarket untuk mengalihkan perhatiannya. Dia pura-pura minta rokok pada pria yang berdiri di pintu itu.
Tanpa mereka sadari, pria yang sudah mendekati mobil membuka pintu mobil. Pria yang ada didalam mobil mengira kalau rekannya yang sudah kembali.
Lalu dia mengambil alih mobil itu dan membawanya pergi dari sana. Pria kurus itu yang sedari tadi memperhatikan pun tersenyum. Rekannya sudah membawa satu pria itu menjauh.
Sedangkan pria yang berdiri di pintu berjalan mengikuti pria yang tadi menghampirinya. Si pria kurus sudah bisa menebak kemana dan apa yang akan dilakukan rekannya pada pria itu.
Kini gilirannya menyelesaikan pria yang tadi masuk ke supermarket mengikuti Anneke. Dia pun memakai topi biru dongkernya dan memakai masker agar menutupi wajahnya.
Setelah memasuki supermarket pria kurus itu berjalan berkeliling mencari keberadaan pria tadi. Pria kurus itu bisa melihat keberadaan Anneke bersama temannya yang sedang sibuk berbelanja.
__ADS_1
Pria kurus itu pun melihat si penguntit muncul dari balik salah satu rak dan sengaja menyenggol Anneke hingga hampir terjatuh dan pria itu berpura-pura menolongnya lalu meminta maaf.
Semuanya di rekam oleh pria kurus itu dan dilaporkan pada bosnya. Dia mengambil beberapa foto dan mengirimnya pada bosnya. Pria kurus itu terus mengikuti Anneke dari kejauhan.
Dia mengambil minuman kaleng dan membawanya ke kasir. Dia berdiri tepat di barisan yang sama dengan Anneke sedangkan pria penguntit sudah duluan keluar dari kasir.
Setelah Anneke selesai membayar belanjaannya, dia menarik tangan Nesha keluar dari supermarket menuju ke parkiran. Anneke mengedarkan pandangannya kembali untuk memastikan tidak ada orang yang menguntitnya.
Lalu dia memasukkan barang belanjaannya kedalam bagasi mobil. Namun pria kurus itu melihat si penguntit seperti kebingungan di tempat parkir.
Pria kurus itu tersenyum, “Hahaha pasti kau mencari temanmu bukan? Rekanku sudah mengamankan teman-temanmu! Kini giliranmu!’ ucapnya. Setelah mobil Anneke meninggalkan parkiran, pria kurus itu berjalan kearah parkiran dan menghampiri si penguntit. Tanpa aba-aba dia melayangkan pukulan tepat di tengkuk penguntit itu.
BUG BUG!
“Akkhhh……siapa….” pria itu meringis kesakitan dan menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memukulnya. Dia melihat pria kurus bertopi dan bermasker. “Siapa kau? Kenapa kau memukulku?”
“Aku yang harusnya bertanya padamu! Siapa kau? Kenapa kau menguntit Nyonya-ku dan memotretnya diam-diam? Apa kau mau mati, hah?” teriak pria kurus itu.
Untungnya mereka berada di parkiran paling ujung, disana tidak ada siapapun. “Katakan siapa yang menyuruhmu?” teriak pria kurus itu lagi sembari melayangkan pukulan.
“Kau mencari teman-temanmu bukan? Biar kuberitahu, teman-temanmu tidak ada lagi disini!”
“Apa maksudmu? Siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba memukuliku?” pekik penguntit itu.
__ADS_1
BUG BUG! Dia membalas pukulan si pria kurus namun hanya memukul angin karena pria kurus itu sudah lebih dulu menghindar. Pria kurus itu justru menendang ************ penguntit hingga dia berteriak kesakitan! Lalu pria kurus itu memegangi lengan kanan si penguntit dan mematahkannya.
“Berani kau menguntit Nyonya-ku? Kalau kau masih bungkam maka aku akan mematahkan tanganmu.”