MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 69. MENGERJAI JESICA


__ADS_3

“Model itu kan hanya woman companion saja. Nona Shelly brand ambassador salah satu produk perusahaan ini. Aku rasa Nona Shelly hanya sebatas rekan kerja dan pendamping saja kalau ada acara sosial ataupun acara perusahaan. Sedangkan dengan manajer Jesica sepertinya cukup serius.”


“Kalau begitu sama saja manajer Jesica jadi orang ketiga sekarang, iyakan?”


Ting!


Pintu lift terbuka dan para karyawan itu bergegas keluar dari lift meninggalkan Anneke yang terdiam membeku dipojokan dengan wajah penuh tanda tanya. Manajer Jesica sering pulang larut malam bersama Noah?


Apakah memang benar begitu yang terjadi selama ini? Entah mengapa mendengar itu hati Anneke yang sebelumnya dingin tiba-tiba terasa sakit.


Dia merasakan hatinya seperti tertusuk tarum, apakah Noah memiliki skandal di perusahaany? Dengan Manajer departemen desain itu? Dia mencoba mengingat-ingat di kehidupan sebelumnya apakah Noah dan Jesica memiliki hubungan?


Apakah wanita itu juga telah tidur diranjang Noah? Apakah mungkin dulu Noah selalu menolaknya karena dia bukan sibuk bekerja tetapi karena dia jatuh cinta pada wanita lain?


Anneke mengatur napasnya, dia seakan-akan kesulitan bernapas. Ada berapa banyak sih sebenarnya wanita yang pernah bersama Noah? Dia kembali mencoba mengingat lagi apa yang terjadi dikehidupan sebelumnya.


Namun setelah beberapa saat, dia tidak pernah mengingat ada seseorang bernama Jesica yang menjalin hubungan dengan Noah di kehidupan sebelumnya.


“Ehm….aku akan cari tahu! Mungkin saja aku lupa. Tapi aku yakin tidak ada nama Jesica yang muncul di kehidupan sebelumnya. Tapi, tidak masalah! Noah akan kutuntut kalau sampai dia melanggar persyaratan yang sudah kuajukan tempo hari.” kini Anneke berpikir positif dan akan menghadapi siapapun itu yang mengganggu kenyamanan hidupnya.


Akhirnya dia sampai di lantai atas, pintu lift terbuka tepat didepan kantor Noah yang langsung memperlihatkan dua orang disana. Dibalik kaca itu Noah terlihat duduk di sofa dengan memegang sebuah dokumen ditangannya.


Dan beberapa menu makanan yang tersedia dimejanya. Sedangkan diseberangnya ada seorang wanita cantik berpakaian kantor.


Wanita itu memegang sebuah kotak keemasan. Dari kejauhan hanya melihatnya saja maka siapapun dapat menebak kalau mereka berdua pasti sedang menikmati makan siang berdua.


Anneke sedikit terkejut dengan apa yang dilihatnya. Berarti benar apa yang digosipkan para karyawan tadi. Ternyata Noah yang dikehidupan sebelumnya sangat dia cintai berselingkuh dikantor.

__ADS_1


‘Oh pantas saja, di kehidupan dulu dia tidak boleh memasuki perusahaan ini. Rupanya hal seperti ini yang disembunyikan suaminya itu selama ini. Pikiran liar dan ide jahatmu mulai berkeliaran dengan dasyatnya dibenak Anneke.


Setelah beberapa detik, dia melepaskan masker dan kaca mata hitamnya. Mungkin sebaiknya dia harus masuk kesana.


Bukankah ini akan jadi permainan yang sangat menarik? Jika memang benar kedua orang itu berselingkuh selama ini maka dia akan mudah menceraikan Noah. Memikirkan itu saja membuat Anneke tersenyum senang.


Jika dugaannya salah, setidaknya dia bisa menuntut ganti rugi pada Noah sesuai perjanjian mereka tempo hari. Noah sudah setuju kalau dia tidak boleh dekat dengan wanita lain.


Dengan langkah mantap, Anneke menuju ke pintu ruangan itu dan tanpa mengetuk dia langsung membuka pintu. Sedangkan didalam ruangan itu Jesica sejak tadi sengaja mengulur-ulur waktu dengan mengajukan banyak pertanyaan mengenai proyek baru perusahaan Arsenio. Dia bahkan membuka dua kancing atas kemejanya sehingga memperlihatkan leher dan dada mulusnya.


Jika dia menundukkan tubuhnya sedikit saja maka belahan dadanya terlihat jelas. Noah tidak memperhatikan itu, sejak Jesica masuk keruangan itu dan memberikan dokumen pada Noah, pria itu hanya fokus membaca dokumen ditangannya sembari menjawab pertanyaan Jesica. Saat Jesica sedang serius menatap Noah, pintu terbuka lebar.


Anneke berjalan dengan tegap sambil melenggokkan pinggangnya. Hari ini dia memakai terusan sebatas lutut yang memperlihatkan lekukan tubuhnya. Dia mengenakan sepatu tumit tinggi yang memperlihatkan betisnya yang mulus dan ramping. Dia tersenyum pada Noah yang menatapnya.


“Halo, suamiku sayang! Apa kau sudah makan?”


Sedangkan Noah menelan salivanya saat memandang istrinya yang terlihat cantik dan mempesona dengan penampilannya hari ini. Dia tersenyum melihat cara berjalan Anneke yang seolah menggodanya.


Dia sadar kalau Anneke pasti sengaja melakukan itu. Wanita itu tidak pernah berjalan melenggak lenggokan pinggangnya seperti itu. Apa dia tidak takut pinggangnya patah atau keseleo?


“Ehm, aku belum makan. Aku menunggumu sejak tadi. Kenapa lama sekali, sayang?” ucap Noah.


Anneke tanpa sadar sudah menggoda pria itu. Dia langsung duduk disebelahnya dan mencium pipi Noah.


Melihat pemandangan didepannya, Jesica merasa canggung dan sakit hati. Dia terlihat seperti seorang pelakor ditengah-tengah sepasang suami istri itu.


Noah merasa senang dengan sikap menggoda Anneke dan tak mau kehilangan kesempatan. Dia pun memeluk wanita itu lalu mencium pipinya didepan Jesica yang langsung merona merah karena emosi.

__ADS_1


‘Apa-apaan mereka ini? Apa mereka tidak melihatku ada disini?’ dengus Jesica kesal.


‘Dasar brengsek! Mengambil kesempatan dalam kesempitan! Ehm….baiklah Noah! Kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini.’ bisik hati Anneke tersenyum menatap Noah. Lalu dia memalingkan wajahnya menatap kearah Jesica dan berkata,


“Apa itu yang kau bawa? Apakah kau mengajak suamiku makan siang bersama?”


Lagi-lagi Jesica tak bisa berkutik dibuat Anneke yang sepertinya sudah membaca isi kepalanya. Wanita itupun memaksakan senyum meskipun agak canggung.


“Oh, bukan begitu. Saya membuat kue ini dan ingin memberikannya pada Tuan Noah sebagai ucapan terimakasih.” ujar Jesica menjelaskan. Dia tidak bisa memikirkan alasan lainnya sehingga dia mengatakan itu.


“Oh begitu! Tapi anda mungkin tidak tahu ya kalau suamiku alergi makanan manis. Anda bisa memberinya pada karyawan lain atau pada Levi! Dia suka makanan manis.” ucap Anneke kembali tersenyum.


“Suamiku sangat berhati-hati dalam soal makanan karena dia menjalani diet ketat untuk menjaga kesehatannya. Biasanya aku yang mengatur menu makanan sehari-harinya.”


Anneke ingin tertawa saat ini ketika dia melihat ekspresi wajah Jesica yang serba salah! Dia tidak akan membiarkan siapapun dekat dengan Noah. Sama seperti apa yang pria itu lakukan padanya, jika Noah bisa mengendalikannya maka dia pun akan mengendalikan Noah. Anneke menoleh pada Noah dan menggenggam tangannya sambil menekan kukunya ketangan Noah.


“Sayang, kenapa kantormu bisa dimasuki dengan mudah? Bukankah untuk urusan meeting atau diskusi pekerjaan tidak harus bertemu langsung denganmu bukan?” tanya Anneke.


Noah pun paham apa yang dimaksudkan oleh istri nakalnya itu. Dia sudah menyetujui persyaratan dari Anneke untuk tidak dekat-dekat dengan wanita manapun. Dan itu termasuk karyawannya bukan?


“Ya, kau benar!” kata Noah lalu berkata pada Jesica, “Lain kali, masalah pekerjaan kau berurusan dengan asistenku atau sekretarisku saja! Atau kau bisa mengemailku jika ada pertanyaan atau masalah dengan pekerjaan. Tidak perlu membuang waktuku seperti ini.”


Jesica bak tertikam pedang tajam tepat di ulu hatinya, dia benar-benar merasa malu dan dipermalukan oleh dua orang didepannya.


“Maafkan saya Tuan Arsenio. Kalau begitu saya pamit.”


“Ya, silahkan! Kami juga buru-buru untuk makan siang. Lain kali jangan membuang waktu atasanmu untuk hal tidak berguna seperti ini ya. Kalau suamiku sakit karena telat makan siang, bagaimana?”

__ADS_1


“Ba---baik Anne----”


__ADS_2