
Dia juga merasa risih dengan gadis gendut teman sekelasnya waktu kuliah dulu yang terus saja menempel padany. “Ervin! Aku tidak tahu! Tapi aku yakin Anneke pasti datang, percayalah.”
Kaylee masih berusaha menjelaskan kepadanya sebelum dia akhirnya mendengar suara notifikasi di ponselnya. Ekspresi wajah Kaylee pun langsung berubah menjadi gembira,
“Ervin, lihatlah ini ada pesan dari Anneke. Sudah kubilang dia pasti datang, mungkin dia hanya sedikit terlambat saja.” Kaylee merasa sedikit lega karena Anneke membalas pesannya.
Tanpa menunggu lama dia langsung membuka pesan itu. Namun setelah membaca isinya, Kaylee menjadi membelalakkan matanya tak percaya. Emosinya langsung memuncak.
‘Kaylee….Maaf ya aku tidak bisa datang. Aku masih berada di villa bersama Noah. Kemarin dia mengajakku kesini untuk berakhir pekan dan menghabiskan waktu bersama. Maklumlah, kami sama-sama sibuk akhir-akhir ini. Noah ingin menghabiskan waktu bersamaku.’
Anneke sengaja mengarang cerita seperti itu untuk memanas-manasi Kaylee dan memberinya pelajaran.
BRAK! Bagai disambar petir Kaylee menjatuhkan ponselnya ke lantai.
“Apakah Anneke akan datang?” meskipun marah tapi Ervin masih berharap untuk bertemu sang dewi pujaaan hatinya yang selalu diimpikannya.
“Dia……” Kaylee tidak tahu harus membuat alasan apa lagi. Anneke benar-benar sengaja mempermainkannya. ‘Di villa? Bersama Noah? Sialan!’ geramnya dalam hati.
*******
Sepiring pancake dengan olesan cranberry sauce tersaji didepan Anneke yang tertawa terbahak-bahak. Dia memandangi ponselnya dan merasa sangat puas dengan serangan balasan pada sepupu jahatnya kali ini.
Sebenarnya yang terjadi beberapa hari lalu saat Kaylee mengundangnya untuk bertemu, tak sengaja Anneke membuka-buka album miliknya masa kuliah dulu.
Entah mengapa kehidupannya yang lalu dia teringat dengan sosok pria gendut yang selalu datang saat dia makan bersama Kaylee. Bahkan pria itu selalu mencari kesempatan untuk duduk disampingnya.
Apakah itu hanya kebetulan saja atau memang Kaylee sengaja melakukannya? Jika Kaylee memang sengaja, bukankah ia harus memberinya pelajaran berharga?
__ADS_1
Setelah berpikir beberapa saat, dia pun mencari kontak kedua orang yang dia rasa bisa memberikan kejutan pada Kaylee dan Ervin.
Akhirnya Anneke pun menemukan kontak kedua orang itu dan menyuruh mereka datang ke cafe es krim itu hari ini untuk bertemu Kaylee dan Ervin. Akhirnya rencananya berhasil! Dia berhasil membuat Kaylee kesal.
‘Ah, lega rasanya kalau bisa balas dendam sama orang jahat seperti dia. Biarkan sajalah, yang duluan jahat kan Kaylee? Sah-sah saja kalau aku membalasnya kan?’ bisik hati Anneke.
“Hahahahaha……” Anneke tidak bisa menahan tawanya melihat beberapa foto double date yang baru saja dia terima dari fotographer yang dibayarnya untuk mengambil foto di cafe itu. Terlihat di foto itu wajah Kaylee yang masam.
Dia duduk berdampingan dengan pria berkacamata dengan wajah jerawatan. Sedangkan wajah Ervin nampak sangat marah memandang Kaylee karena ulah gadis gendut disebelahnya yang selalu menyuapinya.
Bukankah mereka berempat terlihat begitu manis? Anneke tidak pernah menyangka jika mengerjai Kaylee bisa semenarik dan semenyenangkan ini.
“Hahahahaahha……” tawa Anneke kembali pecah. Fotographer baru mengirimkan foto lain lagi. Tampak Deniz memeluk bahu Kaylee saat Ervin memarahinya dan meminta Kaylee mengembalikan uangnya.
Fotographer itu bahkan mengirimkan video singkat padanya yang berisi kemarahan Ervin karena dia merasa Kaylee sudah menipunya.
“Ehem!” sebuah suara mengejutkan Anneke. Dia pun mendongakkan kepala dan terkejut melihat sosok yang berdiri didepannya. Pria itu nampak sangat…..seksi dan menggoda pada saat bersamaan dengan kemeja yang dilipat lengannya sampai disiku.
Apalagi kedua lesung pipi itu…..benar-benar manis! Rasanya dia ingin menggigitnya tepat disana. Anneke menelan salivanya dan hanyut dalam pikirannya.
Tunggu? Lesung pipi? Kenapa dia jadi terjerat pada pesona pria itu lagi? Ah, ternyata benar yang dikatakan orang-orang kalau tak ada seorang wanita pun yang bisa menolak pesona seorang Noah Killian Arsenio.
‘Aku tidak boleh jatuh dalam pesonanya. Tidak boleh! Tidak boleh! Sadarlah Anneke, ingat semua perlakuannya padamu di kehidupan sebelumnya dan juga selama dua tahun ini. Sadarlah…..”
Anneke bergumam lirih sambil menepuk-nepuk kedua pipinya. Sayangnya jaraknya dengan Noah sangat dekat sehingga gumamannya itu masih bisa didengar Noah.
“Dasar gadis bodoh…..” gumam Noah sambil menggelengkan kepalanya. Setelah dia mendengar semua ucapan kucing nakal yang diklaim menjadi miliknya itu.
__ADS_1
‘Apa katanya? Lepas dari pesonanya? Silahkan bermimpi saja.’ Noah mendengus, dia tidak akan mengijinkannya. Setelah mengambil sepotong pancake Noah segera menjejalkan kemulut Anneke agar gadis itu berhenti mengoceh.
“Ehmmm….ehmmmm….Noah…..” Anneke merasa kesulitan membuka mulutnya yang penuh dengan pancake yang mau tak mau harus ia kunyah. ‘Kenapa pria ini menjejali mulutku begitu saja?’ gerutu Anneke didalam hatinya sambil mengunyah makanan itu.
“Diamlah……kau mengoceh terus tertawa sendirian dari tadi seperti orang gila.” dengan elegan Noah memotong-motong pancake miliknya dan memakannya satu persatu.
Dia meneguk segelas mix fruit smoothie yang terasa sangat menyegarkan. Setelah menghabiskan pancake dimulutnya Anneke teringat tentang masa depannya. Jika dia ingin masa depannya indah bukankah dia harus meluruskan semuanya dengan pria ini? Kemudian menjauh setelah semuanya selesai? Dia harus segera menemukan pengacara handal untuk mengurus perceraiannya lagi.
Hubungan mereka saat ini terasa sangat aneh. Teman? Mereka tidak berteman! Pacar? Mereka juga tidak pacaran! Suami istri? Rasanya itu hanya dikertas saja karena surat cerai sudah dibatalkan Noah.
Bukankah Noah tidak pernah melamarnya dulu? Tidak ada acara pernikahan, tidak ada pesta dan cincin kawin darinya! Bos dan bawahan juga bukan? Rekan bisnis?
Mana ada bos atau rekan bisnis menggerayangi rekannya seperti itu? Kalau begini terus Anneke yang rugi besar. Dia harus berdiskusi dengan Noah mengenai hal ini dan memperjelas batasan mereka setelah berpisah, dia tidak akan terlalu dirugikan.
“Noah….aku ingin meluruskan sesuatu denganmu. Ini adalah hal yang sangat penting bagiku.”
Anneke mendadak memasang wajah serius.
“Salah!” Noah spontan menjawab dengan santai sambil kedua tangannya memotong pancake.
“Apa yang salah? Aku belum mengatakan apapun padamu?”
“Panggilan itu…..” ujar Noah nampak meladeni keseriusan Anneke dan meletakkan garpunya begitu saja. “Kau salah memanggilku.”
“Panggilan apa memangnya? Namamu kan Noah?” ujar Anneke memicingkan matanya.
Melihat kebodohan istrinya itu Noah pun tidak ingin berdebat. Dia mengambil garpunya dan pisau lalu melanjutkan makannya. Dia sama sekali tidak mempedulikan Anneke yang mengoceh. Melihat ucapannya sama sekali tidak digubris, Anneke merasa geram! Bagaimanapun dia harus memperjuangkan batasan antara mereka bukan?
__ADS_1
“Noah! Begini……” katanya lagi memulai pembicaraan. Sayangnya pria itu kembali memotong dengan menjejalkan potongan besar pancake kemulutnya.
“Ehm…..!” Anneke membelalakkan matanya menatap tajam pada Noah. ‘Sialan! Kalau begini mana mungkin aku bisa mengajaknya bicara serius?’ gumamnya kesal didalam hati. Dengan susah payah dia mengunyah makanan dimulutnya.