
“Noah! Kita sudah bercerai! Aku akan pastikan bahwa kali ini surat cerainya sah! Lihat saja nanti! Tidak akan pernah ada tugas utama! Huh!”
“Baiklah, kalau itu maumu! Silahkan saja urus kembali surat cerainya! Tanpa persetujuanku memangnya kau bisa cerai? Aku tunggu ya surat panggilan dari pengadilannya.” kali ini Noah nampak santai dan tidak merasa terganggu.
Anneke pun hanya bisa diam, apa yang dikatakan Noah itu benar. Bagaimana caranya bisa bercerai kalau pria itu tidak akan pernah menceraikannya. Dia pun menghela napas panjang sambil berpikir keras.
Kalau memang begini jalannya, maka dia harus bisa mendapatkan semua keuntungan dari suami brengseknya itu. Anneke kembali tersenyum menatap Noah.
‘Tidak ada juga gunanya aku terus menentangnya! Surat cerai yang sudah sah saja bisa dibatalkan! Bagaimana aku bisa mengajukan gugatan cerai kalau begitu? Baiklah, aku ada ide.’ pikirnya.
“Baiklah, Tuan Arsenio yang terhormat. Aku tidak akan mengajukan gugatan cerai. Tapi kau harus berjanji dua hal padaku sebagai syaratnya.
“Baiklah. Apa syaratnya?” Noah terlihat santai dan tetap tak terpengaruh meskipun dia tahu kalau istrinya itu sedang ingin mempermainkannya. Toh, tidak masalah selama Anneke tidak menggugat cerai.
Dia tidak akan pernah menang, karena Noah adalah seorang monster didunia bisnis yang terbiasa mendominasi lawan-lawannya. Siapa yang dapat melawanny?
“Noah, mulai sekarang kau tidak boleh sembarangan lagi menyentuhku. Kalau kau melakukannya, kau bisa merusak masa depanku! Itu syarat pertama. Dan kau harus memenuhi semua kebutuhanku yaitu uang saku bulanan, belanja sehari-hari dan belanja kebutuhan wanita setiap bulannya, memberiku uang deposito sebagai jaminan. Kau juga tidak bisa memiliki wanita lain diluar sana. Kau paham itu?”
Mendengar syarat bodoh itu, Noah hany tersenyum tipis dan mengeryitkan dahinya. Syarat pertama sangat tidak disukainya, syarat lainnya tidak jadi masalah. Dia punya banyak uang dan tidak masalah jika jika membelanjakan semua uangnya untuk istrinya. Tetapi setelah dia pikir-pikir, tidak masalah mengikuti kemauan wanita itu untuk sementara waktu.
Setelah Anneke jatuh dalam pesona, maka wanita itu sendiri yang akan melemparkan dirinya padanya. Dia bertekad agar menguasai wanita itu sepenuhnya.
__ADS_1
“Semuanya tergantung sikapmu, jika kau tidak menggodaku maka aku tidak akan menyentuhmu. Syarat lainnya tidak jadi masalah, bukankah selama ini aku juga memberimu uang bulanan? Aku akan menambah uang bulananmu.”
“Oke, jangan khawatir. Aku tidak akan pernah menggodamu! Kau juga harus ingat, kau tidak boleh dekat-dekat dengan wanita manapun yang membuat nama baikku diluar sana tercoreng. Sebagai istrimu, aku harus dihormati!” Anneke mengucapkannya dengan penuh keyakinan.
Namun tanpa dia sadari sebenarnya Noah sangat mudah tergoda olehnya. Tanpa Anneke melakukan apapun, Noah sudah tergoda. Bukankah sama saja, syarat yang diajukan Anneke itu sia-sia? Makanya Noah hanya senyum-senyum dan mengiyakan semua permintaan istrinya.
“Ya sudah, sekarang cuci wajahmu yang kotor itu. Kau tidur ilermu sampai menetes. Setelah itu kita pulang. Atau kau mau makan diluar?”
Noah melirik pipi Anneke dengan riasannya yang sudah mulai luntur akibat air liurnya yang membasahi pipinya. Istrinya itu benar-benar….memang sesuatu!
“Apa katamu?” Anneke meraba-raba pipinya dan memang ada terasa kasar di pipinya seperti air liur. ‘Aduh…..memalukan sekali! Bagaimana bisa aku tidur sampai ileran gini sih?’ pikirnya. Dengan sigap dia bergegas mengelapnya dengan tisur basah lalu berlari ke kamar mandi.
Saking malunya, dia bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan Noah padany. Kedua pipinya merona, Anneke mengambil handuk kecil dari laci. Kemudian dia membasuh wajahnya di wastafel dan mengelapnya.
Beberapa hari berlalu tak terasa, baik Noah dan Anneke sama-sama disibukkan dengan pekerjaan mereka di perusahaan masing-masing.
Untungnya kantor Anneke berada tak jauh dari kantor Noah sehingga memudahkannya bolak balik jika ada masalah pekerjaan yang harus didiskusikan. Kini sudah akhir pekan dan semua orang bisa bersantai.
Sekilas ada rasa sedih menyelinap di hati Anneke mengingat sikapnya di kehidupan yang lalu. Dulu yang ia tahu hanyalah bermain-main dan mengganggu kesibukan Noah. Dia tidak mengetahui atau bahkan tidak pernah berpikir jika dibawah pria itu ada ribuan pekerja yang menggantungkan hidup mereka atau bahkan keluarga mereka dipundaknya.
Jika dipikir-pikir, bukankah Anneke sangat egois dan kekanak-kanakan di kehidupannya yang lalu?
__ADS_1
Kini Anneke bisa merasakan beban dan tanggung jawab itu setelah dia mempunyai perusahaan sendiri. Yang dia pikirkan setiap hari adalah bagaimana dia bisa memajukan perusahaan dan kesejahteraan karyawannya.
Jujur saja, sebagai seorang penerus perusahaan ayahnya, dulu dia sama sekali tidak pernah terpikirkan tentang nasib perusahaan Runako dan semua hal yang ada didalamnya. Lalu bagaimana mungkin dia bisa memimpin perusahaan Runako dan perusahaannya di masa depan jika dia tidak belajar? Untungnya dia memiliki kesempatan kedua untuk mengubah semuanya.
Anneke harus menjadi lebih dewasa dari sebelumnya dan yang terpenting dirinya tidak boleh dibutakan lagi oleh cinta. Dia harus lebih mencintai dirinya sendiri! Tidak lagi mengejar cinta yang membuatnya kehilangan segalannya. Konyol sekali bukan? Itu kebodohan dikehidupan yang lalu dan dia tidak akan mengulangnya dikehidupan sekarang.
Saat ini dia sedang melangkah memasuki lobi perusahaan Noah. Anneke memakai kacamata hitam dan masker sehingga tidak dikenali karyawan disana. Dia memasuki lift dan berdiri paling sudut dibagian belakang. Dia bisa mendengar percakapan beberapa karyawan didalam lift itu.
“Hey apakah kalian melihat manajer Jesica? Aku tadi mencarinya tapi tidak ada diruangannya.”
“Memangnya kau ada urusan apa menemuinya?” tanya pria disebelahnya.
“Mau menanyakan tentang proyek baru itu, aku akan ditugaskan dilapangan jadi ada beberapa hal yang harus kutanyakan padanya tentang desain.”
“Oh, memangnya kau tidak tahu ya? Tiap jam makan siang Manajer Jesica tidak makan di cafetaria ataupun di kantornya..”
“Kalau begitu, dia makan dimana selama ini? Bukankah semua karyawan mendapat jatah makan di cafetaria yang dari perusahaan?”
“Dasar bodoh! Kau sudah lama bekerja di perusahaan ini tapi kau tidak tahu gosip ya? Tentu saja Manajer Jesica selalu makan bersama Tuan Noah. Bahkan mereka selalu berdia. Tuan Noah dan Manajer Jesica selalu menghabiskan waktu mereka berduaan di kantor.”
“Benarkah? Pantas saja selama ini dia selalu pulang larut malam. Tapi bukankah Tuan Noah sudah menikah?”
__ADS_1
“Dia kan baru mengumumkan kalau dia sudah menikah! Mungkin saja Tuan Noah memang baru menikah tapi selama ini dia ada hubungan dengan manajer Jesica.”
“Jadi selama ini dia bersama Tuan Noah? Aku dengar diatap gedung ini ada apartemen rahasia Tuan Noah. Astaga apakah mereka selama ini disana? Lalu bagaimana dengan model itu?”