MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 30. MENJALANKAN RENCANA


__ADS_3

Di sudut kamar itu, tepatnya disebelah ruang penyimpanan bajunya sepertinya ada sesuatu yang belum pernah Anneke lihat sebelumnya. Dia beranjak dari ranjangnya, Anneke ingin melihat lebih dekat benda yang menyerupai sebuah plastik berwarna hitam dan berukuran sangat besar itu. Kenapa ada plastik besar disana? Apakah itu potongan tubuh Noah? Hahaha semoga saja!


Setelah semakin mendekat, Anneke dapat memastikan bahwa benda itu memanglah sebuah plastik yang telah terisi penuh dan menggelembung dengan sangat besar. Kedua alis Anneke sedikit mengeryit karena merasa penasaran dengan isi didalam plastik ukuran super jumbo itu. ‘Apa sih isinya plastik ini? Kenapa sampah diletakkan disini? Ck!’


Atau jangan-jangan Noah sedang bersembunyi didalam sana untuk menakutinya? Dengan pemikiran itu, Anneke sedikit berjaga-jaga sambil memasang kuda-kuda kalau saja tiba-tiba pria itu muncul begitu saja dari dalam plastik hitam itu. Mungkin hal ini terdengar sedikit gila, tetapi Noah memang tipe manusia yang bisa melakukan segala hal.


Untuk itu, mulai sekarang Anneke harus bisa melindungi dirinya sendiri. Semakin dekat, Anneke kemudian dapat memastikan bahwa itu bukanlah suami busuknya yang ingin mengejutkannya. Tunggu. Kalau begitu kira-kira benda apa yang berada didalam plastik sebesar itu? Kenapa bergelembung seperti itu ya?


Setelah mendekat Anneke kemudian meraih ujung plastik yang sudah diikat itu. Siapapun yang melihat tali pada plastik hitam besar itu pasti sudah tahu jika plastik itu sudah siap untuk dibuang. 


Tapi Anneke masih sangat penasaran dengan isi didalamnya sehingga kemudian dia memutuskan untuk hanya mengintip sedikit saja. Hanya sedikit, tidak akan masalah bukan?


Lalu perlahan dia mulai menarik tali pada plastik itu sedikit demi sedikit hingga tali itu terlepas dan menampilkan seonggok baju yang telah tercabik-cabik.


“Oh. Hanya baju….” gumamnya kemudian. Saat ini tentu saja Anneke sudah merasa lega karena berhasil mengobati rasa penasarannya itu. “Fuuuhhhh! Kirain apa.” gumamnya.


Dengan perasaan lebih nyaman ia kemudian hendak berbalik sebelum ia menyadari sesuatu. Tunggu! Baju??? Hah? Isinya benaran baju? dia memutarkan bahunya dengan cepat, Anneke kemudian menunduk untuk membuka kembali plastik itu lebar-lebar dan menumpahkan seluruh isinya yang ada didalamnya.


Benar saja, itu adalah semua baju-baju miliknya! Oh tidak! Dengan gemetar Anneke lalu memegang robekan-robekan kecil baju yang telah tercabik-cabik oleh gunting itu.semuanya hancur berkeping-keping yang tidak mungkin dikenali lagi bentuk dan modelnya.

__ADS_1


“Arrrrgggggg……...brengsek! Noah! Kenapa baju ku semuanya tercaik-cabik?”


Ya itu adalah kumpulan baju-baju usang yang dipakai oleh Anneke untuk menyamar selama dua tahun terakhir. Tidak hanya itu saja, dibagian bawa plastik itu juga nampak wig yang sudah terpotong-potong tidak beraturan dan juga peralatan make-up yang sudah hancur tak berbekas! Sudah bisa dipastikan siapa orang yang menghancurkan barang dengan cara kejam seperti itu.


Pasti orang yang melakukan itu sedang berada pada tingkat emosi yang sangat tinggi! Sedikit mengangakan mulutnya karena tidak percaya, Anneke sudah tahu siapa pelakunya! Dasar sialan! Pria brengsek itu sudah semakin berani menyentuh barang pribadinya. Semakin kuatlah tekad Anneke untuk membalas dendam.


“NOOOOOAAAHHHHHH!!!!!!! Anneke berteriak dengan keras, namun tidak ada jawaban dari manapun karena memang Noah sudah pergi ke kantor sejak tadi pagi. Setelah dia selesai menghancurkan semua properti milik istri yang sudah berani menceraikannya itu. Tadi saat dia bangun, rasa penasaran Noah semakin besar dengan warna kulit istrinya yang gelap.


Tapi saat dia melihat seprai yang bersih tak bernoda coklat kehitaman dan dia ingat saat malam dia mencium istrinya juga semuanya bersih, dia sempat berpikir apakah benar itu body painting atau memang kulit asli? Sembari memijat-mijat kedua pelipisnya Anneke mencoba menenangkan peredaran darah yang sepertinya telah naik ke kepalanya itu.


Rasanya dia ingin meledak dengan aksi-aksi spontan yang dilakukan oleh Noah. Dan aksi ini sama sekali tidak bisa diduganya. Noah yang sekarang rasanya telah melakukan hal yang berbeda dari Noah yang dikenalnya sebelumnya di kehidupannya yang lalu. Lalu bagaimana dirinya harus menghadapi pria itu dikehidupan sekarang?


Ditambah lagi ada baju-baju baru yang sesuai dengan ukurannya yang tersusun dengan manisnya. Apa maksudnya semua ini? Anneke begitu kebingungan melihat aksi Noah kali ini.


Pertama-tama, pria itu tanpa ampun memusnahkan semua baju-baju usangnya didalam koper yang disimpannya ditempat tersembunyi di apartemen itu.


Bahkan Anneke melihat di lemari lainnya sudah terisi baju-baju yang berwarna warni! Apa-apaan pria itu membelikan baju warna warni juga untuknya? Apa maksudnya semua ini? Lalu yang kedua, Noah menata semua baju-baju cantik untuknya dengan sangat rapi dan indah. Lalu apa maksud dari semua ini? Baju-baju cantik dan baju-baju berwarna warni! Apa pria itu sedang mengejeknya?


Tidak sempat mendapat jawabannya, Anneke sudah teringat hal penting lainnya yang harus ia lakukan hari ini juga. Sehingga dia tidak memiliki waktu untuk berlama-lama disana memikirkan semua hal itu.

__ADS_1


Dia harus segera bersiap-siap untuk pergi guna mengatur sebuah rencana sebagai awal dari pembalasan dendamnya. Sebetulnya masih banyak hal yang perlu ia kerjakan. Salah satu contohnya adalah pindah ke kediaman Runako.


Tapi semua barang-barang baru sudah diisi oleh Noah dikamar ini. Kejadian semalam dan pagi ini benar-benar membuat Anneke syok terapi untuk tidak macam-macam dengan Noah, suaminya yang brengsek itu. Sepertinya, keinginannya untuk pindah dari The Bright Condominium terpaksa harus segera dilaksanakan.


“Tidak boleh ditunda lagi! Aku harus pergi dari sini!”


Dia harus segera menjalankan rencananya dan menghilang dari hidup Noah. Setelah merubah agendanya untuk hari ini, Anneke bergegas memasukkan sampah-sampah baju usang itu kembali kedalam plastik dan mengikatnya dengan tali. Mungkin nanti ia akan meminta petugas cleaning service untuk menyingkirkannya.


Lagipula, Anneke tidak lagi membutuhkan baju-baju itu. Dia ingin membeli yang baru karena direncana barunya dia akan memainkan dua identitas sekaligus. Sejujurnya Anneke tidak marah dengan tindakan Noah pagi ini, bahkan ia ingin mencabik-cabik dengan ganas semua pakaian busuk pemberian Kaylee!


Tapi sayangnya, Noah lebih dulu melakukannya. Bukankah ini tidak adil? Soal Noah, Anneke akan berbicara empat mata dengannya dan akan menyelesaikan hubungan mereka secepatnya dengan baik-baik. Mungkin setelah agenda Anneke hari ini selesai. Tapi keinginannya sepertinya berjalan tidak sesuai dengan rencananya.


“Ah sudahlah, aku harus memikirkan cara terbaik untuk menghilang! Dengan begitu aku bisa muncul dalam bentuk Anneke yang asli. Hmmm…..bagaimana caranya ya? Aku harus bicara dengan nenek. Mungkin dia bisa membantuku melakukan itu.” Anneke tersenyum lalu dia memutuskan untuk kembali ke rumah keluarga Runako dan meninggalkan semua barang-barangnya di apartemen itu.


Anneke meraih ponselnya lalu menghubungi nenek mertuanya. Tak lama panggilan pun tersambung.


“Halo sayangku. Ada apa menelepon pagi-pagi begini?” tanya Nenek Arsenio.


“Nek, aku tidak bisa tinggal disini lebih lama lagi! Secepatnya harus segera pergi dan menghilang dari kehidupan Noah agar rencana kita berhasil.”

__ADS_1


__ADS_2