MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 35. MERASA MALU


__ADS_3

Namun setelah beberapa menit berlalu kedua kasir itu tetap mengalami kendala yang sama. Lalu mereka melihat kearah Kaylee dan berkata,


“Maaf Nona, sepertinya kartu kredit ini tidak bisa diakses. Apakah anda mempunyai kartu lainnya?” kata salah satu kasir itu menjelaskan.


“Apa kau bilang barusan? Kartu itu tidak bisa digunakan? Mana mungkin? Apa kau tidak lihat kalau itu kartu unlimited, coba lagi mungkin saja mesin kalian yang rusak!”


Kaylee terlihat marah dan juga sedikit bingung dan mencoba memikirkan perkataan kedua kasir itu. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi pada kartunya? Mendengar perkataan kasir barusan membuat wajah Kaylee berubah masam.


‘Tidak mungkin kartunya bermasalah! Pasti masalahnya ada di jaringan atau mesin mereka saja! Selama ini kartu itu tidak pernah ada masalah.’ pikirnya.


“Coba gesek lagi! Mungkin jaringan terganggu! Cepat sedikit!” ujar Kaylee dengan nada marah.


Setelah kasir itu mencoba lagi kartunya beberapa kali ternyata muncul pemberitahuan dilayar kalau kartu itu sudah terblokir.


“Maaf Nona. Disini dikatakan kalau kartu ini sudah terblokir!” ucap kasir lagi sambil menunjukkan notifikasi dilayar mesin pembayaran.


“Apa? Tidak mungkin! Bagaimana bisa kartu itu terblokir?” wajah Kaylee terlihat panik. Perawatan wajah yang baru saja dia lakukan seakan menghilang begitu saja karena ekspresi wajahnya terlalu berlebihan dan tak terkendali.


Dia mulai merasa tidak nyaman dan merasakan ada sesuatu yang salah. Setelah berpikir sejenak dia teringat jika spa ini berada dibawah perusahaan Runako.


Kemudian dia mengeluarkan kartu pemegang saham berwarna emas yang ada didompetnya.


“Pakai kartu ini saja bayarnya.” Kaylee terdengar sombong saat mengeluarkan kartu pemegang sahamnya.


Seolah dia ingin menunjukkan pada semua orang bahwa dia adalah salah satu pemegang saham di sana. Melihat keberadaan kartu khusus itu beberapa pelanggan mulai bisik-bisik.


Mereka terpukau dengan status sosial Kaylee yang berada didepan mereka. Bahkan seorang pelanggan mengambil foto Kaylee secara diam-diam karena mengira jika Kaylee mungkin adalah seorang pewaris perusahaan yang dapat dia jadikan calon kakak iparnya.

__ADS_1


“Baik Nona….” petugas kasir tampak terkejut melihat kartu khusus itu. Lalu dia mengambilnya.


Kasir itu menggesekkan pada mesin khusu pemegang saham didepannya.


Setelah beberapa saat, rupanya hal yang sama kembali terjadi. Kartu itu……sama seperti kartu kredit yang tadi, juga tidak berfungsi. Kasir itupun menatap Kaylee dengan wajah meringis dan berkata.


“Maaf nona, ternyata akses kartu ini juga ditolak.”


Wajah terpana yang sebelumnya diperlihatkan kasir itupun lambat laun lenyap begitu saja sama seperti para pelanggan yang sedang antri dibelakang Kaylee. Mereka kembali berbisik-bisik, yang sebelumnya mereka memuji wanita itu setinggi langit kemudian mulai meragukan kemampuan kaylee yang masih berdiri didepan kasir. Bahkan wanita yang tadi mengambil foto Kaylee pun bergegas menghapus fotonya.


Sementara kedua teman Kaylee yang berdiri disampingnya pun mulai kebingungan. Mereka merasa heran kenapa semua kartu temannya itu ditolak? Sehingga membuat mereka berusaha mencari ide-ide yang lainnya karena ketakutan mulai merayapi hati mereka.


“Kaylee, bukankah kamu juga punya kartu VIP pra bayar tempat ini?” Melisa mencoba memikirkan cara supaya mereka tidak ditendang keluar dari sana.


Melisa mulai ketakutan kalau Kaylee tidak bisa membayar tagihan mereka. Sedangkan Melisa dan Anjeli sama sekali tidak bisa menolong karena mereka sendiripun tidak memiliki uang banyak. Mendengar masukan dari temannya, hati Kaylee yang sebelumnya merasa khawatir pun menjadi lega.


Ekspresi wajah Kaylee sekilas menjadi tenang karena akhirnya tidak tidak mempermalukan dirinya sendiri didepan kasir. Setelah menyodorkan kartu VIP-nya kepada kasir, Kaylee merasakan sebuah ketidaknyamanan karena beberapa pelanggan yang berada dibelakangnya mulai tidak sabaran terhadap proses pembayaran tagihannya yang memakan waktu sangat lama.


Kaylee melirik kearah belakangnya seakan ingin memberikan ancaman supaya mereka berhenti berbisik-bisik dan membicarakannya. Melihat panjangnya antrian disalah satu kasir membuat beberapa staff yang ada disana bergegas untuk mengurai antrian dengan mempersilahkan mereka untuk melakukan pembayaran dikasir lainnya.


Hal itu membuat Kaylee pun merasa lega karena dia tidak harus merasa tertekan dengan orang-orang yang mulai mencibirnya. Lalu dia menatap kasir didepannya dengan gelisah.


“Bagaimana? Apakah sudah bisa?” tanyanya dengan rasa penasaran. Kaylee tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi seandainya kartu pra bayar itupun tidak bisa digunakan.


Namun dia berusaha membuang pemikiran itu jauh-jauh karena tadi pagi dia masih memeriksa semua status kartu-kartunya dan masih aktif.


“Maaf nona…..kartu ini juga tidak bisa digunakan.” kata kasir itu kepada Kaylee dan teman-temannya yang saat ini terlihat semakin kebingungan. Bergegas petugas itu mengambil semua kartu yang tidak bisa diakses itu dari atas mejanya.

__ADS_1


Lalu dia menyodorkan kembali kepada Kaylee yang tampak mulai tidak senang.


“Apa kau bodoh? Mengapa kartu-kartuku tidak bisa? Jangan-jangan kau yang tidak becus menggunakannya!”


Kaylee seketika berteriak dengan sangat marah pada kasir itu dan dengan lancang dia merebut semua mesin yang ada disana. Dengan wajah serius Kaylee menggunakan kedua tangannya sendiri untuk menggesekkan satu persatu kartunya.


‘Pasti karyawan ini tidak becus melakukannya! Mungkin saja dia karyawan baru dan tidak paham bagaimana cara menggunakan mesin ini.’ keluhnya didalam hati. ‘Tadi pagi aku sudah mengecek semua kartuku dan status masih aktif! Kenapa dia bilang semuanya tidak bisa dipakai?’


“Minggir kalian! Kalian tidak tau sedang berurusan dengan siapa?”


Kaylee dan Melisa bergegas menyenggol keras kedua kasir yang masih berdiri disana. Mereka pun menyingkir dan memberikan ruang untuk Kaylee untuk menggunakan mesin-mesin itu.


“Maaf, tetapi peraturannya disini pelanggan tidak boleh menggunakan mesin.” kata salah satu kasir itu yang tidak dipedulikan oleh Kaylee dan juga Melisa yang sudah memegang mesin itu.


Kaylee yang mengacuhkan kasir itu tetap mencoba menggesek kartu-kartu miliknya dan memasukkan beberapa kode namun setelah beberapa kali mencoba mesin-mesin itu tetap saja tidak merespon dan selalu menampilkan notifikasi ‘Kartu Terblokir.’


Sial! Kaylee memukul salah satu mesin itu sampai retak yang membuat kedua kasir segera bertindak dengan menekan tombol merah yang ada dimeja bagian bawah.


Tombol merah itu adalah tombol emergency untuk memanggil sekuriti. Beberapa saat kemudian beberapa sekuriti datang dan segera menggiring Kaylee dan kedua temannya ke kantor manajer Spa. Dengan wajah yang tampak terkejut, manajer itupun bertanya pada sekuriti,


“Ada apa ini? Kenapa membawa nona-nona ini kesini? Apa masalahnya?”


“Maaf manajer! Mereka tidak bisa membayar tagihannya dan bahkan Nona ini merusak salah satu mesin pembayaran. Dia bahkan mendorong kasir dan memakai sendiri mesin itu.” jawab salah satu sekuriti menjelaskan kejadiannya.


Manajer itu menatap Kaylee sambil memicingkan matanya. Wanita yang sebelumnya bertindak arogan terhadap anak buahnya ternyata tidak mampu membayar tagihan.


‘Cih! Wanita ini tadi sombong sekali dan memarahi Nesha! Sok kaya tapi ternyata tidak mampu bayar tagihan! Minta perawatan paling mahal pula,’ manajer itu bergumam dihatinya dengan senyum sini.

__ADS_1


Dia seakan ingin mengejek para wanita muda dihadapannya itu, tetapi mengingat posisinya dia hanya bisa menahan diri dan memilih bersikap profesional.


__ADS_2