MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 50.AKU TIDAK BUTUH


__ADS_3

“Noah! Kau keterlaluan! Aku mencintaimu! Aku yang selalu bersamamu dan kau sendiri yang menolak istri jelekmu itu!” kata Shelly penuh amarah.


“Berani kau mengatai istriku jelek?” rahang Noah mengetat tak suka dengan kata-kata wanita itu.


“Hahahaha……hebat sekali kau Anneke! Demi mendapatkan Noah, kau bahkan melakukan operasi plastik dan mengubah wajahmu menjadi cantik! Cih! Aku masih ingat betapa jeleknya wajah aslimy!”


Anneke yang marah dengan kehadiran kedua orang itu dengan kuat mendorong Noah hingga dia terbebas dari pria itu. Dia menunjuk kearah Shelly dan Noah, “Kalian berdua silahkan pergi dari sini! Aku muak melihat kalian!” Anneke mendorong Noah. Pria itu yang tak siap pun langsung terdorong dua langkah kebelakang dan dia menatap Anneke.


“Anneke! Tenanglah, sayang! Kau tidak bisa mengusirku, aku akan menyeret wanita ini keluar!” kata Noah langsung menarik lengan Shelly dan mendorongnya keluar lalu menutup pintu dan menguncinya. Kali ini dia memastikan pintunya benar-benar terkunci. Dia menatap Anneke yang sedang marah, “Maafkan aku!”


“Apa permintaan maafmu berguna? Pergilah! Tinggalkan aku sendiri! Aku tidak ingin diganggu.”


“Anne……”


“Noah! Aku muak melihatmu! Keluar!” teriak Anneke dengan marah. Namun pria itu tidak peduli dengan kemarahan Anneke, dia bahkan semakin mendekat dengan cepat menarik Anneke kedalam pelukannya. Noah tidak peduli wanita itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri.


“Tenanglah! Aku tahu kau sangat membenciku! Tidak apa-apa.”


Noah masih memeluk Anneke dan menuntunya ke sofa lalu mendudukkannya tanpa melepaskan pelukannya. Entah mengapa Anneke hanya diam saja tanpa memandang pria itu.


“Jika kau mau memukulku, pukul saja! Katakan apa yang kau inginkan, aku akan penuhi!”


“Menjauhlah dariku! Kita sudah bercerai! Aku mau hidup tenang dan bahagia sendiri.” jawab Anneke.


“Bisakah kau memenuhi permintaanku itu?”


“Kecuali itu! Aku tahu aku salah selama ini! Tapi aku tidak pernah menceraikanmu! Sejauh apapun kau menghindariku, Anneke! Kau akan tetap menjadi istriku!” kata Noah penuh penekanan.


Anneke menghela napas panjang lalu menatap Noah, “Aku tidak butuh status! Meskipun aku harus mengajukan cerai sebanyak seribu kali! Aku akan tetap menceraikanmu!”


Noah hanya tersenyum lalu membelai wajah Anneke dengan penuh kasih, “Aku tidak punya hubungan apapun dengan Shelly! Kau menatapku jijik karena mengira aku punya hubungan dengannya bukan? Dia memang selalu bersamaku tapi hanya sebatas bisnis! Tidak lebih!”


Anneke tersenyum sinis lalu berkata, “Aku tidak butuh penjelasanmu!” dia pun langsung berdiri,


Kali ini Noah tidak menahannya karena dia menyadari tidak ada gunanya memaksakan wanita itu. Hanya akan membuat Anneke semakin membenci dan menjauh darinya.

__ADS_1


“Baiklah! Aku tidak akan mengganggumu lagi! Tenangkan dirimu dan aku tunggu di apartemen malam ini!”


Anneke tidak mengatakan apapun, dia melirik Noah sekilas saat pria itu keluar dan menutup pintu.


‘Aduh! Kenapa semuanya jadi ribet begini? Belum bercerai? Bagaimana bisa?’ bisiknya.


Anneke pun langsung merapikan gaunnya dan menatap wajahnya di cermin, acaranya masih berlangsung dan dia harus segera kembali menemui para tamu yang menunggunya. Saat dia baru saja membuka pintu, Abner berdiri disana menatapnya.


Sementara dibawah ketiga orangtua duduk disebuah ruangan dalam diam.


“Aku tidak bisa diam saja disini! Aku akan menemui mereka.” kata Alfred berdiri.


“Jangan lakukan apapun! Biarkan mereka berdua!” kata Liam pada putranya itu. “Kau dengar sendiri tadi Noah bilang kalau mereka belum bercerai! Kita tidak bisa ikut campur urusan anak muda.”


“Ayah, putriku menderita selama ini oleh pria itu! Kalau mereka belum bercerai maka aku yang akan membuat mereka bercerai! Aku ingin putriku bahagia!” kata Alfred yang langsung melangkah meninggalkan ruangan itu tanpa mempedulikan Liam yang memanggilnya. Tepat saat Alfred tiba di lift, pintu lift itu terbuka dan Noah berdiri disana menatap Alfred.


BUG!


Alfred memukul Noah dengan kuat. “Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti putriku lagi!” dia menarik lengan Noah keluar dari lift dan hendak menghajarnya lagi namun Noah lebih kuat langsung mencengkeram pergelangan tangan ayah mertuanya itu.


“Salah paham katamu? Selama dua tahun kau menyakiti hati putriku! Pergi dan bawa wanitamu itu pergi dari sini! Jangan pernah menemui putriku lagi!” ujar Alfred memandang Shelly yang baru saja tiba disana.


Tadinya dia hendak menemui Noah lagi dan tak menyangka jika dia melihat Noah bersama Alfred disana. Melihat wanita itu membuat emosi Alfred memuncak kembali.


“Bawa wanita itu pergi dari sini!” Alfred mengulangi perkataannya sambil menunjuk ke Shelly. Noah yang tak mau masalah semakin panjang langsung melirik Shelly dengan tajam lalu menyeretnya keluar. Bertepatan saat itu pengawal Noah datang.


“Bawa wanita ini pergi dari sini! Jangan biarkan dia mendekati Anneke!” perintah Noah.


“Baik Tuan.” jawab pengawal itu lalu menatap Shelly, “Mari ikut saya, nona.”


“Tidak perlu memegangku! Aku bisa pergi sendiri!” ujarnya. “Noah! Aku tidak bisa terima semua ini!”


“Cepat bawa dia! Kenapa aku diam saja?” Noah memelototi pengawalnya yang langsung ketakutan dan menyeret Shelly keluar dari sana. Shelly yang marah karena diperlakukan kasar pun tak lagi peduli.


Dia berteriak kencang, “Lepaskan aku! Noah! Wanita itu seorang penipu! Dia bukan istrimu! Dia orang lain yang memakai nama istrimu untuk membalasmu! Noahhhhhh!”

__ADS_1


Karena teriakan Shelly membuat pengawal itu langsung membungkam mulutnya agar tidak ada yang mendengar teriakannya. Dua pengawal lainnya datang membantu menyeret Shelly yang meronta-ronta. Liam dan Mariam yang mendengar suara ribut-ribut pun keluar dari ruangan itu dan melihat Noah dan Alfred yang memandang Noah dengan amarah.


“Sebaiknya kalian berdua masuk dan bicara didalam! Masih banyak tamu diluar.” kata Liam.


Alfred dan Noah pun mengikuti kakek dan neneknya kedalam ruangan lalu duduk dalam diam.


“Jelaskan maksud perkataanmu tadi!” kata Mariam menatap serius cucunya itu. “Kenapa kau selalu saja membuat masalah Noah? Kau bahkan berani membawa wanita itu kesini!”


“Nenek……aku datang sendiri! Aku bahkan tidak tahu wanita itu akan datang! Mungkin Anne yang mengundangnya.” jawab Noah membela diri. “Aku baru sampai di kota ini tadi pagi dan langsung datang kesini dari bandara!”


“Lalu kenapa kau bilang Anneke masih istri sahmu?” tanya Alfred.


“Ayah, maafkan aku! Aku memang belum menceraikan Anneke! Jadi dia masih istriku.”


“Apa? Aku sudah melihat sendiri surat cerai itu!” kata Alfred lagi. Sedangkan Mariam dan Liam hanya saling pandang dalam diam. Ini semua adalah rencana mereka, kini masalahnya bertambah rumit karena seharusnya tidak seperti ini kejadiannya. Meskipun didalam hati keduanya merasa senang karena Noah belum menceraikan Anneke.


Bagi Mariam Arsenio hanya Anneke saja yang pantas menjadi istri Noah. Dia dan Liam yang merencanakan semuanya tapi kini mereka dilema bagaimana cara mengatasi masalah ini dan menjelaskan pada Alfred yang sudah terlanjur marah.


“Ehem, sudahlah! Sebaiknya kita sudahi saja dulu. Saat semuanya sudah tenang baru kita berkumpul lagi dan membicarakan masalah ini.” akhirnya Liam pun bicara.


“Ayah…..” ucap Alfred.


“Kebahagiaan Anneke yang utama dan hari ini dia baru saja memulai bisnis barunya!”


Tak ada lagi yang bicara, Noah hanya menundukkan kepalanya merasa bersalah. Kenapa dia tidak menyadari dan mencari tahu sejak dulu tentang istrinya? Jika dia tahu istrinya secantik itu, mana mungkin dia akan menceraikannya? Untung saja dia bergerak cepat dan berhasil mendesak pembatalan surat perceraian itu.


Didalam hatinya Noah merasa lega dan senang. ‘Kali ini aku harus memperlakukannya lebih baik! Meskipun aku sangat ingin menghukumnya karena sudah berani menipuku.’ bisik hatinya.


“Ayah, kakek, nenek! Aku memang benar membatalkan surat perceraian itu setelah surat itu keluar.” kata Noah ingin menjelaskan untuk membela dirinya. “Aku berhak melakukan itu.”


“Tapi putriku tidak bahagia bersamamu selama dua tahun ini.” ujar Alfred.


“Aku memang salah kurang memperhatikannya selama dua tahun ini karena aku sibuk membangun perusahaan. Dan selama ini kami baik-baik saja.” kata Noah lagi.


“Baik-baik saja katamu? Kau membohongi kami semua!” Alfred semakin marah sambil menunjuk kearah Noah dengan tangan gemetar.

__ADS_1


__ADS_2