MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 37. MULAI BERAKSI


__ADS_3

Anneke terlihat memasuki sebuah apartemen mewah yang sudah dipersiapkan oleh Nenek Mariam untuknya. Setelah kesepakatan mereka berdua untuk memberi pelajaran pada Noah, Mariam Arsenio membelikan apartemen itu untuk Anneke. Dia akan mulai tinggal disana dengan identitas barunya bernama Anne Emanuel Runako. Kini dia tampil dengan wajah aslinya.


Sedangkan Mariam Arsenio yang sudah mengatur semuanya, Anneke Lemuella Runako pergi ke luar negeri setelah resmi bercerai dengan Noah Arsenio. Lalu muncullah Anne Emanuel Runako, seorang wanita cantik dan seorang pengusaha muda.


Mariam Arsenio sudah mempersiapkan semuanya untuk Anneke, meskipun kelak cucu menantunya itu tidak bisa kembali pada Noah namun dia sudah melakukan yang terbaik untuk Anneke.


Dreeetttttt Dreeetttt Dreeetettt


Baru saja Anneke duduk di sofa, ponselnya berdering, dia melihat siapa yang meneleponnya. Senyumnya muncul begitu melihat nama Mariam Arsenio, dia pun langsung menjawab teleponnya.


“Halo nenek.”


“Anneke, apa kamu sudah di apartemen?” tanya Mariam Arsenio.


“Iya nek. Aku baru saja sampai. Ada apa?”


“Ehm….begini Anne. Mulai sekarang nenek akan memanggilmu dengan nama itu. Besok misimu sudah haru dimulai. Besok pagi kamu akan berangkat ke luar negeri. Ada acara lelang amal dan oah juga akan hadir disana besok. Akan ada acara makan malam setelah acara lelang selesai. Nenek sudah siapkan semuanya untukmu disana.”


“Lelang? Tapi aku sama sekali tidak paham tentang lelang, nek.” ucap Anneke.


“Tidak masalah, sayang! Asistenmu paham semuanya. Dia akan menemanimu diacara itu. Nenek juga sudah siapkan gaun untukmu dan semuanya sudah siap disana. Kamu harus tampil sebagai wanita paling cantik di acara besok dan jangan lupa, kamu hanya bisa dilihat oleh Noah. Hindari bertemu dengannya apalagi bicara dengannya.”


“Baiklah nek. Ku paham! Aku akan menghadiri acara itu sebagai wajah baru seorang pengusaha muda. Aku akan menjadi pusat perhatian besok.” ucap Anneke tersenyum. Dia sudah bisa membayangkan seperti apa suasananya saat dia hadir di acara itu.


“Anne, ingat ya Noah juga akan hadir disana bersama wanita itu! Semua informasi tentang wanita-wanita yang bisa menemani Noah akan diberikan asistenmu yang sudah nenek tunjuk.”

__ADS_1


“Apa Noah tidak akan curiga dengan asistenku, nek?”


“Tidak Anne. Dia tidak mengenali Abner! Pria itu adalah salah satu putra dari orang kepercayaan nenek. Noah tidak mengenalnya. Abner adalah pria yang baik dan dia juga bekerja di salah satu perusahaan nenek yang berada di kota lain. Noah dan Abner tidak pernah bertemu dan tidak saling kenal.”


“Selain it, Abner adalah seorang yang kompeten dan pintar. Itulah sebabnya nenek mempercayakan dia menjadi asistenmu. Selain itu nenek juga sudah siapkan pengawal untukmu. Mereka semua tidak dikenal oleh Noah, nenek sudah pilihkan yang terbaik. Kamu paham kan?”


“Ya aku paham nek. Yang penting, tidak membuat Noah curiga!”


“Ehm…..tenanglah! Anne……jika kamu bertemu pria yang kamu sukai, nenek tidak akan menghalangimu. Nenek juga ingin melihatmu bahagia dan tidak menyia-yiakan masa mudamu.”


“Jangan khawatir nek. Saat ini aku sedang tidak memikirkan tentang pasangan. Aku hanya ingin membalas Noah dan memulai kehidupanku.”


Setelah berbincang-bincang sesaat dengan Nenek Mariam, Anneke masuk ke kamarnya dan mulai mengepak beberapa pakaian untuk dibawanya besok. Dia kembali tersenyum, kini dia tidak akan membuang waktunya melakukan hal-hal bodoh seperti dikehidupan sebelumnya. Mungkin ini adalah acara sosial pertama yang dihadirinya baik dikehidupan sebelumnya maupun kehidupan sekarang.


Malam harinya Anneke membaringkan tubuhnya sembari mengingat keberhasilannya hari ini. Ya dia telah berhasil mengamankan uangnya. Sekarang dia tersenyum lega karena telah berhasil mencabut salah satu duri yang selama ini menusuk dagingnya.


Disaat dia merasakan kegembiraannya, tiba-tiba dia teringat dengan bubble tea matcha kegemarannya yang sering dia nikmati untuk menghibur dirinya dimasa lalu. Rasanya dia ingin sekali menikmati rasa matcha dan aroma gula merah dari the kegemarannya itu untuk merilekskan otot-otot tubuhnya yang menegang sejak dia bertemu dengan Noah.


“Sepertinya enak kalau aku minum matcha bubble tea.”


Setelah berpikir sejenak, dia pun meraih ponselnya dan mencari minuman dan makanan kesukaannya. Dia memesan dua matcha bubble tea dan tiramisu cake serta beberapa keripik kesukaannya.


Setelah menunggu sekitar setengah jam, pesanannya pun tiba. Anneke duduk di sofa ruang tamunya sambil menonton TV dan menikmati minuman dan makanan kesukaannya.


Dulu dia tidak begitu menyukai Matcha bubble tea, namun setelah mencobanya dan membuat suasana hatinya lebih bagus setelah meminum minuman manis itu, sehingga Anneke pun selalu memesan minuman itu setiap kali suasana hatinya sedang buruk.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul diponselnya namun Anneke tidak terlalu mempedulikan, dia hanya melirik sekilas saja.


Keesokan paginya Anneke sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara. Asisten dan pengawal yang disiapkan Mariam sudah menunggunya dan membantunya membawakan kopernya.


Anneke menaiki pesawat dan duduk di kelas bisnis bersama asisten dan pengawalnya. Ada senyum dibibirnya setelah pesawat lepas landas. Lalu dia menoleh pada Abner asisten yang ditunjuk oleh Mariam Arsenio.


“Abner, sudah berapa lama kamu mengenal nenek?” tanya Anneke memulai pembicaraan.


“Sudah sangat lama. Sejak saya masih kecil, ibuku adalah salah satu orang kepercayaan Nyonya Besar.” jawab Abner dengan nada bangga pada ibunya.


“Oh begitu! Apakah kamu juga mengenal Noah? Apa kamu dan Noah pernah bertemu?”


“Saya memang mengenal Tuan Noah tapi belum pernah bertemu langsung. Saya hanya mendengar cerita tentang kesuksesannya dari media dan juga dari cerita ibuku dan Nyonya Besar.”


“Hmm……” hanya itu yang keluar dari bibir Anneke. Perjalanan itu dihabiskannya membaca beberapa informasi tentang lelang yang diberikan oleh Abner padanya.


“Kenapa orang-orang kaya selalu suka menghadiri lelang seperti ini untuk menghamburkan uang mereka? Bukankah lebih baik menyumbangkan langsung pada yang membutuhkan?”


“Ini untuk meningkatkan status sosial Nona. Semua yang hadir dipelelangan seperti ini biasanya adalah para pebisnis dan orang-orang kaya kelas atas. Di acara seperti ini mereka gunakan untuk membangun relasi dan mencari koalisi untuk bisnis mereka.”


“Kedengarannya sangat membosankan dan penuh kepalsuan.” ucap Anneke sekenanya yang membuat Abner tersenyum.


Dia merasa kepribadian Anneke sangat unik tidak seperti wanita-wanita kaya lainnya yang terlalu sibuk untuk membangun image dan status mereka. Sedangkan Anneke lebih memilih hidup sederhana dan tidak terlalu mencolok.


‘Sepertinya Nyonya Besar memang benar. Wanita ini patut untuk dipertahankan! Dijaman sekarang sulit untuk mendapatkan wanita seperti ini, dia tidak mempedulikan status dan image untuk menyenangkan orang lain dengan menjadi pribadi yang palsu. Kenapa Tuan Noah sama sekali tidak pernah mempedulikannya? Ck! Pria itu pasti akan menyesal kelak.’ gumam hati Abner.

__ADS_1


Sementara itu di kota M, langit yang mendung disertai hujan lebat membuat udara sejuk. Namun sayangnya kesejukan itu tidak mampu menembus relung hati seorang Noah Killian Arsenio.


Pria tampan itu sedang menatap langit dengan sorot matanya yang tajam. Dia berdiri didepan jendela kaca sebuah kamar presidential suite Hotel YY sambil memegang segelas wine.


__ADS_2