
“Noah, Manajer Jesica benar-benar tidak menghormati istrimu! Dia bahkan memanggilku dengan namaku! Seandainya aku bukan istrimu sekalipun, apakah pantas memanggil rekan bisnismu ini dengan sebutan nama, sayang?” ujar Arimbi dengan suara sedih. Dia bahkan mengerjapkan matanya seolah ingin menangis.
Tanpa mengalihkan pandangannya dari Anneke, lalu Noah pun berkata pada Jesica, “Benar yang dikatakan istriku! Semua orang harus menghormatinya sebagai Nyonya Arsenio!” Noah mengusap pipi Anneke dan tersenyum. Dia tahu kalau wanita itu sedang bermain-main dan dia tetap mengikuti permainannya sampai Anneke lelah.
Mendengar ucapan Noah membuat Jesica pun langsung berdehem dan berkata, “Ma---maafkan saya Nyonya Arsenio.” ucapnya terbata.
Tenggorokannya seolah tercekat untuk memanggil Anneke dengan sebutan itu. Didalam hati Jesica hanya dia yang pantas menyandang gelar itu. Gelar kehormatan yang menunjukkan status sosial dan kekuasaan.
“Aku dan istriku ingin makan siang! Kau sudah membuang waktu kami.” ucap Noah lagi.
Tanpa menunggu diusir kedua kalinya pun Jesica langsung bangkit berdiri dan mengangkat hormat sebelum dia meninggalkan ruangan itu. Kotak kue yang tadi dibawanya masih ada ditangannya, saat dia memasuki lift ada tiga orang karyawan didalam lift itu.
Mereka menatap kotak ditangan Jesica dan berpikir mungkin itu adalah kotak makan siang pemberian Noah. Selama ini Jesica sering membual pada keluarga dan teman-temannya bahwa dia memiliki hubungan dengan Noah. Meskipun tidak secara langsung, dia berhasil menyebarkan gosip dikalangan karyawan seakan dia memang pasangan Noah.
Melihat ekspresi ketiga karyawan itu menatapnya, rasa percaya diri Jesica kembali muncul. Dia menegakkan tubuhnya dan tersenyum.
“Wah, manajer Jesica beruntung sekali bisa makan siang dengan CEO.” ucap salah satu karyawan itu.
Jesica hanya membalas dengan senyuman.
“Apakah Manajer Jesica yang memasak sendiri makan siang untuk CEO? Kira-kira apa makanan kesukaan CEO?” tanya karyawan wanita.
“Ehem…..maaf. Untuk hal personal seperti itu saya tidak bisa memberitahu kalian.” jawab Jesica.
“Ah, iya iya….benar! Maaf kalau sudah lancang bertanya.” ucap karyawan wanita itu yang kini diam.
Setelah Jesica keluar dari lift, dia berjalan tanpa menoleh lagi. Sedangkan ketiga karyawan yang ada didalam lift kembali membicarakan tentang Jesica dan Noah.
__ADS_1
...******...
Sudah tiga hari Asisten Levi tidak masuk kerja karena sakit. Dia meminta ijin sehingga membuat Noah sedikit kelabakan menangani pekerjaannya. Noah mengingat kejadian beberapa hari lalu disaat istri nakalnya itu mau meracuninya dengan makanan yang dibubuhi obat pencahar. Sayangnya makanan itu malah disantap habis oleh asistenya yang bodoh itu.
Levi tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, tidak pernah menyangka jika Nyonyanya itu akan membalaskan dendam padanya begitu kembali pada Noah. Setelah Jesica meninggalkan ruang itu, Anneke langsung mendorong Noah dan pindah ke sofa lain. Noah memandang istrinya itu sambil menggelengkan kepala. Benar-benar istri yang luar biasa dalam segala hal.
Anneke bahkan sudah mulai merampoknya, lalu apakah dia akan membicarakan tentang Anneke yang tadi menggodanya? Bukankah wanita itu yang duluan melanggar persyaratan yang diajukannya sendiri? Tapi pria itu merasa sedikit ragu, mereka baru saja gencatan senjata dan Noah masih belum bisa masuk lebih dekat pada Anneke. Dia tidak boleh salah langkah.
“Ada apa menatapku begitu?” tanya Anneke sinis.
“Ingat ya Noah, kau sudah melanggar syarat yang kuajukan kemarin. Kenapa kau berduaan dengan Jesica di ruangan mu saat semua karyawan pergi keluar untuk makan siang?” cecar Anneke. Dia sudah memikirkan kompensasi lagi.
“Aku tidak mengundangnya.” jawab Noah dengan santai.
“Lalu? Kenapa dia masih ada disini membawa makan siang untukmu? Apa kau tidak tahu kalau kau sudah merusak nama baikku sebagai Nyonya Arsenio?”
“Siapa lagi memangnya? Apa kau tahu kalau gosip tentangmu dan Jesica sudah menjadi rahasi umum diperusahaan ini? Apa kau pikir harus kutaruh dimana muka ku?”
“Gosip apa lagi? Aku akan memecat mereka semua! Aku membayar mereka untuk kerja bukan untuk menggosip.” ucap Noah mulai merasa kesal.
“Aku mendengar sendiri kalau mereka bilang Jesica dan kau selalu makan siang bersama. Dia selalu pulang malam karena menemanimu di apartemenmu dilantai atas?”
Noah memicingkan matanya mendengar perkataan Anneke. “Oh ya? Kenapa aku tidak pernah mendengar gosip seperti itu?” tanyanya.
“Karena kau sibuk dengan wanita itu dan menutup mata dan telingamu dengan apa yang terjadi.”
“Lalu? Apa yang akan kau lakukan sebagai istriku? Nyonya Arsenio?”
__ADS_1
Sambil menutup matanya yang indah, Anneke menghela napas sangat panjang. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika dulu dirinya tidak hanya saja bodoh! Ternyata dia memang tak pernah peduli. Jika dulu dia peduli pada Noah maka dia tidak akan mendandani dirinya sejelek itu.
Jika itu menjadi alasan Noah dulu tidak pernah mau melihatnya, pantas saja Noah merasa jijik dengan dirinya dulu. Ternyata karena dia memang tidak pernah berpikir logika dulu. Pria mana yang menyukai istrinya berdandan aneh seperti orang-orang sawah. Apalagi seorang Noah Killian Arsenio seorang pebisnis nomor satu. Bagaimana mungkin dia membawa istrinya itu ke publik?
Namun, mengingat kalau dirinya juga turut ambil bagian dari kesalahan di kehidupan dulu, Anneke pun berinisiatif memperbaiki diri dan membuat orang-orang hormat padanya. Jelas sekali tadi Jesica tidak segan sama sekali padanya.
Anneke menatap Noah dan berkata, “Aku akan membuat semua orang menghormatiku sebagai Nyonya Arsenio.”
‘Aku tidak akan mengulangi kebodohan di masa lalu! Setidaknya status sebagai Nyonya Arsenio memberiku banyak keuntungan.’ bisik hatinya.
“Noah, bisakah aku membuat aturan baru di perusahaanmu?” tanya Anneke setelah berpikir sejenak.
“Peraturan baru? Memangnya ada yang salah dengan aturan perusahaanku?”
“Tentu saja! Boleh tidak aku buat peraturan baru?” Anneke mengulang bertanya.
“Kira-kira peraturan apa yang mau kau buat?” Noah mulai mendengarkan dan merasa tertarik. Apalagi ulah istri kecilnya itu nanti?
“Semua karyawan wanita tidak boleh bertemu atau meeting berdua saja denganmu! Salah satu sekretarismu harus mendampingimu dan mencatat semuanya. Dengan begini tidak akan ada karyawan yang bisa sesuka hati mereka mencari alasan pekerjaan hanya untuk berduaan denganmu.”
Noah tersenyum mendengar perkataan Anneke, ‘Apakah dia mulai cemburu padaku? Berarti dia memang masih mencintaiku seperti dulu! Mungkin dia hanya jaga image saja didepanku.’ bisik hati Noah.
Dia pun merasa senang memikirkan itu. Lalu dia mengangguk, toh apa yang dikatakan Anneke barusan itu benar. Kadang dia kesal saat meeting berdua dengan Jesica yang selalu lama.
“Baiklah! Lakukan saja jika menurutmu itu bagus!”
“Benarkah? Jadi kau setuju? Anneke mengerjapkan matanya seakan tak percaya jika Noah begitu mudahnya setuju.
__ADS_1
Bagus…..bagus…..sebagai CEO perusahaan kau harus menunjukkan kekuasaanmu pada semua bawahanmu tanpa terkecuali! Jika mereka ingin menemuimu untuk membicarakan pekerjaan, mereka harus membuat janji temu dulu. Dan salah satu sekretarismu harus ada menemanimu. Ini untuk menghindari fitnah!”