MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 46. PESAN DARI NOAH


__ADS_3

Finishing galery dan kantor Anneke sudah rampung. Tampak beberapa orang sedang sibuk mempersiapkan dekorasi untuk acara pembukaan yang akan diadakan besok.


Undangan pun sudah disebarkan, Anneke sengaja mengundang Noah Arsenio karena besok adalah acara peresmian perusahaan dan galery sekaligus dia ingin membuat kejutan.


Saat ini Anneke sedang berada di salah satu Spa mewah yang berada dibawah manajemen Runako Group. Dia menjalani beberapa rangkaian treatment wajah dan tubuh yang memakan waktu selama tiga jam.


Dia memang sengaja memilih perawatan lengkap agar terlihat fresh untuk acara besok. Setelah perawatannya selesai, Anneke segera meninggalkan tempat itu menuju ke sebuah butik.


Dia sudah memesan gaun yang akan dipakainya untuk acara besok. Di sebelahnya duduk asistennya Abner yang membacakan jadwalnya untuk besok. Anneke mendengarkan sambil sesekali mengajukan pertanyaan. “Apakah undangan untuk keluarga Akasha juga dikirimkan?” tanya Anneke.


“Tidak nona! Bukankah nona sendiri yang bilang agar tidak mengundang mereka?”


“Ya, aku pikir kau lupa.” ujar Anneke sekenanya.


“Ehm, bagaimana dengan Noah? Apakah dia akan datang ke acaraku besok?”


“Belum ada konfirmasi apapun dari pihak Tuan Noah! Saya sendiri yang memberikan undangan itu pada asistennya.” kata Abner menjelaskan.


“Oke, tidak masalah seandainya dia tidak datang! Toh, masih banyak kesempatan untuk bertemu!”


Menjelang sore hari jalanan selalu padat dan macet. Mobil yang ditumpangi Anneke pun terjebak dalam kemacetan, dia lalu memejamkan matanya sejenak. Anneke mengingat keberhasilannya beberapa waktu lalu dan juga keberhasilannya dalam memulai bisnis barunya. Selain dia telah berhasil mengamankan asetnya, dia juga berhasil membujuk kakek dan ayahnya untuk berinvestasi.


‘Ehmmmmm….rasanya lega sekali. Aku sudah berhasil mencabut salah satu duri yang selama ini menusuk di dagingku.’ bisik hatinya sambil melihat kearah langit yang mendung. Di tengah kegembiraannya itu entah mengapa Anneke teringat pada Noah.


‘Apa dia akan datang diacara peresmian besok? Padahal aku sudah mempersiapkan kejutan besar untuknya.’ bisiknya.


Anneke hanyut dalam lamunannya, pandangannya masih fokus keluar jendela menatap jalanan yang macet. Entah berapa lama dia melamun, tiba-tiba dia mendengar bunyi notifikasi pesan dari ponselnya yang berada didalam tasnya. Dia pun mengeluarkan ponselnya dan melihat nomor si pengirim pesan yang tertera dilayar ponselnya.

__ADS_1


Seketika Anneke mengeryitkan kedua alisnya melihat nomor yang familiar, dia nampak tidak percaya pada apa yang baru saja dilihatnya. Itu adalah rangkaian nomor yang telah dia hapus dalam kehidupannya!


Tapi, mengapa nomor itu justru mengiriminya pesan saat ini? Bukankah selama dua tahun terakhir pemilik nomor itu telah memblokir nomor Anneke?


Dan hal membuat Anneke harus menghubungi asisten Noah setiap kali dia ingin bertemu dengannya. Anneke kebingunan sejenak sebelum akhirnya membuka pesan itu dan membuka tulisan yang ada didalamnya.


‘Aku sedang ada urusan bisnis di luar kota. Aku akan pulang malam ini.’


Seketika Anneke tersedak dan menelan salivanya! Bahkan dirinya sampai terbatuk-batuk karena terkejut dengan isi pesan itu!


Ya itu adalah nomor Noah Arsenio. Kenapa tiba-tiba pria dingin itu mengiriminya pesan? Dia bahkan memberitahunya jadwal bisnisnya? Demi langit dan bumi, apa yang telah terjadi. Abner yang melihat ekspresi Anneke yang aneh pun langsung bertanya, “Nona, apa anda baik-baik saja? Wajah anda nampak pucat.”


“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya teringat sesuatu barusan.” elaknya menutupi perasaannya.


‘Hahaha……apa-apaan pria ini? Kalau tidak niat mengirim pesan lebih baik tidak usah dikirim!’ pikirnya dengan jengkel Anneke lalu memasukkan ponselnya kedalam tas. Dia sama sekali tidak peduli pada pengirim dan isi pesannya. ‘


Anneke berpikir sejenak, sejak lama Noah memblokir dan menghapus nomornya. Dan tempo hari asisten Noah meminta nomor ponselnya karena dia masih berhutang menemani Noah makan malam.


Kini Anneke merutuki dirinya sendiri, kenapa dia malah memberikan nomor telepon yang lama? Aduh….apakah dia bakalan ketahuan kalau sebenarnya dia adalah Anneke?


‘Tidak mungkin! Noah tidak akan mengetahui apapun! Bukankah nenek sudah menghapus semua informasi tentang Anneke Lemuella? Yang ada hanya Anne Emanuel? Aihhhh kenapa aku bodoh sekali sih? Harusnya aku memilih nama yang tidak ada kaitan sama sekali?’ Anneke memijat keningnya, tiba-tiba dia merasa pusing. Apakah dia sudah mengacaukan sendiri rencananya?


‘Ah, sudahlah! Biarkan saja! Toh aku juga berencana akan menunjukkan identitas asliku? Noah harus tahu apa yang sudah dia sia-siakan selama dua tahun ini! Aku mau lihat seperti apa reaksinya nanti kalau dia tahu istri jeleknya ternyata adalah seorang wanita yang sangat cantik! Cih! Aku akan membuatnnya mengemis-ngemis cintaku!’


Tak berapa lama mereka sampai di butik. Staff butik yang sudah mengenal Anneke langsung menyapa dan menyambutnya dengan ramah. “Selamat sore Nona Anne! Gaun yang anda pesan sudah selesai.”


“Ya, aku mau langsung mencobanya.”

__ADS_1


“Baiklah nona. Ditunggu sebentar ya, saya ambilkan gaunnya.” ucap staff butik. Sedangkan staff lainnya langsung menghidangkan teh dan cemilan ringan untuk Anneke. “Silahkan nona.”


“Terima kasih.”


“Nona Anneke, ini gaun pesanan anda. Silahkan dicoba nona.” staff itu menyerahkan gaun pesanan Anneke yang langsung diambil wanita itu. Dia berjalan menuju ke fitting room untuk mencobanya, dia memesan gaun dengan perpaduan dua warna. Di bagian atas terbuat dari bahan renda warna pastel dan bagian bawah gaun berwarna biru dongker polos.


Gaun dengan bentuk V dibagian depan dengan lengan jatuh membuat Anneke terlihat sangat anggun dan seksi. Staff butik membantunya menggulung rambut panjang Anneke sehingga memperlihatkan bagian leher yang putih dan mulus.


“Anda cantik sekali Nona! Gaun ini sangat cocok untuk anda.”


“Ehm, aku suka sekali model gaunnya!” ucap Anneke yang terpana menatap dirinya di cermin.


‘Pokoknya, besok aku harus menjadi topik utama! Selama ini banyak orang yang tidak tahu wajah asli Anneke Lemuella Runako! Karena aku memang tidak pernah tampil didepan publik dan keluargaku pun tak pernah mengizinkan media menginterview ku. Tapi mulai besok, semuanya akan berubah! Aku bukan Anneke yang dulu lagi! Kini aku adalah Anneke yang akan menjadi pusat perhatian!’


“Tolong bungkuskan gaun ini. Saya mau mencoba gaun satunya lagi.” kata Anneke yang sudah melepaskan gaun yang tadi dicobanya. Lalu dia mengambil gaun lain untuk dicoba.


Kali ini dia mengenakan gaun panjang berwarna gold yang didesain khusus untuknya. Model gaun ini juga tak kalah uniknya karena Anneke sendiri yang menggambar desain gaunnya.


“Nona Anneke, desain gaun anda indah sekali! Apakah anda berniat mendesain gaun dan menjualnya?” tanya manajer butik padanya.


“Ah tidak. Ini aku desain sendiri gaunnya karena mau aku pakai untuk acara besok.” jawab Anneke.


“Oh begitu! Seandainya nona berniat mendesain gaun, kami bisa merancangnya untuk nona! Pasti hasil desain nona akan banyak diminati karena modelnya unik!” kata manajaer butik itu lagi.


“Benarkah? Akan kupikirkan nanti soal itu.” Anneke pun terpikirkan tentang ucapan manajer butik itu.


‘Ya kenapa aku tidak mendesain pakaian dengan merek sendiri? Ah, sepertinya aku harus meminta Abner untuk menyiapkan satu tempat lagi untuk butik!’ Anneke tersenyum dengan idenya.

__ADS_1


__ADS_2