
“Semalam…..” Anneke menyentuh bibir bagian bawahnya dengan jemarinya sambil mengingat kembali kejadian tadi malam saat Noah pertama kali menciumnya. Setelah itu pria itu semakin berinisiatif menyentuhnya dengan penuh gairah. Anneke ingat bagaimana dia memaki pria itu. Tapi seolah pria itu tak peduli dan terus menyentuhnya.
Dahulu dikehidupan lamanya, Noah bahkan tidak mau berjabat tangan dengannya apalagi menciumnya! Jujur saja, tadi malam jantung Anneke juga berdetak begitu kencang! Tapi ia sama sekali tidak berencana untuk jatuh kedalam pesona Noah Arsenio dikehidupan ini! Sehingga Anneke secara reflesk menggigit bibir Noah begitu saja.
“Dasar brengsek! Berani-beraninya dia menyentuhku semalam? Ahhhkkkkk!” teriaknya penuh kekesalan sambil memukul-mukul bantal. Dengan cepat, Anneke beranjak dari ranjang sambil amarah.
Dia bergegas masuk ke kamar mandi karena pasti nenek sudah menunggunya dibawah. Setelah selesai mandi, Anneke melihat dress panjang berwarna hijau pistachio yang bernuansa lembut.
Sebuah koleksi musim gugur terbaru dari sebuah brand ternama telah diletakkan diatas ranjang. “Siapa yang meletakkan baju ini disini? Apakah nenek?” Anneke bergumam lirih. Berjalan beberapa langkah kedepan diame megang dan memeriksa baju itu yang sangat cantik. Benar, pasti sang nenek yang meletakkannya disana.
Karena tidak mungkin si manusia batu brengsek itu yang menyiapkan baju seindah itu? Batinnya. Dia mengeluarkan perlengkapan makeup-nya dan kembali mewarnai seluruh tubuhnya dengan body painting warna coklat. Tapi kali ini dia tidak memakai riasan tebal diwajahnya hanya meyapukan make-up tipis sesuai warna kulit gelapnya.
Hari ini Anneke berniat tidak memakai wignya. Sangat puas dengan keindahannya, Anneke kemudian bergegas untuk memakainya. Setelah memakainya dia berdiri didepan cermin. Anneke melihat pantulan dirinya yang nampak simple namun berkelas, sesuatu yang Anneke sukai. Sekarang Anneke tidak mau menjadi orang lain lagi, ini kehidupan barunya.
Tapi untuk sementara ini dia akan tetap berpenampilan seperti ini sampai surat cerainya selesai. Dan setelah itu dia akan memakai apa yang dia sukai dan menarik perhatiannya. bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Tapi Anneke heran karena pilihan warna dan ukuran dress ini sangat pas ditubuhnya.
“Cantik sekali baju ini? Siapa yang menaruhnya disini?”
Dan ini juga adalah model yang sangat disukainya, tentu saja sebelum dia merubah dandanannya menjadi itik buruk rupa dua tahun lalu. Anneke merasa bahwa nenek benar-benar sangat mengerti dirinya. Saat itu juga hati Anneke merasa tersentuh atas kebaikan sang nenek mertua yang berbanding terbalik dengan Noah.
__ADS_1
Tapi,saat hendak beranjak pergi dari kamar itu, tiba-tiba mata Anneke menangkap secarik kerstas berwarna hitam diatas tempat tidur. Kertas itu diletakkan disebelah tempat dress tadi diletakkan.
“Ehm….apa itu?” Anneke sedikit penasaran dan perlahan melangkah untuk mengambil kertas berwarna hitam yang ada disana. “Aihhhh….seperti surat ancaman saja pakai kertas hitam!”
Sejenak dia berpikir mungkin sang nenek mertua yang menulisnya dan meletakkannya disana. Tapi untuk apa? Setelah mengambil kertas berwarna hitam itu, perlahan Anneke membukanya dan seketika itu juga bulu matanya bergetar dan matanya terbelalak kaget setelah membaca isi tulisan didalamnya. Apa-apaan ini? Apa maksud pria brengsek ini?
“Pulang ke apartemen The Bright Condominium malam ini atau kamu tahu resikonya!. Terima kasih, Suamimu!” Ya, itu adalah tulisan tangan Noah. Dan sekarang sedang mengancamnya.
“Noah brengsek!” Anneke gemas dengan isi surat itu. Lalu dia merobeknya dan melemparkannya kedalam tong sampah kecil didekatnya. Anneke bahkan menendangnya!
Tunggu! Apakah Noah lupa bahwa beberapa kali dia melayangkan surat cerai padanya? Mengapa sekarang dia bahkan memanggil dirinya ‘suami’? Aneh! Tanpa pikir panjang, Anneke ingin melepas dress indah yang sudah melekat di tubuhnya itu dia, seakan tak sudi untuk memakainya. “Huh! Dia pikir aku sudi kembali padanya?”
“Tapi….dress ini cantik sekali…..” Anneke sedikit dilema antara ingin melepas dress ditu atau tidak.
Dengan pemikiran itu, akhirnya dia memutuskan tetap memakai baju pemberian Noah. Sebenarnya Anneke tidak menyangka jika Noah bisa menyiapkan sesuatu yang indah seperti itu.
Bahkan terlihat sangat pas ditubuhnya. Tetapi...tunggu dulu…..apakah Noah mengetahui ukurannya karena aktifitas semalam? Mengingat hal itu kedua telinga putih Anneke seketika memerah dan pipinya tampak sedikit merona!
Sebenarnya semalam Noah keluar dari kamarnya dengan bibir berdarah akibat digigit Anneke juga, ia begitu kesal dengan Anneke yang sudah dengan berani lebih dulu menceraikannya! Seumur hidupnya, dia tidak pernah merasa begitu terhina seperti ini. Diinjak harga dirinya habis-habisan oleh seorang wanita. Apa kata dunia kalau semua orang tahu tentang itu?
__ADS_1
Seorang Noah Killian Arsenio diceraikan oleh istrinya? Namun entah mengapa, ada sesuatu didalam dirinya justru merasa semakin tertantang untuk menjatuhkan Anneke, istrinya itu kedalam dekapannya. Ada apa sebenarnya dengannya? Noah menguar rambutnya dengan frustasi! Mengapa dia memiliki pemikiran seperti itu?
Jelas-jelas dia sangat membenci wanita itu selama ini? Saat hendak membaringkan diri didalam kamar tamu di kediaman Arsenio, Noah tiba-tiba teringat jika Anneke tidak membawa baju ganti.
Lalu apa yang akan dikenakan wanita itu? Hatinya sedikit tergelitik sehingga tanpa pikir panjang dia menghubungi asistennya yang saat itu sedang bermain kartu dengan ibunya untuk membelikan baju untuk Anneke.
Pagi ini suasana terasa menyenangkan bagi Nyonya Besar yang telah berusia delapan puluh tahun itu. Sembari bersenandung, ia terlihat telah mempersiapkan rencana untuk bersenang-senang dengan cucu menantu yang sangat diharapkannya. Beberapa pilihan telah dia tulis diatas kertas yang saat ini sedang dipegangnya.
Dimulai dari sarapan pagi dibawah pohon maple dihalam belakang rumah, berbelanja di pusat perbelanjaan, menikmati es krim di taman anak-anak, dan juga melihat dancing fountain yang baru diresmikan di pusat kota. Rasanya semua rencananya itu sangatlah sempurna untuk menikmati kehidupan di usianya yang senja.
Sambil tertawa, Nyonya Besa tidak bisa menahan kegembiraannya.
“Nenek…..” sebuah suara lembut terdengar dari seorang gadis cantik yang saat ini tengah menuruni tangga metalik yang sangat mewah disana. Sembari tersenyum dia terus melangkah menghampiri dimana sang nenek berada,
“Keke….ayo kesinilah sayang. Kenapa kau berpenampilan seperti ini?” kata sang nenek kemudian setelah menepuk sofa empuk disebelahnya. Anneke terus melangkah menuju kesana disertai dengan kedua mata yang terlihat menyisiri seluruh ruangan besar dihadapannya itu seakan ada sesuatu atau seseorang yang sedang dicarinya. “Apa kau sengaja?”
Namun Anneke bukannya menjawab pertanyaan nenek mertuanya, dia malah mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Dia takut ada yang mendengar ucapan nenek.
“Keke….apa yang sedang kamu cari?” tanya sang nenek merasa sedikit bingung melihat cucu menantunya yang sepertinya tidak fokus berjalan itu.
__ADS_1
Noah…..dia sedang mencari keberadaan Noah yang tadi pagi sempat mengancamnya untuk kembali ke apartemen mereka. Tetapi sepertinya, pria itu telah pergi sehingga bayangannya pun tidak meninggalkan jejak.
Sekilas, ada rasa kecewa saat dirinya tidak melihat pria tampan yang pernah dicintainya itu! Tunggu! Apa yang baru saja kupikirkan?