MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 53. TERLUKA


__ADS_3

Anneker meronta-ronta namun tidak berhasil melepaskan diri dari pelukan Noah. Melihat pria itu tidak akan melepaskannya, Anneke sepertinya sudah kehabisan cara bagaimanapun dia tidak akan mampu menandangi kekuatan lawannya itu. Lalu apa yang akan dia lakukan sekarang? Berpikir…..ayolah Anneke pikirkan sesuatu untuk lepas dari pria ini.


Dengan kedua matanya yang menyipit dan otaknya terus berpikir. Setelah diam beberapa saat sebuah ide pun muncul dibenaknya. Benar, meskipun dirinya lemah tetapi bukankah dia masih memiliki gigi-gigi yang sangat sehat dan kuat?


Hebat! Nampaknya dirinya telah menemukan sebuah jalan keluar! Anneke menyunggingkan senyumnya mulai melancarkan aksi yang baru dipikirkannya itu.


Dia membuka mulutnya lebar-lebar lalu berjinjit dan tanpa aba-aba langsung menggigit leher bawah Noah kuat-kuat! Meskipun tertutup dengan kerah bajunya namun kekuatan gigitan Anneke berhasil menembus kemeja Noah.


“AAAARRRRRKKKK!” seketika pria itu berteriak kesakitan sembari melepaskan pelukannya. Bertepatan dengan pintu lift yang terbuka.


Melihat lawannya yang sedang lengah, Anneke menggunakan kesempatan itu untuk lepas dari Noah dan berlari keluar dari lift. Dia bergegas menuju ke ruang kerjanya, menutup pintu dan menguncinya.


Tak berapa lama terdengar suara ketukan beruntun namun dia mengacuhkannya. Tak lama terdengar suara Levi yang terdengar cemas dan khawatir.


Anneke masih bisa mendengarnya karena dia menonaktifkan kedap suara karena merasa penasaran dengan apa yang terjadi diluar.


“Tuan, anda terluka!” ujar Levi saat dia melihat kemeja putih yang dikenakan Noah berubah warna merah dibagian atas.


Anneke pun sedikit merasa takut kalau Noah akan mengamuk atas perbuatannya. Namun setelah beberapa saat tak lagi terdengar suara apapun dari luar. Karena rasa penasarannya Anneke melangkah menuju pintu dan membukanya sedikit.


Dia melihat keluar namun tak dapat melihat keberadaan Noah dan Levi. Seorang sekretaris menghampiri Anneke hendak memberikan dokumen untuk ditandatangani.


“Kemana Noah dan asistennya?” tanya Anneke mengambil dokumen dari tangan sekretarisnya.


“Ehm….Tuan Noah ada di lounge. Sepertinya dia terluka parah!” ucap wanita muda itu.

__ADS_1


“Oh! Ya sudah kau boleh kembali bekerja! Oh iya, siapkan semua bahan yang aku perlukan untuk sore nanti!” kata Anneke sebelum menutup pintu. ‘Terluka parah? Ah! Mengada-ngada!’ pikirnya.


‘Palingan juga dia berpura-pura! Mana mungkin gigitanku membuatnya terluka parah? Memangnya aku vampir? Kalau gigit orang langsung terinfeksi?’ bisik hatinya meletakkan dokumen diatas meja.


Saat dia hendak duduk namun mengurungkan niatnya. Dia meninggalkan ruang kerjanya dan menuju ke lounge VIP yang berada dilantai yang sama dengan ruang kerjanya.


Saat Anneke sampai disana dia melihat Noah sedang mengobati lukanya. Kemeja bagian atasnya sudah terbuka kancingnya dan jasnya dilemparkan begitu saja diatas sofa. “Awwww…..”


Noah terdengar sedikit mengaduh menahan rasa sakit dari lehernya yang nampak sudah berwarna merah kebiruan itu. Sekilas luka itu nampak berbentuk menyerupai bulan sabit dengan lubang-libang kecil sekelilingnya.


Dengan melihatnya saja, sudah dapat dipastikan jika lubang-lubang kecil itu adalah tempat dimana gigi Anneke tertancap sebelumnya. Melihat kondisi luka Noah yang mengerikan, seketika rasa bersalah menyeruak masuk kedalam hati Annake yang terdalam.


Sungguh, dia tidak bermaksud melakukan hal gila seperti itu. Hanya saja ia begitu marah dengan sikap Noah tadi. Dia tidak mampu mencerna apa yang telah terjadi pada pria itu, sehingga dia hanya berusaha untuk melepaskan diri sekaligus melindungi dirinya.


Bukankah tindakannya tadi itu wajar? Dengan perasaan bersalah itu Anneke berjalan mendekat kearah Noah berada. Lalu dia duduk di sofa dan memegang lengan Noah yang sedang mencoba mengoleskan obat diluka yang ada dilehernya.


Anneke bahkan melotot dan tidak menyangka jika gigitannya akan mengakibatkan luka seperti itu. Dia menatap Noah yang mengeryitkan kedua alis tebalnya sambil menahan sakit.


Hati Anneke merasa semakin bersalah. “Noah, aku tidak bermaksud melukaimu. Aku hanya….hanya kaget karena kau memelukku dihadapan semua orang sedangkan kita sudah bercerai! Aku tidak tahu kalau bekas gigitanku akan jadi seperti ini.” jelasnya sembari mendekat kearah Noah dan mencoba meniu-niup luka yang menganga di leher Noah.


Melihat aksi konyol Anneke, entah mengapa membuat Noah semakin tertarik untuk menghukum dengan caranya. Lagipula ini sudah kedua kalinya wanita itu menggigitnya.


Beberapa waktu lalu wanita itu telah menggigit bibirnya sampai sobek. Sekarang wanita itu malah menggigit lehernya sampai berlubang, bak gigitan seorang vampir!


“Ehm….lukamu terlihat bengkak. Aku akan memanggilkan dokter. Dimana Levi? Kenapa dia tidak menelepon dokter untukmu?” Anneke terlihat beranjak dari sofa itu sebelum akhirnya dia mendengar Noah bicara.

__ADS_1


“Tidak perlu memanggil dokter!” katanya dengan tegas. Dia memang sengaja menyuruh Levi pergi karena dia tahu kalau Anneke pasti akan merasa bersalah dan mencarinya. Dan ternyata tebakannya benar! Bukankah itu berarti wanita itu masih peduli padanya?


“Kenapa? Bagaimana jika lukamu infeksi? Atau…..” Anneke berusaha memberi pengertian sebelum akhirnya perkataannya kembali dipotong oleh Noah dengan tatapan sangat tajam.


“Anneke, apa kau ingin memberitahukan ke seluruh dunia jika kau telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan menggigit leher suamimu?”


Noah terlihat menaikkan nada suaranya yang menandakan dia sedikit marah karena martabatnya bisa hancur didepan dokter yang akan memeriksanya.


Tentu saja Noah tidak akan membiarkan itu terjadi! Tapi bekas luka itu juga akan mendatangkan keuntungan buatnya! Dia sedang memikirkan sesuatu untuk membalas perbuatan wanita itu.


“Tidak! Tentu saja aku tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja…..luka itu sangat besar. Aku kahwatir kalau….” Anneke belum selesai bicara namun perkataannya kembali dipotong oleh Noah.


“Kau yang akan bertanggung jawab mengobatiku sampai sembuh!” Noah memberikan perintah dengan lantang seolah-olah dia ingin mengatakan bahwa perintahnya tidak boleh ditolak.


Perintahnya tidak bisa diganggu gugat dan tidak ada ruang untuk negosiasi.


“Iya….iya…..baiklah…..baiklah….aku akan mengobati lukamu!” Anneke tidak ingin membantah kali ini karena memang dia yang menyebabkan luka itu.


Dengan segera Anneke beranjak mengambil kotak P3K dari sekretarisnya setelah dia memanggil dan memintanya.


Tanpa dia sadari, Noah terlihat menyunggingkan senyumnya namun segera ia tutupi untuk kembali menjadi seorang Noah Arsenio yang serius dan kejam.


Saat ini dia memang masih sedikit kesal selain karena pesannya tidak pernah dibalas, kejutannya di hari peresmian perusahaan Anneke pun tak pernah mendapatkan ucapan terima kasih.


Dan hari ini dia sengaja ingin memberikan kejutan lainnya pada istrinya itu namun, wanita itu malah menggigitnya. Noah kesal karena wanita itu tidak tahu betapa kacaunya dia memikirkan Anneke yang mengacuhkannya.

__ADS_1


Dia kesulitan tidur hingga akhirnya dia mendapatkan piyama sutra milik Anneke yang tertinggal di lemari dan memeluknya sampai dia tertidur lelap.


__ADS_2