MALAIKAT DALAM GAUN BARU

MALAIKAT DALAM GAUN BARU
BAB 74. SANGAT BERANI


__ADS_3

“Hei Asisten Levi!” sapa sekretaris bernama Leo. Dia sedang menata dokumen sambil berbisik.


“Hemmm? Ada apa?” tanya Levi.


“Apa anda melihat…..sepertinya Shelly sangat berani! Dia selalu ingin berada didekat Tuan Noah. Wanita seperti itu sangat menakutkan! Dai tampak lemah tapi sebenarnya dia sangat berbahaya. Apa anda tidak menyadarinya?”


“???????” Levi menoleh pada sekretaris itu lalu Levi terdiam sejenak. Kalau dia lihat dari penampilan memang Shelly jauh lebih berani dalam berbusana. Tapi soal kecantikan, nyonyanya itu jauh lebih cantik dari para model dan aktris.


‘Apakah Tuan Noah memang sudah jatuh cinta pada nyonya-nya itu? Kalau dipikir-pikir, secara strategi saja Anneke pasti kalah jika harus bersaing dengan Shelly.


Shelly sangat gencar mengejar Noah namun dengan cara lembut dan elegan sedangkan sang nyonya sangat frontal dan terang-terangan. Tapi saat dia mengingat bagaimana nyonya mudanya itu meracuninya.


Levi yang baru sembuh pun merasa kepalanya pusing. Bagaimana nasib nyonya-nya dikemudian hari? Apakah dia akan sanggup menghadapi para wanita penggemar CEO-nya itu?


Disaat bersamaan di apartemen milik Noah terdengar umpatan Anneke yang menggema di seluruh kamar besar itu. “Noah!!!! Gila!!! Brengsek!!!!” dengan kemarahan membuncah dan mata berapi-api Anneke melayangkan pukulan-pukulan dari tangan kecilnya ke dada Noah dengan kuat.


Namun pria disampingnya itu sedikitpun tidak terganggu dengan pukulan itu. Bagi Noah pukulan itu bagai gigitan semut belaka. Ia tidak bereaksi sama sekali sehingga Anneke pun semakin marah.


Setelah beberapa saat dia menyalurkan seluruh energinya, akhirnya Anneke merasa kelelahan dengan aksinya dan berhenti. Sejenak dia melihat kedua tangannya yang sedikit memerah dan perih. Dia kesakitan setelah memukuli dada Noah yang sekeras batu.


Bukannya Noah yang kesakitan, malah dia yang kesakitan. Bukankah itu sama saja dia menghukum dirinya sendiri dengan menanggung rasa sakit?


“Dasar sialan! Noah, tanganku sakit semua kan? Ini gara-gara ulahmu! Kau bersalah! Tanganku jadi sakit. Jika kau tidak menyentuhku aku pasti tidak memukulmu dan tanganku tidak akan sakit!”


Anneke meniup-niup tangannya yang terasa perih, “Benar tidak? Tanganku tidak akan sesakit ini! Sejak kapan kau jadi mesum begini? Hah? Hufff….hufff….” dia mengumpat sambil meniup-niup terus tangannya.


Dia mengoceh meluapkan kekesalannya yang semakin membludak. Ya benar! Dulu Noah selalu mengusirnya tanpa alasan apapun!


Tapi sekarang Anneke tidak mau lagi dengan pria itu, seenaknya saja dia mengambil keuntungan darinya. Bahkan tidak hanya sekali melainkan sudah beberapa kali!

__ADS_1


“Brengsek!” sambil memicingkan mata indahnya, Anneke melirik Noah yang sedari tadi tidak mreseponi ocehannya. Setelah dia membenahi piyamanya yang kusut dan sempat tersingkap karena diraba-raba oleh suami mesumnya.


Setelah itu dia melanjutkan semua ocehannya yang terdengar sedikit manis! Sampai akhirnya dia lelah mengoceh sendiri. “Hei Noah! Kenapa kau diam saja? Apa kau pura-pura mati sekarang? Kau pikir aku akan kasihan padamu kalau kau mati? Tidak!” Anneke kesal sekali karena pria itu tak kunjung meresponnya setelah mengambil keuntungan darinya.


Anneke mengeryitkan dahinya, mau tak mau dia merasa sedikit khawatir. ‘Apakah pria itu benar-benar mati? Tidak mungkin kan? Tadi dia baik-baik saja?’ batinnya. Setelah beberapa saat Anneke memberanikan diri menempelkan telinganya di dada bidang pria itu.


DUG….


DUG….


Jantungnya masih berdetak dengan normal. Anneke kembali mendekatkan telinganya untuk mendengar lebih jelas. Dia bisa mendengar semakin jelas kerasnya detak jantung Noah.


DUG!! DUG!!! DUG!!!! DUG!!!  DUG!! DUG!!!! DUG!!!! DUG!!!


DUG!! DUG!! DUG!! DUG!! DUG!!! DUG!!!!


“Hei, Noah bangun! Bangun! Ada apa denganmu? Apa kau terkena serangan jantung ya? Hei bangun! Jangan mati dulu! Noah……” Anneke mengguncang-guncangkan tubuh besar Noah karena dia merasa khawatir jika pria itu benar-benar terkena serangan jantung dan mati! Tidak lama kemudian….


“Dasar cerewet!” dalam satu tarikan Noah menjatuhkan tubuh Anneke yang ringan keatas tubuhnya hingga mereka sedikit terpantul di kasur yang empuk dibawahnya.


“Noah! Jantungmu! Jantungmu! Kenapa dengan jantungmu?” tanpa mempedulikan aksi Noah, Anneke lebih khawatir dengan kondisi kesehatan pria itu. Dia merasa panik memikirkan jika Noah dalam bahaya akibat serangan jantung.


“Aku mabuk…..” Noah bicara sekenanya dengan suara parau ditelinga Anneke yang seketika membuat sekujur tubuh wanita itu bergidik.


“Apa? Mabuk? Bagaimana mungkin? Aku hanya memasukkan satu sendok wine saja ke masakan itu. Bukannya kau sering dengan campuran wine? Bagaimana mungkin kau bisa mabuk?” Anneke terlihat kebingungan dengan jawaban Noah.


Dia merasa jika seseorang hanya bisa mabuk kalau minum banyak. Tidak mungkin bisa mabuk karena satu sendok wine yang dicampur dimakanannya bukan?


Apa pria ini intoleran terhadap alkohol? Bagaimana dia bisa tidak tahu? Setahunya dikehidupan yang lalu, dia beberapa kali mengintai Noah masuk kedalam klub mewah bersama rekan-rekan bisnisnya ketika pria itu ada diluar negeri dalam urusan bisnis.

__ADS_1


“Ya aku benar-benar mabuk sekarang. Dan kau…..orang yang membuatku seperti ini.” Noah kembali bicara sambil membuka matanya yang berkabut.


“Ehm….baiklah. Aku akan memaafkanmu kali ini kalau memang itu masalahnya. Aku dapat memahami situasinya. Bukankah orang mabuk bisa lupa di---” belum sempat Anneke menyelesaikan kalimatnya, mendadak dia merasa ada yang aneh di pantatnya.


Tunggu! apa lagi ini? Rasanya seperti ada yang *******-***** pantatnya seperti sedang meremas adonan kue. Anneke menoleh kebelakang dan melihat dengan jelas! Sangat jelas! Kedua tangan besar Noah sedang meremas dan bahkan menepuk-nepuk pantatnya!


“Brengsek kau! Sialan! Singkirkan tangan mesummu itu!” Anneke seketika naik darah lagi akibat ulah liar suaminya. Sebelumnya Noah menciumnya dengan lancang. Dan sekarang suaminya itu berani menyentuh kedua pantatnya tanpa seijinnya.


Dengan geram Anneke mendorong tubuh besar itu yang sulit digerakkan.


“Tidak bisa!” seketika Noah memicingkan matanya yang terlihat berkabut dan memerah seperti seekor elang yang sedang memandang mangsanya. Dengan satu pelukan dia berhasil mengunci wanita itu yang sama sekali tidak bisa bergerak dan melawannya.


“Kenapa tidak bisa? Hah? Dasar laki-laki buaya! Apa kau sudah sering menyentuh para wanita itu seperti ini? Aku tidak sudi tangan kotormu itu menyentuhku!” Anneke teringat lagi dengan kisah perselingkuhan pria itu dan hatinya kembali memanas.


“Tidak pernah! Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain kau.” seakan tidak peduli dengan ocehan wanita itu, Noah terus melakukan aktifitasnya.


Lagipula dia juga tidak pernah menyentuh wanita lain seperti itu. Jadi dia tidak perlu menjelaskan hal yang menurutnya tidak penting.


“Bohong! Kau memiliki banyak wanita yang mendampingimu ke acara-acara sosial! Tidak mungkin kau tidak pernah menyentuhnya dan tidak melakukan apa-apa dengan mereka! Lepaskan aku!”


Anneke meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya yang berbaring dibawahnya. Tentu saja Noah tidak akan membiarkan peluang seperti ini lepas darinya.


“Sudah kubilang aku mabuk!” Noah terlihat tidak peduli dengan umpatan Anneke. Entah mengapa dia merasa benar-benar mabuk! Sangat mabuk! Sampai-sampai dia tidak bisa mengendalikan tangannya.


Dreeeettttttt Dreeettttt Dreeettttt


Bunyi ponsel mendadak mengejutkan Noah sehingga dia menghentikan kegiatannya mengaduk adonan diatasnya. Dia menjatuhkan tubuh wanita itu begitu saja ke kasur disampingnya.


Sekilas Noah mengamati nomor penelepon yang dirasanya tidak dikenalnya itu. Setelah mempertimbangkan beberapa saat dia memutuskan untuk menjawab panggilan itu.

__ADS_1


__ADS_2