Malam Di Istanbul

Malam Di Istanbul
Geçmiş (Masa lalu)


__ADS_3

Sebelum mereka menikah Diana benar-benar tidak mengetahui seperti apa masa lalunya Ryan. Hal itu dikarenakan mereka membuat kesepakatan untuk tidak akan mengorek masa lalunya masing-masing.


Sebenarnya hal itu adalah sah-sah saja diketahui oleh calon pasangannya. Tapi yang namanya jiwa muda sedang dimabuk asmara, Diana seakan tidak mempermasalahkan hal itu.


Yang Diana tahu, kata suaminya Diana adalah cinta pertamanya. Bahkan Ryan belum pernah pacaran sama sekali. Ya, Ryan mengatakan bahwa ketika mengenal Diana itulah pertama kalinya dia jatuh cinta.


Jika dikatakan demikian wanita mana yang tidak akan merasa melayang? Apalagi ketika yang mengatakan hal itu adalah sesosok pria yang tinggi, berhidung mancung bermata tajam dan juga berkulit putih. Yang bahkan sangat tampan ketika tersenyum.


Diana yang terlalu Naif. Tentu saja Diana mempercayai perkataan Ryan tersebut tanpa mengkroscek kebenarannya.


Padahal dibalik rayuan manis nya, Mas Ryan punya beberapa kisah yang mungkin akan membuat Diana menolak mentah-mentah lamarannya ketika mengetahuinya sejak awal.


Dilahirkan di keluarga yang cukup mapan Ryan merupakan kan anak pertama dari 3 bersaudara. Ia merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Ayahnya Ryan saat itu bekerja di perusahaan swasta asing yang berada di ibukota dan mendapatkan jabatan yang cukup baik. Sedangkan Ibunya juga mempunyai usaha kuliner yang cukup maju


Merasa hidup berkecukupan seakan menjadikannya sedikit manja. Sejak kecil apapun yang diinginkannya, orang tuanya selalu berusaha untuk memenuhinya. Mengalah? saat itu tidak ada dalam kamus Ryan.


Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga SMA, Ryan sering sekali terlibat pertengkaran dengan adiknya atau bahkan teman sekolahnya. Temperamennya saat itu sangatlah labil.


Ketika sedang bertengkar tak jarang umpatan-umpatan dengan kata-kata kasar keluar dari mulut Ryan entah saat bertengkar dengan adiknya ataupun dengan teman sekolahnya.


Pernah sewaktu-waktu Ryan terlibat perkelahian dengan teman sekelasnya. Pertengkaran itu dipicu hanya karena masalah sepele. Saat itu temannya tidak sengaja menjatuhkan buku Ryan yang sedang lewat di depannya.


Temannya sudah meminta maaf. Namun bukannya menerima permintaan maaf, Ryan justru menghantamkan tinju ke wajah temannya. Merasa sudah minta maaf karena tidak sengaja menjatuhkan bukunya Ryan, tetapi malah menerima pukulan darinya temannya pun tidak terima. Akhirnya perkelahian tidak dapat dihindari.


Karena insiden perkelahian itu ibunya Ryan dipanggil oleh pihak sekolah. Alih-alih agar Ryan minta maaf justru yang dilakukan ibunya menyalahkan temennya dan membela anaknya. Ibunya mengatakan bahwa anaknya sama sekali tidak bersalah dan itu hanyalah kenakalan remaja biasa.


Tidaklah cukup sampai disitu. Saat SMA Ryan bergabung ke dalam sebuah geng motor di sekolahnya. Dengan hidup berkecukupan tidaklah sulit bagi Ryan untuk meminta dibelikan sebuah motor gede kepada kedua orang tuanya.


Mengendarai motor dengan kebut-kebutan, perkelahian antara geng motor beda sekolah dan perkelahian di sekolah. Seperti itulah Ryan melewati masa-masa SMA nya.


Walaupun mempunyai track record yang seperti itu namun karena mempunyai wajah yang rupawan dia tetap digilai oleh para siswi.


Bermodalkan tampang yang membuat silau dan memiliki postur tubuh yang tinggi di atas rata-rata laki-laki seusianya, Ryan nyatanya sejak duduk di bangku SMP sudah menjadi populer di kalangan para siswi. Dan kepopulerannya ini pun berlanjut hingga Ryan duduk di bangku SMA.


Banyak siswi, baik itu kakak kelas, adik kelas maupun yang seangkatan seolah mengantri untuk menyatakan perasaannya pada Ryan.


Sosok Ryan yang Diana tahu saat masih berkenalan adalah laki-laki yang baik, pendiam, dapat diandalkan dan setia. Itu yang Diana tahu dan tidak dikroscek lagi kebenarannya.


Nyatanya Ryan adalah termasuk pria yang selalu tebar pesona. Merasa dirinya diatas awan tak jarang Ryan bisa bergonta-ganti pasangan sesering yang dia mau. Ryan bisa dalam satu waktu menjalin hubungan lebih dari 2 wanita. Kepopulerannya ditambah dengan kenakalannya membuat dia mendapat dua gelar sekaligus sebagai badboy dan Playboy kelas kakap.


Tidak dapat dihitung lagi berapa jumlah mantan Ryan sejak dia duduk di bangku SMP. Di salah satu deretan mantannya ada yang bernama Sinta.


Sinta merupakan pacar Ryan yang menjalin hubungan paling lama di antara wanita lain. Ia berpacaran dengan Ryan selama tiga tahun. Sinta pernah sekelas sekali bersama Ryan sewaktu di kelas XI.


Saat Ryan sedang menjalin hubungan dengan Sinta, sebenarnya Sinta mengetahui saat itu Ryan juga memiliki hubungan dengan beberapa wanita lainnya. Namun tampaknya Sinta sudah dibutakan oleh cinta nya kepada Ryan sehingga dia merasa tak masalah jika diperlakukan seperti itu.


Namun saat memasuki ujian Nasional kelulusan kelas XII, ada dua orang siswi yang dikeluarkan dari sekolah tempat Ryan berada.


Yang membuat gempar seisi sekolah adalah 2 orang siswi itu dikeluarkan karena diketahui sedang hamil. Usia kandungan mereka ada yang berusia beberapa minggu dan satu bulan.


Hal ini berhasil dibongkar oleh pihak sekolah karena kedua siswi tersebut menunjukkan gejala-gejala jika seorang wanita memasuki awal kehamilan. Seperti muntah-muntah di kelas atau merasa mual. Ketika diperiksa di UKS mereka bukanlah sakit biasa.

__ADS_1


Sudah ditanyakan oleh wali kelas mereka, siapa yang menghamili mereka. Karena malu atau lainnya kedua siswi itu lebih memilih untuk tidak menceritakannya.


Pelaku yang menghamili kedua siswi itu hanya diketahui oleh Sinta. Ya, pelaku utamanya adalah Ryan pacarnya saat itu.


Bukannya bertanggung jawab, Ryan justru memutus hubungan dengan kedua siswi tersebut.


Entah bagaimana Ryan merayu kedua siswi tersebut hingga mau membuang masa depan mereka. Senakal-nakalnya Ryan saat itu, Sinta juga tidak menyangka Ryan bisa membuat tindakan yang melanggar asusila.


Karena hal itu Sinta pun akhirnya menyerah dan memutuskan hubungan dengan Ryan.


Setelah lulus SMA mereka sudah tidak saling menghubungi satu sama lain. Mereka berdua sudah sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.


Malangnya Ryan, tidak lama setelah dia lulus sekolah ayahnya terkena PHK dari perusahaan tempat dia bekerja. Usaha Ibunya pun bangkrut karena tidak bisa mengontrol pengeluaran mereka dan sudah terlanjur berhutang pada rentenir.


Harta keluarga mereka habis. Sedangkan kedua adik Ryan masih harus melanjutkan sekolah. Ryan satu-satunya anak laki-laki di keluarga itu secara mau tidak mau harus membantu kedua orangtuanya dengan menjadi tulang punggung keluarga.


Ayahnya Ryan masih bekerja tapi karena bekerja sebagai pekerja serabutan tentu hasilnya masih kurang. Ibunya bekerja sebagai seorang pembantu di sekitar komplek perumahannya dan Ryan begitu lulus melamar pekerjaan sebagai pramuniaga di sebuah swalayan.


Tidak mudah bagi sebuah swalayan untuk menerima lulusan yang memiliki track record tidak baik seperti Ryan. Tapi dewi keberuntungan seolah memang berpihak kepadanya karena pemimpin swalayan tempat Ryan melamar pekerjaan merupakan kenalan dari ayahnya.


Menghadapi kejadian yang memilukan yang dialami oleh keluarganya secara berturut-turut membuat hati kecil Ryan pada saat itu ingin berubah.


Ryan mulai mengubah kebiasaannya dan mulai mengatur emosinya agar lebih stabil. Belakangan saat itu ia sudah sering mencoba mengalah oleh adiknya dan lebih menghindari pertengkaran. Walaupun perubahannya belum begitu besar. Tapi niat dan usahanya lama-kelamaan membuahkan hasil.


Ryan juga sudah jauh dari cap playboy dan Bad Boy. Saat bekerja di swalayan tersebut, walaupun banyak karyawati yang naksir padanya Ryan lebih memilih untuk menjauhi hal-hal tersebut karena ia tidak ingin mengulangi kembali kebiasaan saat ia masih duduk di bangku sekolah.


Yang ia inginkan adalah jika memang Ryan sudah siap untuk menikah, baru dengan serius dia akan mendekati perempuan yang dia sukai. Dia sudah tidak ingin main-main lagi karena sekarang ini dia tidak hanya sebagai seorang pemuda tapi juga sebagai tulang punggung keluarga.


Ryan memang sudah berubah jadi lebih baik tapi poinnya adalah dia tidak mengakui semua kesalahan dia dahulu. Berkali-kali Ryan mengucapkan mantra jika dahulu itu bukan kesalahan. Itu adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak seusianya. Ya, Ryan hanya berusaha untuk lari dan menghindar dari kesalahannya dan mengganti dengan membuka lembaran baru.


Memasuki usia yang cukup matang, Ryan sudah didesak oleh orang tuanya untuk mengakhiri masa lajangnya. Lagipula kedua adiknya pun sudah lulus sekolah bahkan sudah ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan bekerja di sebuah perusahaan ternama di ibukota.


Melihat sudah tidak ada beban lagi, maka di usia dua puluh enam tahun Ryan sudah mulai serius untuk mencari calon istri.


Ryan yang saat itu juga aktif bermain medsos dan sudah berteman dengan Diana, pelan-pelan ternyata sudah sering memperhatikan aktivitas atau status yang Diana sering bagikan di akun medsosnya.


Setelah sering saling memberikan respon di media sosial, Ryan akhirnya memberanikan diri mulai dari inbox hingga meminta nomor telepon Diana.


Sesuai dugaannya Ryan, ketika dia mengkonfirmasi perasaannya pastilah Diana juga memiliki perasaan yang sama.


Merasa yakin bahwa Diana adalah jodohnya maka Ryan pun tidak menunggu lama lagi untuk mengutarakan keseriusannya dengan menemui ibunya Diana dan kak Andi.


Tidak sulit memang bagi Ryan untuk menaklukkan hati Diana. Melihat pengalaman dia saat masih duduk di bangku sekolah dengan bagaimana banyaknya perempuan yang mengantri, tentu saja membuat hati Diana tertuju padanya sangatlah mudah bagaikan membalikkan telapak tangan.


Rian yang saat itu serius ingin melamar Diana dan berkunjung ke rumah Diana mengetahui bahwa Diana dilahirkan dari keluarga yang baik-baik saat dia diinterogasi oleh kak Andi.


Merasa malu dan tidak ingin mengakui kesalahannya dulu, Ryan berencana menutup rapat-rapat dan menjadikannya hal itu sebuah rahasia. Termasuk merahasiakan dari istrinya sendiri, Diana. Sekalipun mereka sudah menikah.


Awalnya memang sesuai dengan rencana Ryan bahwa dia memutuskan untuk hidup dengan sederhana dan bahagia bersama Diana dan anaknya Indra.


Namun Ryan kembali goyah ketika masa lalunya hadir melalui media sosial yang sering Ryan gunakan hingga saat ini.

__ADS_1


Sinta kembali muncul di tengah-tengah kehidupan Ryan. Sinta sendiri yang meng-add friends akun Ryan.


Pada mulanya Sinta tidak percaya bahwa itu adalah akunnya Ryan. Melihat Ryan sudah berubah sangat drastis dibandingkan saat mereka masih duduk di bangku sekolah.


Bagaimana bisa seorang yang dulunya Bad Boy berfoto dengan anaknya sendiri dengan ekspresi yang begitu kebapaan?


Apakah benar Ryan hanya memiliki satu istri? Melihat foto-foto yang Ryan bagikan bersama dengan satu orang perempuan yang selalu sama. Apa itu berarti dia sudah meninggalkan cap playboynya juga?


Lalu kemana kendaraan yang sewaktu SMA sering dipamerkan? ke mana motor gedenya yang jika sekarang mungkin menjadi sebuah mobil? ke mana juga pakaian-pakaian mahal bermerek yang dulu sering Ryan pakai saat masih sekolah?


Yah, Ryan memang sering membagikan aktivitasnya di akun media sosial miliknya dan sebenarnya itu pun bukanlah hal yang besar. Karena hampir setiap orang pun melakukan hal yang sama.


Bagaikan dua sisi mata uang. Begitu pun dengan media sosial. Sebenarnya tidak selalu bisa berujung buruk. Hal itu tentu tergantung dari pengguna media sosial tersebut.


Sinta yang semakin penasaran dengan sosok Ryan saat ini yang sudah berubah, dengan lancang mulai sering memberikan respon di akun media sosialnya bahkan hingga mengirim pesan.


Berstatuskan janda yang belum memiliki anak membuat Sinta merasa percaya diri untuk maju kembali ke pelukan mantan pacarnya tersebut.


Betapa terkejutnya Sinta saat mengetahui bahwa Ryan benar-benar sudah berubah. Bukannya mundur Sinta justru merasa kenapa bukan dirinya yang saat ini berada di sisi Ryan?


Serangan demi serangan masa lalu yang indah saat masih duduk di bangku sekolah membangkitkan kembali kenangan Ryan saat itu.


Seperti orang yang bertepuk tangan, Ryan nyatanya berhasil terhanyut oleh masa lalunya. Perlahan namun pasti, Sinta sendiri terus mengulang-ulang kenangan indah mereka berdua saat itu.


Bahkan sesekali Sinta mengirimkan foto yang tidak senonoh kepada Ryan. Seolah ia ingin menunjukkan bahwa dirinya masih cantik sama seperti terakhir mereka bertemu.


Ya, Sinta memang merawat dirinya dengan baik. Dia janda yang belum memiliki anak dan dia punya usaha sendiri. Dengan kulit putihnya, hidung mancung,wajah yang mulus, status sebagai janda dan mandiri laki-laki mana yang tidak klepek-klepek ketika dikejar olehnya?


Tidak boleh saling membuka nomor HP tanpa persetujuan dan menjaga privasi membuat Ryan menjadikan hal itu sebagai kesempatan. Kepercayaan yang Diana berikan nyatanya mudah sekali dikhianati oleh suaminya yang sudah 7 tahun bersamanya.


Siapa sangka hingga saat ini Sinta dan Ryan masih sangat intens berhubungan. Bahkan Sinta rela menitipkan usahanya di Indonesia kepada saudaranya untuk mengejar Ryan yang sedang menemani Diana melanjutkan S2 nya di Turki.


Diana yang sedang sibuk kuliah ditambah lagi saling menjaga privasi. Bahkan Diana sendiri tidak tahu apa password dari akun media sosial suaminya, membuat Sinta dan Ryan seperti diberikan lampu hijau untuk melanjutkan hubungan terlarang mereka.


Akal-akalan, tipuan dan kebohongan mereka lancarkan. Mereka berdua nampak kompak untuk membodohi Diana. Ditambah pula terkadang Ryan sendiri tega meninggalkan Indra sendirian di rumah dengan pintu terkunci.


Walaupun Ryan yakin Indra baik-baik saja ditinggalkan sendirian di rumah. Karena sebelum Ryan pergi dia memastikan tidak ada kompor yang menyala dan membuat Indra anteng dengan mainannya.


Tapi untuk seorang ibu itu adalah hal yang fatal. Bagaimana bisa meninggalkan anak kecil yang berusia 6 tahun sendirian di rumah dengan pintu terkunci?


Berbulan-bulan Sinta dan Ryan bertemu secara rahasia. Mereka berdua seolah dimabuk asmara dan kembali di saat mereka masih sekolah dulu. Ibarat masih remaja yang dimabuk asmara mereka terkadang pergi untuk berkencan. Mereka pergi makan bersama , menonton film di bioskop hingga pergi berbelanja.


Dari awal hubungan itu sudah terlarang. Namun siapa sangka hubungan terlarang itu justru membuahkan cinta.


Janin yang ada di kandungan Sinta adalah buah cinta yang tidak berdosa. Dia sama sekali tidak tahu kelakuan dari kedua orang tuanya yang membuat hal itu terjadi.


Tapi tentu saja itu tidak lepas dari rencana Sinta. Sinta merasa akhirnya dia mungkin bisa mendapatkan Ryan kembali.


Janin yang ada di kandungannya menjadi alasan bagi Sinta untuk meminta Ryan bertanggung jawab. Walaupun awalnya Rian menolak dan marah tapi Sinta sekolah memegang kunci agar Rian mau tidak mau mengakuinya.


Sinta mengetahui bahwa selama ini Ryan belum mengakui masa lalunya kepada Diana. Maka terbayang di dalam benak Ryan bagaimana jika Diana dan keluarganya mengetahui?

__ADS_1


__ADS_2