Malam Tadi

Malam Tadi
bab 1


__ADS_3

"oke anak-anak, sesuai yang Bapak sampaikan tadi sewaktu makan malam. Kalau malam ini kita akan mengadakan jurit malam. Para panitia sudah menyebar beberapa bendera, dan kalian harus mendapatkan maksimal 3 bendera. Jika sudah mendapatkan tiga bendera silakan kembali ke tenda. Ingat ya! Hanya tiga bendera saja. Bapak akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok, dan satu kelompoknya berisi 4 orang."


*Mudah-mudahan kita satu kelompok ya, Cha."


"Emangnya kalau nggak satu kelompok kenapa? Lagian juga gua bosen bareng lu terus."


Natalie marecha dan Natalie Maresha. Mereka berdua kembar yang mempunyai wajah mirip pastinya. Namun untuk sikap Recha lebih pendiam dari sang kakak.


Resha lebih mudah bergaul dengan seseorang yang baru dikenalnya dibandingkan sang adik. Karena sikap friendly dan periangnya Resha, hal itu yang membuat banyak laki-laki jatuh cinta padanya.


Bahkan laki-laki yang dicintai oleh Recha mencintai Resha.


Oke, kembali ke topik awal.


"Baik untuk kelompok selanjutnya.. Aksa, Nazwa, Arvin dan Recha. Kalian berempat satu kelompok. Silakan susul kelompok yang lainnya dan bawa kembali 3 bendera." Keempat remaja itu mulai menelusuri hutan mencari bendera.


"Haduh! Padahal udah ada cahaya lilin, tapi kok gua masih aja takut ya? " Keluh Nazwa saat di perjalanan mencari bendera.


Nama lengkapnya Nazwa Sierra. Biasa dipanggil Nana. Sikapnya friendly, terkadang membuat kesal, namun Nazwa sangatlah mengutamakan kebersihan dan kedisiplinan. Nazwa duduk satu bangku dengan Recha di sekolah. Orang yang selalu menjadi musuh Nazwa itu adalah Arvin dan Delvin. Mereka bertiga sama-sama memiliki sikap humoris namun jika dipersatukan suasana akan menjadi kacau.


"Lu mah di mana aja bakalan ngerasa takut, Na, setannya aja menyatu dengan diri lu." Celetuk Arvin.


Nama lengkapnya Arvin elvano Barata. Biasa dipanggil Arvin atau Vano. Memiliki sikap humoris dan friendly sama seperti Nazwa. Namun Arvin juga memiliki sikap keras kepala. Memiliki sikap ambisi yang kuat jika penasaran dengan sesuatu harus diketahuinya sampai ke akar-akarnya. Apapun Yang terjadi, resiko apa yang ada di depan.. Arvin tidak peduli. Yang penting rasa penasarannya terjawabkan. Sikap ambisi arfin inilah yang kerap kali menjadi sumber masalah dalam circle  pertemanan mereka.


"Ngomong apa lu tadi? Ulangin enggak kata-katanya!"


"Udah jangan berantem terus, nanti benderanya nggak bakal ketemu-ketemu nih." Lerai Recha.


"Kalian tuh bisa nggak sih kalau bersatu jangan kayak Tom and Jerry. Ribut doang bisanya." Kesal Aksa.


Aksa arendra atau biasa dipanggil Aksa. Memiliki sikap tegas bertanggung jawab, juga menjadi satu-satunya orang di circle mereka yang bersikap dingin dan cuek kepada semua orang terkecuali kepada Resha. Aksa tidak bersikap cuek atau dingin kepada Resha karena Aksa mencintai Resha. Aksa tahu, kalau bukan hanya dirinya yang mencintai atau menyukai Resha, namun Aksa tetap berusaha agar bisa mendapatkan hati resha. Meskipun varo sudah berhasil menjadi kekasih Resha namun jika janur kuning belum melengkung masih ada peluang untuk aksa merebut hati Resha dari genggaman Varo.

__ADS_1


"Arvin tuh yang mulai duluan." Nazwa tidak ingin disalahkan.


"Eh enak aja, jelas-jelas elu yang menggerutu nggak jelas dari tadi." Arvin mengelak.


"Ya gua yang menggerutu kok lu yang sibuk." Nazwa kembali memancing keributan.


"Lanjutin terus ributnya! Gua sama Recha mau lanjut nyari bendera." Aksa dan Recha melangkah meninggalkan Nazwa dan Arvin.


"Eh tunggu, cha, sa, jangan tinggalin kita dong." Nazwa segera berlari menyusul kedua temannya.


"Makanya jangan ribut terus." Ujar recha sedikit kesal.


Recha, AXA, Arvin dan Nazwa melanjutkan mencari bendera.


"Eh bentar-bentar kok kayaknya dari tadi kita nggak nemuin kelompok yang lain ya? " Recha menyadari sesuatu yang janggal.


"Lah iya, dari tadi di depan dan di belakang kita nggak ada kelompok lain." Arvin membenarkan.


"Tenang, jangan panik. Kita cari jalan keluarnya pelan-pelan." Aksa menenangkan ketiga temannya.


"Lepas, na, apaan sih lu meluk-meluk? Jadi nggak bebas nih gua geraknya." Keluh Recha karena Nazwa terus memeluknya.


Nazwa melepas pelukannya, kemudian mereka melanjutkan perjalanan untuk mencari jalan keluar. Saat ini bendera bukanlah hal yang mereka cari.. saat tau mereka sudah tersesat, mereka mencari jalan kembali ke tenda.


Cukup lama mereka mencari, namun mereka belum juga sampai ke tenda. Hampir saja mereka menyerah namun mereka melihat dari kejauhan ada cahaya yang mendekat ke arah mereka.


"Eh itu cahaya apaan tuh? Jangan-jangan itu kelompok lain." Ujar Nazwa kemudian mereka segera menghampiri cahaya yang terlihat.


Mereka semakin dekat dengan cahaya itu, hingga mereka bisa melihat seorang laki-laki yang sedang memegang obor.


Laki-laki tersebut terkejut saat melihat mereka. "Ka..kalian siapa?"

__ADS_1


Jika laki-laki itu merasa heran, mereka lebih heran lagi. Karena seseorang yang mereka temui bukan lah orang yang mereka kenal.


"Sebelumnya perkenalkan nama saya Aksa. Dan ini ketiga teman saya yang bernama Recha, Arvin, dan Nazwa." Ucap AXA memperkenalkan dirinya beserta teman-temannya.


"Kami ini siswa yang sedang camping namun kami tersesat." Lanjut Aksa menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka.


"Oh begitu. Kalian sudah tersesat terlalu jauh ke dalam hutan. Setahuku area percampingan masih dalam area luar. Sedangkan Area ini sangat jauh sekali dengan area percampingan."


"Begitu ya? Tapi kami bisa kembali ke tempat camping kami kan? " Tanya AXA mewakili teman-temannya.


"Bisa saja. Tapi lebih baik malam ini kalian jangan melanjutkan perjalanan. Karena saat malam hari hutan ini cukup berbahaya. Jadi lebih baik besok saja kalian mencari jalan keluarnya."


"Tapi kami tidak ada tempat untuk beristirahat malam ini."


"Kalau kalian ingin beristirahat di rumahku boleh saja. Tapi maaf, rumahku hanyalah gubuk yang kumuh dan kecil."


"Apakah jika kami menginap di rumahmu itu tidak merepotkan? " Saat ini Recha yang bertanya.


"Tidak merepotkan sama sekali. Justru aku dan ibuku sangat senang jika ada seseorang yang ingin bertamu ke rumah kami."


"Baiklah kalau begitu. Malam ini kami akan menginap di rumahmu."


Recha, Nazwa, Arvin dan Aksa mengikuti langkah laki-laki tersebut.


Tak lama kemudian mereka sampai di depan sebuah gubuk yang terlihat kecil namun di sekitaran gubuk sangat terawat. Dalam artian tidak ada rumput dan tanaman-tanaman liar di sekitaran gubuk.


"Mari masuk." Ajak laki-laki tersebut kepada mereka.


"Eh kok bisa ya ada orang yang tinggal di tengah hutan seperti ini? " Nazwa merasa heran.


"Gua juga mikirnya gitu, tapi ya kita positif thinking aja lah. Yang penting orang itu udah berbaik hati menawarkan kita untuk nginap di rumahnya." Ujar Arvin.

__ADS_1


-------------------------


__ADS_2