
Stella mengerjapkan matanya yang terasa sangat berat dan kepalanya terasa sakit. "Eugh! Kepalaku," gumamnya mencoba membuka matanya diiringi kernyitan di dahi karena rasa sakit.
Stella membuka matanya dan tatapannya langsung tertuju pada seseorang yang berdiri di depannya.
"Dosen TMII?" Gumamnya menatap Adrian masih dengan kernyitannya.
"Jangan terus melipat dahimu, nanti muncul keriput," gurau Adrian seraya mengusap pelan dahi Stella.
"Kenapa kamu di kamarku?"tanya Stella saat tangan Adrian telah terlepas dari dahinya.
"Melihat keadaanmu," jawab Adrian yang kembali berdiri tegak di depannya.
"Keadaanku? Memangnya aku kenapa?" tanya Stella dengan sangat polos.
"Tak apa-apa, baiklah kau terlihat baik-baik saja sekarang. Aku harus ke rumah sakit." Adrian mengusap kepala Stella dan berlalu pergi.
"Dia kenapa? Dasar dosen TMII yang aneh," gumamnya memegang kepalanya sendiri.
***
"Ya Tuhan!"
Stella jingkrak jingkrak di atas ranjang. "Ini tak boleh di lewatkan. Filmnya kesayanganku Chris Hemsworth. Aku harus segera nonton ke bioskop sekarang juga!"
"Lennong, ya aku harus telpon dia."
Stella segera menghubungi nomor Lenna.
"Hallo Lennong!"
"Heh Stell, loe abis makan toa? Gendang telinga gue pecah gara-gara suara cempreng loe!
"Sssttt diam. Lennong bersiap-siaplah, kita akan ke bioskop sekarang juga!"
"Ada film apa memang? Sekarang gue lagi sibuk."
"Sibuk apaan sih loe? Loe tau gak filmnya kesayangan gue udah rilis di seluruh bioskop. Gue gak sabar pengen nonton Chris Hemsworth, natapin wajahnya yang tampan, tubuhnya yang kekar dan gagah. Rahangnya yang tegas. Oh Tuhan, aku bisa pingsan karena membayangkannya."
"Hadeuhhh, seriusan hari ini gak bisa. Gue lagi mau ke rumah tante gue yang lahiran. Senin ini kita sudah khoas dan gue takut gak bisa kesana karena sibuk."
"Ah elah! Terus gue harus nonton sama siapa? Kalau sudah khoas pasti akan sulit. Apalagi gue denger dari dosen TMII kita tak akan khoas di Jakarta."
"Laki loe ada?"
"Ada di kamarnya, kenapa nanyain dia? Kangen loe?"
"Ck, jangan cemburu dulu."
"Siapa yang cemburu!" Sewot Stella.
"Gini lho, kenapa gak loe ajak aja suami loe untuk nonton. Daripada nonton sendirian kan?"
"Males banget ngajakin dia."
__ADS_1
"Ya daripada gak nonton sama sekali. Udah ah, gue udah mau jalan ke tempat Tante gue. Bye,"
"Eh Lenn! Hallo, hallo." Teriaknya. "Ih dasar Lennong."
"Masa sih ajakin tuh Boboho? Ngebetein banget deh ah."
Stella berjalan keluar kamar dan mencari keberadaan Adrian yang tidak bisa ia temukan dimanapun. Stella lalu perlahan membuka pintu kamar Adrian yang tidak di kunci.
"Pak Boboho?" Serunya tetapi tak ada jawaban apapun.
Kamarnya tampak kosong. "Kemana dia sebenarnya? Apa dia keluar rumah?" Gumam Stella hendak berlalu meninggalkan kamar tetapi ia mengurungkan niatnya saat ia melihat siluet orang dari balik pintu ruang penyimpanan pakaian atau ruang ganti pakaian.
"Pak Boboho!" Serunya membuka lebar pintu itu.
Mata Stella melebar bahkan hampir keluar dari tempatnya. Bahkan dengan terang-terangan ia menatap dari atas hingga ke bawah tubuh Adrian yang masih diam menoleh ke arahnya.
"Aaaaaaaaaaaa!!!"
Stella segera berbalik dan berlari keluar kamar Adrian dan masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu. Ia mengusap dadanya dan masih mencoba mengatur nafasnya dengan bersandar ke daun pintu.
"I-itu tadi apa?" Gumamnya menutup mulutnya sendiri membayangkan apa yang di lihatnya tadi.
"Ya Tuhan, apa yang sudah ku lihat tadi? Tubuh naked seorang pria? Seorang pria?" Ia terus bergumam dengan tatapan syock.
"Pantatnya, bagaimana bisa pantat seorang laki-laki semulus, seseksi dan seindah itu. Kenapa tubuhnya bagaikan ukiran patung yang sangat indah. Bahkan tubuhnya lebih indah dari gue!"
Bayangan tubuh Adrian bagian belakang yang tanpa sehelai benangpun. Bahkan Stella dapat melihat punggung lebar nan kekar milik Adrian juga pantatnya Adrian yang begitu indah dan seksi walau belum melihat bagian depannya.
"Ya Tuhan kenapa bayangan itu gak mau juga pergi dari kepalaku!" Stella memukuli kepalanya sendiri.
"Stell, buka pintunya. Ada apa kamu mencariku?" Tanya Adrian.
"Bagaimana ini!" Gumam Stella yang mendadak merasa gugup.
"Stella ada apa? Buka pintunya!" Ketukan itu semakin kencang.
"Aduh!"
Setelah menarik nafas berkali-kali Stella membuka pintu dengan menutup matanya dengan sebelah telapak tangannya.
"Kenapa kau menutup matamu?"
"Pantat, eh maksudku apa kamu sudah berpakaian?" tanya Stella berusaha menjaga image nya supaya Adrian tak menyadari kalau dia sedang gugup.
"Iya, sekarang jauhkan tanganmu." Stella menutunkan tangannya dan masih menutup sebelah matanya. Kini Adrian sudah berpakaian dengan lengkap hingga membuat ia segera membuka kedua matanya dan berhadapan dengan Adrian.
"Ada apa kau mencariku?" Tanya Adrian.
Tatapan Stella tanpa sadar menyusuri tubuh Adrian dan berhenti di basah pusar Adrian. 'Syukurlah aku tak sampai melihat itu. Entah akan bagaimana kalau sampai melihatnya.'
"Kau mau?"
"Apa?" Pekik Stella kini tatapannya tertuju pada wajah tenang Adrian. "Ti-tidak! Apa sih kamu! Dasar mesum!"
__ADS_1
"Apa?" Seru Adrian. "Aku tanya apa kamu mau keluar?"
"Ah ku pikir apa," kelluh Stella yang kini merasa otaknya tak berfungsi dengan baik.
"Begini, aku ingin nonton. Ada film seru yang ingin ku tonton."
"Film apa? Aku tak ingin menonton film kartun Doraemon," ucap Adrian.
"Bukan! Kau pikir aku bocah. Kamu tau Chris Hemsworth?"
"Ya, kenapa dengannya?"
"Aku mau nonton film dia! Kamu tau, dia itu pria paling Hot sedunia. Dia juga tampan, punya rahang yang tegas."
"Ck, penggemar alay." Adrian berlalu pergi yang kini di buntuti oleh Stella.
"Ayolah pak Dosen. Kau bahkan tak pernah mengajakku nonton sama sekali! Kau ini sungguh pelit!" Ucap Stella membuntuti Adrian.
"Aku tidak mau,"
"Kau ini sungguh suami yang pelit dan kejam. Bahkan yah menurut ajaran agama kita kallau suami tak boleh menyakiti perasaan istri."
"Di saat seperti ini kau membahas hubungan suami dan istri!" Seru Adrian yang kini duduk di sofa ruang televisi.
"Pak Dosen ayolah! Aku mau nonton!" Rengek Stella.
"Tidak!"
"Kalau begitu aku akan umumin ke seluruh kampus kalau pak Adrian tak pernah mengunci pintu saat berpakaian dan juga dia memiliki tahi lalat di pantat kirinya."
"Wow, ternyata kau memperhatikannya dengan intens."
"Apa? Itu, tidak, tidak benar," ucap Stella dengan kegugupannya.
"Sudahlah, aku akan pergi nonton sendirian." Stella hendak berlalu pergi tetapi Adrian menahan tangannya hingga ia tertarik dan berbalik hingga menabrak dada bidang milik Adrian.
"Baiklah, kita pergi, istriku tersayang." Adrian berbisik tepat di telinga Stella dan berlalu pergi.
***
Kini Adrian bersama Stella sudah duduk berdampingan di dalam bioskop.
"Oh Tuhan, Abang Cris kenapa ganteng banget." Stella terus berceloteh heboh selama film di putar membuat Adrian jenuh.
"Dia itu selain gagah, tampan, superheroku dan walaupun usianya tak muda lagi tapi dia makin matang dan tetep ganteng. Uuchhh makin cinta deh aku sama Abang Cris." Stella terus berceloteh seraya menikmati pop cornnya.
"Berhentilah berbicara, kau ini sangat berisik. Bahkan kalau kau 1000kali memujinya juga, dia tak akan pernah melirikmu." Stella mendengus mendengar ucapan Adrian yang tampak bete.
Stella kembali fokus menonton dan ada suatu adegan dimana Chris Hemsworth memperlihatkan badan bagian atasnya yang kekar. Tetapi penglihatan Stella berubah dan ia malah kembali mengingat kejadian tadi. Tubuh naked Adrian yang kembali memenuhi kepalanya.
"Pantat seksi sialan!" Gerutunya memukuli kepalanya sendiri.
"Ada apa?" Tanya Adrian.
__ADS_1
"Tidak!"
***