Married With Teacher

Married With Teacher
1


__ADS_3

Dikantin sekolah....


"Hei...hei...guysss, pada tau gak..?" Ujar Rara yang baru datang tiba-tiba membawa gosip.


"Gak tau karna belom dikasi tau" belum sempat Fela berbicara, Rara sudah memotongnya membuat Fela menatap Rara sengit kemudian mencoba melanjutkan pembicaraannnya tadi sambil menatap ke 3 sahabatnya bergantian seakan-akan dia sangat serius, dan berita yang ia bawa itu sangat penting.


"Sekolah kita kedatangan guru baru" ujarnya dengan semangat empat lima, membuat ke 3 sahabatnya mendengus kesal. Lalu apanya yang special?


"Aishhhh... jangan langsung kesal gitu. Kalian tau gak, kalo guru baru itu ternyata sangat ganteng luar biasa. Mirip sama Sehun Exo" lanjutnya tambah semangat dan kali ini tak ada dengusan lagi dari teman-temannya. Yang ada mereka malah membola kaget. Seriusan?? Sehun Exo?? Omegattttt...


Melisa langsung tegang di tempatnya. Bagaimana tidak? Sehun adalah biasnya dan dia sangat tergila-gila pada oppa korea yang satu itu. Bahkan ia pernah berkata jika ia tak bisa mendapatkan Sehun, setidaknya ia akan mendapatkan seseorang yang mirip seperti Sehun dan akan ia jadikan suami. Apakah kali ini impiannya akan tercapai?


Tapi ia tak mau ambil resiko patah hati dulu, ia mau memastikan kalo memang guru baru yang dimaksud itu sangat tampan seperti Sehun. Karna ia tau kemampuan gosip Rara yang kadang keterlaluan. Dulu juga pernah seperti itu, Rara mengatakan ada guru baru yang tampan se tampan Suho Exo bias Fela hingga membuat Fela histeris dan meloncat girang, tapi nyatanya yang datang apa dan seperti apa?


Yang datang malah seperti bandot tua, buncit, pendek, kepala plontos dan gigi mancung. Hancur sudah ekspektasi Fela kala itu. Dan Melisa tak mau jadi korban yang sama untuk kedua kalinya karna kelakuan Rara yang suka membuat gosip hoax.


"Apa kau sudah melihatnya langsung?" Tanya Melisa serius dan seketika pun Rara nyengir sambil menggeleng menandakan ia belum melihatnya. Dan hal itu berhasil kembali membuat ke-tiga temannya mendengus kesal. Aishhhh....


Sudah dapat mereka pastikan seperti apa endingnya itu. Jadi lebih baik mereka kembali makan dengan tenang dan tak menghiraukan gosip tak bergunanya Rara.


🏫🏫🏫 

__ADS_1


Bel berbunyi pertanda masuk untuk jam pelajaran selanjutnya setelah 20 menit istirahat terlebih dahulu.


Melisa dan teman-temannya pun beranjak dari kursi yang mereka duduki di kantin kemudian segera menuju keruangan kelas. Namun baru setengah jalan, Melisa tiba-tiba merasa perutnya mules. Pasti ini akibat dia menaruh sambel terlalu banyak di dalam baksonya tadi. Aishh... bisa-bisanya disaat begini. Tapi dia benar-benar tak sanggup lagi, hingga ia pun permisi pada teman-temannya untuk ke toilet terlebih dahulu. 


"Ra, bisa tidak nanti kau permisikan aku. Perutku mules, tolong yah" ujarnya kemudian berlalu begitu saja terbirit-birit.


Sementara Rara, Fela, Dan Chaca pun saling pandang kemudian tertawa terbahak-bahak.


"Astagahhh bisa-bisanya si Melisa, sudah tau tidak kuat tapi masih saja mencoba membuat sambal banyak. Untung guru yang akan masuk itu pak Bonden" ucap Rara yang di angguki setuju oleh kedua temannya.


Pak Bonden adalah Guru matematika terbaik, meskipun mereka tidur di kelas sekalipun saat pelajarannya, maka itu tak masalah. Guru itu akan tetap menerangkan di papan tulis sendiri meski ia tau para siswanya di belakang sudah asik molor saking bosannya dengan angka-angka yang tidak dimengerti. Ya, pak Bonden memang baik, tapi dia tak pintar menyalurkan ilmunya pada orang lain. Seakan pelajaran tersebut miliknya sendiri, sehinggap para muridnya tak ada yang gampang paham dengan apa yang ia katakan dan merekapun memilih tidur, namun ia tak mempermasalahkannya karna ia tau dan sadar akan cara mengajarnya sendiri yang begitu membosankan.


"Sudah ahh, masuk duluan yuk" ajak Chaca. Kemudiam mereka pun bergegas ke kelas untuk tidur. 


Si ketua kelas pun masih ada di kursinya, mengapa ia tak memanggil pak Bonden?


"Gus, kok pak Bonden belum dipanggil?" Tanya Fela penasaran pada ketua kelas mereka yang bernama Agus.


"Udah tadi. Tapi pak Bonden gak ada, pas aku ngelapor ke piket, katanya yang masuk menggantikan pak Bonden mulai hari ini pak Keland guru baru" what? Guru baru mau masuk di kelas mereka? Aduh gimana nih? Guru barunya galak gak yah? Semoga aja dia baik kayak pak Bonden, walaupun gak bisa ngajar gak papa. Asalkan mereka bisa tidur. 


"Oh gitu, terus kenapa guru barunya belum dipanggil gus?" Lagi-lagi Fela bertanya.

__ADS_1


"Aku gak tau dimana ruangannya, guru itu ruangannya khusus. Sepertinya dia bukan guru sembarangan deh" ujar Agus membuat beberapa murid seketika hening. Fela heran ada apa dengan teman-temannya. Saat ia menoleh kebelakang, kearah pandangan teman-temannya seketika ia pun ikut terpelongo.


Tampannn.....


Yahh, satu kata yang ada diotak mereka semua saat ini adalah kata tampan melihat pria yang berdiri tepat di depan pintu. 


"Selamat siang semua" sapa orang tersebut yang ternyata adalah guru baru.


"Siang pak" jawab mereka serempak setelah tersadar dari kekagetannya masing-masing.


Kemudian guru tersebut berjalan menuju meja guru. "Okelah, sebelum saya mulai pelajaran, ada baiknya kita semua berdoa terlebih dahulu" ujarnya membuat para siswanya semakin melongon. Ini guru tampan menyuru mereka berdoa? Baru kali ini sepanjang sejarah mereka bersekolah disana, ada guru yang menyuru mereka berdoa. Yang lainnya biasanya langsung belajar kecuali memang guru agama.


"Berdoa mulai" ujar guru itu setelah melihat para muridnya masih setia terpelongo. Dan akhirnya pun mereka semua berdoa di dalam hati masing-masing.


Setelah sesi berdoa selesi, guru tampan tersebut memperkenalkan diri.


"Hmm... baiklahh, saya tak ingin berbasa-basi lebih panjang. Perkenalkan nama saya Keland werrick, kalian bisa panggil saya pak  Keland, mulai hari ini saya akan menggantikan Pak Bonden dalam mengajar pelajaran matematika sekaligus akan menjadi wali kelas kalian, jadi saya harap mulai hari ini, kalian semua meninggalkan peraturan lama dan ikuti peraturan baru dari saya. Jika tidak suka silahkan keluar" jelas Keland seketika membuat mereka merinding. Ternyata guru baru tampan itu sangat tegas. Astagaa, bisa mati muda mereka...


Sementara di lain tempat Melisa benar-benar sedang berjuang mati-matian dengan perutnya yang mendadak diare sehingga ia harus keluar masuk ke dalam toilet berulang-ulang. 


"Huftt.... akhirnya sedikit lega, semoga tidak keluar lagi ya tuhan, aku benar-benar sudah lemas gak sanggup lagi" ujarnya lemahh. Setelah terduduk dikursi yang ada diluar toilet, dan ia merasa sepertinya perutnya tak akan bermasalah lagi, Melisa memutuskan untuk kembali ke kelas. Ia berjalan sudah sangat lemas, aishhh....

__ADS_1


Tokk...tokk...tokk...


__ADS_2