
.
.
.
Malam itu Keland dan Melisa tampak sibuk denga kegiatan mereka masing-masing. Keland dengan berkas-berkas di tangannya dan Melisa dengan buku-bukunya. Saat ini Melisa tampak lebih fokus belajarnya. Ia bahkan tidak menyentuh laptop atau iphonnya lagi saat jam belajar karna ia tak mau tergoda untuk melihat Sehun dan akhirnya itu akan mengganggu belajarnya.
"Kak...." panggil Melisa di tengah-tengah belajarnya.
"Hmmm" jawab Keland
"Aku tidak mengerti bagian ini, bagaimana caranya?" Akhirnya keland pun meninggalkan berkasnya kemudian menjelaskan pelajaran yang sama sekali tidak dimengerti oleh Melisa.
"Ohhh iaaa.... ternyata sangat mudahh... mengapa selama ini aku sangat bodoh tidak mengetahuinya" sesal Melisa membuat Keland tersenyum.
Melisa yang memperhatikan senyum Keland pun jadi terdiam di tempat entah mengapa ia merasa seperti terhipnotis karna senyum manis Keland. Sumpah dia sangat tampan. Luar biasa tampan.
Tanpa sadar Melisa mendekatkan wajahnya pada Keland membuat pria itu terheran di tempat akan tingkah Melisa. Dan tanpa di duga Melisa melingkarkan tangannya di leher Keland kemudian mengecup bibir pria itu membuat Keland membelalak kan matanya kaget. Ia tak menyangka Melisa bisa senekat itu.
Saat Melisa hendak melepas kecupannya segera Keland menarik tengkuk gadis tersebut kemudian menciumnya dalam-dalam, menggigit bibir Melisa membuat gadis itu meringis dan membuka mulutnya dan hal itu membuat kesempatan bagi Keland untuk menerobos memasukkan lidahnya kedalam mulut Melisa kemudian meng'ekspor seluruh isi dalam mulut gadis tersebut. Melumat, membelitkan lidah mereka dan mengabsen deretan gigi Melisa di dalam. Dan hal itu berhasil membuat Melisa kehabisan oksigen karna Keland sangat lama melepasnya.
Melisa memukul-mukul dada Keland dan hal itu berhasil membuat pria itu menghentikan lumatannya.
Melisa dapat melihat mata Keland berkabut gairah. Ia dapat melihat jika pria itu kini sangat mendambakannya dan itu memang benar.
Melisa telah memancing hasrat Keland yang sudah lama mati-matian ia tahan, tapi gadis itu tak mengerti dan malah memancingnya keluar. Tidak taukah ia betapa keland tersiksa saat ini. Ia ingin menuntaskannya pada Melisa segera tapi ia tak ingin memaksa gadis itu. Ia tau Melisa pasti sangat ketakutan akan hal seperti itu. Melisa masih terlalu muda dan Keland tak ingin membebani Melisa dengan tanggung jawab semacam itu.
"Kak-kakak... Melisa sudah siap kok" ucap Melisa berhasil membuat Keland terkejut. Bagaimana bisa Melisa secepat itu merasa siap.
"Melisa jangan main-main...kamu tau kan apa artinya itu?" Tanya Keland yang sedang mati-matian menahan hasrat nya agar tak menyerang Melisa saat ini juga.
"Melisa memang sudah siap, aku percaya sama kakak" ucap Melisa malu kemudian menundukkan kepalanya. Dan hal itu berhasil membuat Kalend tersenyum.
"Melisa... kau tak punya kesempatan lagi untuk menolakku nanti" ucapnya kemudian.
__ADS_1
Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan segera Keland menyambar bibir Melisa dan melumatnya kembali, ciuman itu kini semakin panas dan menuntut.
🕕🕊
Pukul 06.00 suara kicauan burung membangungkan Keland dari tidurnya. Namun sepertinya Melisa masih tertidur begitu pulas di pelukannya. Sepertinya memang Melisa begitu kelelahan. Keland berencana mengizinkan Melisa tidak ke sekolah hari ini. Biarkan saja gadis itu istirahat hari ini. Namun pergerakan Keland saat ingin melepaskan pelukan Melisa membuat gadis itu pun ikut mengerjap.
"Kak..jam berapa??" Tanya Melisa sembari menguap belum sadar seutuhnya. Dan Keland terkekeh melihatnya.
"Jam 06.00" jawab Keland berhasil membuat Melisa bangkit seketika dan hendak melompat dari ranjang menuju kamar mandi kalau saja ia tak tiba-tiba meringis merasa sakit diantara pangkal pahanya.
"Ashhhh...."
"Kau kenapa? Apa sakit?? Katakan dimana?" Tanya Keland panik dan Melisa pun menggigit bibir bawahnya lalu menunjuk kemaluannya dengan wajah merona malu.
"Tunggu, biar kakak ambil salep" ujar Keland dan hendak pergi jika saja tanganya tak di tahan Melisa.
"Tunggu mandi aja kak" jawabnya membuat Keland menggeleng.
"Tidak..kau tidak usah sekolah hari ini. Kau masih sakit, istirahat saja dirumah" tolak keland membuat Melisa menggeleng tidak terima
"Tidak kak, aku mau sekolah hari ini. Nanti kalau aku tidak sekolah dengan alasan sakit teman-teman akan bertanya-tanya kemudian akan datang semua menjenguk ke rumah. Dan sudah dipastikan mereka tak akan menemukanku disana, dan mereka akan curiga. Lagian hari ini kami sudah janji keluar bersama untuk terakhir kalinya" ucap Melisa membuat Keland berfikir.
"Kak, tolong yahhh... ini untuk terakhir kalinya, aku udah gak papa kok. Aku baik-baik aja" mohon Melisa membuat Keland merasa kasihan. Sepertinya Melisa ingin sekali pergi bersama teman-temannya, mungkin ia merindukan mereka fikir Keland dan akhirnya Keland menyetujui tapi dengan syarat Melisa harus hati-hati dan harus menelfonnya ketika ada apa-apa yang dibalas dengan anggukan semangat Melisa.
"Sekarang kau harus mandi, nanti terlambat" ucap Keland membuat Melisa mengangguk. Namun saat ia ingin bergerak itu benar-benar sakit rasanya.
Karna tidak tega, Keland pun mengangkat Melisa membawanya ke kamar mandi. Dan mereka pun mandi bersama.
___
Setelah acara sesi mandi selesai Keland membaringkan Melisa kembali di ranjang untuk mengobati gadis tersebut yang kini sudah berubah menjadi wanita.
Keland membuka handuk Melisa membuat gadis itu menahannya, ia malu....
"Ada apa?" Tanya Keland
__ADS_1
"Kak...biar aku saja"
"Apa kau malu?" Tanya Keland jengkel, bagaimana bisa Melisa masih malu. Semalam ia sudah melihat semuanya dengan jelas dan tadi saat mandi juga ia sudah melihat semuanya lagi, ia bahkan sampai hafal dan tau di beberapa bagian tubuh Melisa ada tahik lalatnya. Bagaimana bisa masih malu?
"Aku sudah melihat semuanya, lalu apa lagi?" Tenya Keland kesal, Melisa sudah membuang-buang waktu. Bisa saja mereka akan terlambat nanti.
"Ak...aku..." Melisa tidak tau harus mengatakan apa, yang jelas saat ini ia sangat malu untuk mengangkang di depan pria itu. Pria itu pasti akan melihat dan meneliti dengan jelas daerah nya dan ia sangat tak mampu membayangkannya.
Tak ingin buang buang waktu, segera saja Keland menyingkapkan handuk Melisa tanpa izin membuat gadis itu terkejut tapi tak bisa menolak.
Keland merentangkan kedua kaki Melisa lalu mengambil salep yang sedari tadi tergeletak di meja kecil samping tempat tidur.
Sebenarnya ia bisa mencium aroma wangi dari milik Melisa dan itu sangat menggodanya kembali, namun ia menahannya..... ia tak ingin kebablasan dan akhirnya mereka berakhir di ranjang kembali seharian penuh. Ini saja sakit Melisa belum sembuh, apa jadinya jika ia menyerangnya lagi?
Keland mengoleskan salep dengan pelan dan hati-hati di daerah sekitar milik Melisa. Sesekali ia mendengar gadis itu meringis perih, namun keland mengabaikan dan kembali memakaikannya dengan lebih pelan pelan.
"Sudah... tunggu sebentar, aku akan mengambilkan pakaianmu" ucap keland kemudian berlalu meninggalkan Melisa yang saat ini sudah benar benar tersipu malu wajahnya memerah sangat merah.
Tak lama kemudian keland datang dan membawakan seragamnya.
"Pakailah, apa perlu kubantu?" dan dengan secepat kilat Melisa menggeleng
"Aku bisa sendiri kok kak" ucapnya dan membuat Keland kembali berlalu dan membuka lemari untuk mengambil pakaiannya sendiri.
Ia memakai pakaiannya di depan Melisa begitupun sebaliknya. Melisa merasa ini seperti suatu hal yang sangat menggelikan. Ia dan gurunya itu tadi malam melakukan itu, lalu paginya mereka mandi bersama dan sekarang mereka memakai pakaian bersama-sama saling berhadapan.
Memikirkannya membuat wajah Melisa tak henti hentinya blushing dan Keland sadar itu, namun pria itu hanya terkekeh kecil lalu tak perduli dan kembali melanjutkan aktivitasnya.
Bagaimana pun mereka sudah suami istri sekarang, tak ada hal yang perlu disembunyikan.
🕖🕖🕖
Jam 07.00 mereka tiba di simpang. Keland tak tega meninggalkan Melisa berjalan dari sana. Bagaimanapun itu masih lumayan jauh sekitar 100m ke sekolah.
Karna tak tega akhirnya Keland memesan taksi online meskipun sudah sangat dekat ia membayar taksi itu dengan mahal, asalkan Melisa sampai disekolah dengan aman dan selamat. Dan ia memastikan pada sopir itu untuk memasukkan taksinya ke dalam sekolah. Supaya tak berhenti di gerbang. Awalnya supir itu ragu karna setaunya sekolah elit itu tak mengizinkan peraturan taksi masuk. Namun saat Keland mengatakan ia yang akan mengatur semuanya dan tugasnya hanya mengantarkan Melisa dengan selamat dan supir taksi itupun mengangguk saja. Kapan lagi ia dapat untung sebanyak ini. Ia mengira sepertinya Keland adalah kekasih Melisa.
__ADS_1
Ia memastikan jika pria itu sepertinya sangat Mencintai gadis yang ia bawa saat ini. Beruntungnya gadis cantik yang ia bawa saat ini, dicintai oleh pria kaya, tampan dan sangat baik hati. Supir itu hanya tersenyum membayangkan. Ternyata di dunia ini masih ada cinta yang benar-benar tulus.
....