Married With Teacher

Married With Teacher
20


__ADS_3

.


.


.


5 bulan setelah kejadian meninggalnya ayah Melisa kini mereka sedang sibuk mempersiapkan diri untuk ujian akhir kelulusan. Saat-saat akhir memang sangat menegangkan. Mereka semua berlomba untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Karna ini adalah kelulusan.


Melisa sudah banyak diberikan bekal oleh Keland, agar Melisa bisa mencapai nilai yang bagus dan diterima di universitas yang bagus.


"Mel ini bagaimana?" Kini ke 3 temannya kalau tidak mengerti sudah dipastikan bertanya pada Melisa yang kini semakin pintar karna Keland. Pria itu benar-benar mengajarinya dengan telaten. Melisa sekarang sudah seperti guru bagi mereka. Teman sekelas mereka yang lain yang melihat perubahan Melisa pun sebagian merasa tercengang tak menyangka. Jadi mereka berfikiran selama ini Melisa hanya berpura-pura bodoh saja di kelas. Namun sebahagian lagi merasa kesal dan masih tak percaya. Mereka mengira jika Melisa emang berbuat curang dengan nilainya, namun saat guru menest Melisa di kelas mereka jadi tidak berkutik.


Bahkan kini tak jarang Melisa dan Erlando bertukar pendapat tentang menyelesaikan satu soal yang menurut mereka rumit dan mereka akan menyesaikannya bersama-sama.


Kini mereka semakin akrab, dimana dulu Erlando sangat membenci Melisa karna bodoh. Yah, Erlando sangat benci perempuan yang bodoh apalagi hanya bisa bermain-main dan pacaran seperti genk Melisa, dia selalu menjauh dari orang seperti itu, karna menurutnya mereka orang tak berguna dimasa depan. Tapi saat mengetahui perubahan Melisa bukannya kesal Erlando sangat senang. 


Dan melihat kemampuan Melisa yang semakin hari semakin meningkat itu membuat Erlando kadang berfikir jika Melisa bisa saja melampauinya di ujian Kelulusan nanti. Tapi ia tak marah, ia senang pada siapa saja yang berjuang untuk prestasi. Ia bangga dengan Melisa. Memang benar kata pepatah 'tak ada yang bodoh, yang ada itu hanya orang malas' dan dulu mungkin memang Melisa tidak pernah mengasah kemampuannya yang sebenarnya luar biasa hanya saja ia tak menyadarinya karna sibuk dengam kegiatannya yang tidak penting.


"Siang semua..." sapa Keland yang memang kini jam masuknya dikelas Melisa. Dan semua pun menjawab sapaan Keland dan seperti biasa karna sudah hafal mereka pun berdoa. Kini sekolahnya sudah banyak perubahan sejak Keland menerapkan peraturan-peraturan baru yang lebih tegas dan disiplin kepada para guru dan siswa. Sekolah mereka semakin unggul sejak pengawasan Keland. Dan Keland merasa jika sepertinya tugasnya disana akan selesai. Ia sudah memutuskan jika setelah pengumuman kelulusan ia akan berhenti dan kembali pada perusahaannya.


"Karna hari ini pembelajaran matematika terakhir kalian dimasa SMA kalian, dan sebentar lagi menghadapi ujian kelulusan maka persiapkanlah diri kalian masing-masing dengan serius. Jaga kesehatan dan banyak berdoa. Sebentar lagi pertempuran kalian yang terberat akan dimulai, dan nikmati hasilnya. Kalau begitu selamat berjuang untuk semuanya" ucap Keland dan di jawab....


"Siap pak" oleh semua siswa penghuni kelas.


"Minggu lalu kita sudah sampai ke akhir bab dan itu semua berkat kerja keras kalian yang semakin hari semakin mudah paham dan kelas kita mencapai rekor bab tercepat selesai pembahasan dibandingkan kelas lain yang bahkan masih menyisakan beberapa bab" semuanya pun tepuk tangan sangat bahagia. Kemudian sang ketua berseru...


"Ini bukan hanya kerja keras kami pak, kalau bukan bapak yang mengajar dengan begitu telaten dan mudah dipahami mungkin kami akan sama dengan kelas lain yang masih tertinggal" ucap agus dan semuanya bersorak mengiyakan membuat Keland tersenyum.


"Itu kerja keras bersama tentunya, baiklah karna hari ini kita free pembahasan, maka bapak akan memberikan kalian beberapa soal latihan terakhir yang harus kalian selesaikan dalam 1 les. Dan kita akan mengoreksi selama 1 les dan sisanya 2 les lagi kita akan bercengkrama sebagai hadiah bagaimana?" Tanya Keland membuat semua semangat mengiyakan.


Dan akhirnya pun mereka mengerjakan soal dan mereka membahasanya dengan semangat. 


"Baiklah karna kita telah selesai membahas bersama, bapak mau kalian kumpulkan kertas jawaban yang ada di tangan kalian sekarang juga" perintah keland dan mereka pun mengumpulkan lembar jawaban yang masing-masing memegang milik temannya saat pembahasan agar tidak terjadi kecurangan.


"Saya akan mengumumkan hasilnya" ucap keland saat sudah memegang semua lembar jawaban.

__ADS_1


"Deddy memperoleh nilai 80,5" ucapnya membacakan nilai dari kertas yang teratas. Dan deddy tampak sangat senang. Nilai nya selalu meningkat. Dan itu berkat Keland yang sangat pintar menjelaskan. 


"Silvi memperoleh 80.0" dan lagi Silvi tersenyum


"..."


"...."


"____________"


"Chaca nilai 87.3" dan Chaca pun berlompat bahagia. Nilai matematikanya semakin meningkat banyak. Dulu ia tak pernah mendapat nilai seperti itu.


"Rara nilai 88.5" membuat senyum Rara mengembang dan ia tos dengan Chaca.


"Erlando 98.4" Seperti biasa si peringkat Kelas memang selalu mencapai nilai hampir 100 dan itu bukanlah hal yang sulit untuk mereka percayai, Lando memang sangat hebat.


"Julinda 90.5" dan Julinda pun tersenyum. Ia tau kemampuannya tidak menurun, nilainya selalu tetap sama. Yang membuat peringkatnya menurun adalah karna nilai Melisa yang melonjak melampauinya.  


"Hesti 95.7" gadis itu juga kini mulai terima. Karna ia juga sadar jika Melisa memang tidak curang. Karna itu terbukti dari kesehariannya Melisa saat belajar di kelas.


"dan terakhir Melisa dengan nilai 98.6" dan mata semua orang pun menoleh menatap kearahnya.


Ini adalah fenomena sejarah. Baru kali ini ada yang bisa melampaui nilai Erlando. Mereka semua terkejut. Meskipun mereka mengakaui Melisa akhir-akhir ini jadi pandai. Tapi mereka tak menyangka ia bisa menyaingi Erlando. Luar biasa itu membuat tercengang. Meskipun hanya selisih sedikit tapi itu sudah membuktikan, jika Melisa bukanlah saingan yang mudah untuk Erlando nanti di ujian kelulusan.


Sementara Melisa yang ditatap begitu oleh sekelas menjadi tersenyum kikuk sendiri. 


"Sepertinya si Melisa selama ini pura-pura bodoh yah" ucap Erlando membuat mereka semua mengangguk setuju sambil terus menatap Melisa.


Keland yang melihat semuanya pun jadi terkekeh, ia bisa lihat raut terkejut Melisa tadi dan juga tatapan takjub teman-temannya. Keland sendiri mengakui jika melisa itu memang pintar jika ia bisa serius belajar. Selama ini yang menghambat belajar nya adalah kegilaan masa remajanya yang berlebihan. Dan saat kegilaan itu berlahan memudar, lihatlah kini ia bisa menjadi orang yang membuat takjub.


"Baiklah.... karna semua nilai sudah dibacakan, sekarang free time kita jadi apa yang akan kita bahas?" Tanya Keland memecah suasana dan kelas pun kembali riuh karna mereka semua berlomba-lomba bertanya kepada Keland.


Mereka bisa mennayakan masalah pribadi agar mereka jadi lebih akrab. Tapi Keland hanya berjanji menjawab semaunya saja.


"Pak, mengapa bapak tidak kerja di perusahaan bapak saja? Mengapa harus jadi guru?" Tanya salah satu siswi disana dan semua menatap Keland penasaran.

__ADS_1


"Siapa bilang saya tidak bekerja? Saya mengerjakan keduanya secara bersamaan" what?? Mereka semua berteriak tak percaya. Membimbing perusahaan bukanlah tugas yang mudah apalagi itu perusahaan besar tapi Keland melakukan keduanya.


"Lalu apa bapak akan terus jadi guru?" Ada lagi yang bertanya,


"Saya rencana akan selesai saat kalian selesai" jawab Keland membuat mereka semua tersenyum bangga karna Keland hanya akan menjadi guru di saat ada mereka saja dan mereka sangat bahagia.


"Terus pak apa benar istri bapak murid disini?" Kini Wika bertanya namun dengan nada pelan karna takut membuat Keland marah,


"Saya akan menjawabnya di hari kelulusan" jawab Keland membuat Melisa  membola diikuti oleh ke 3 temannya yang menatapnya sekarang. Apakah keland berencana membongkar semuanya di hari itu? Entah mengapa Melisa merasa bahagia, wajahnya merona malu membayangkannya. Ia bahagia akhirnya akan menunjukkan siapa dirinya sebenarnya. Ia akan tunkukkan pada dunia, pada gadis-gadis yang menggilai suaminya jika Keland miliknya. Dan ia tak perlu menyembunyikannya lagi.


"Serius pak??" Tanya salah satunya lagi tak percaya


"Ya, dan untuk bisa melihat itu semua maka kalian harus lulus kan? Jadi jika ingin tau kalian harus belajar dengan giat dan duduklah dibangku kelulusan kalian" ucap Keland memberi motivasi dan itu berhasil membuat mereka bersemangat. Karna mereka semua sudah sangat penasaran pada gurunya yang satu ini.


"Siap pakkk" ucap mereka serempak terkecuali melisa tentunya yang hanya tersenyum pada keland.


🕙🕙🕙


1 bulan 2 minggu kemudian...


Begitulah waktu berlalu dan kini mereka telah duduk di kursi kelulusan untuk mendengarkan pengumuman dengan nilai lulusan terbaik tahun itu, setelah satu bulan yang lalu mereka telah selesai menghadapi pertempuran yang sangat panas di depan layar monitor komputer.


Hal itu berhasil membuat otak mereka kacau, tubuh lemas, dan sebahagian berakhir sakit. Tapi mereka tetap bisa berhasil melaluinya, karna tak ingin gagal. Dan banyaknya motivasi yang mereka terima telah membuat mereka semakin keras dan semangat berjuang hingga hari ini mereka semua sudah resmi tau jika mereka memang 100% lulus. Dan saat ini mereka duduk di bangku kelulusan itu manantikan 2 acara penghargaan untuk di berikan pada 2 orang dengan lulusan terbaik putra dan putri.


"Baiklah terimakasih semua sudah berkumpul dan sekarang kita akan memulai acara kita___________________" ucap sang mc panjang.


"_________________"


"_________________"


"Baiklah, sekarang ini adalah pengumuman yang paling di tunggu-tunggu" ucap sang Mc setelah beberapa orang penting selesai memberikan kata sambutan. Dan kini semua tepuk tangan menantikan pengumuman itu karna mereka penasaran, siapa yang sangat pintar diantara semua siswa tingkatan sekolah mereka?


"Saya akan membacakan pengumuman peraih nilai terbaik putra tahun ini terlebih dahulu dan disusul oleh putri. Saya persilahkan untuk wali kelasnya memberikan penghargaan bagi anak didiknya yang telah berhasil memperoleh sampai ke tingkat ini, dan berikan ucapan selamat yang tulus untuk nya semoga mereka akan menggapai masa depan yang sukses nantinya, amin" ucap sang Mc dan di aminkan oleh semua orang.


.....

__ADS_1


__ADS_2