Menanti Hari Esok

Menanti Hari Esok
Malam Mencekam


__ADS_3

  Malam itu suasana rumah milik Pak Teddy tampak sunyi sepi. Di dalam rumah mewah itu terlihat gelap gulita. Hanya sedikit cahaya dari teras yang menembus melewati lubang ventilasi yang berada di ruang tamu. Pasalnya, setiap semua penghuni rumah itu hendak tidur, semua lampu yang berada di dalam rumah dimatikan. Hanya lampu teras depan dan tepi jalan depan rumah, yang terlihat lampunya dibiarkan menyala.


  Malam itu jalanan depan rumah Pak Teddy terlihat sangat lengang. Tidak ada seorang pun yang terlihat batang hidungnya. Bahkan satu kendaraan pun tidak ada yang terlihat melewati jalanan yang berada di kompleks perumahan elite itu.


  Seperti warga lainnya. Pak Teddy, Yos, dan Bi Ginah terlihat sudah sejak tadi terlelap tidur di kamar masing-masing. Tidak heran bila mereka sudah tidur. Karena jam dinding menunjukkan pukul 00.31 WIB.


  Didalam suasana malam yang sepi mencekam itu, tiba-tiba saja sebuah mobil jenis jeep berwarna hitam melaju dengan kencang dari kejauhan. Saat melintas di jalanan depan rumahnya Pak Teddy, tiba-tiba saja mobil tersebut berhenti tepat di bawah pohon rindang yang berada di tepi jalan.


  Tidak berapa lama, dua orang berpakaian serba hitam turun dari atas mobil. Kedua orang itu terlihat memakai penutup kepala yang hanya memiliki lubang di bagian mulut dan kedua matanya. Tanpa membuang waktu, kedua orang itu terlihat berlari ke arah pintu gerbang yang terbuat dari besi. Dengan cekatan mereka menaiki gerbang yang memiliki tinggi sekitar dua meter itu.


  Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya kedua orang misterius itu berhasil menjejakkan kedua kakinya di bagian carport depan rumah Pak Teddy. Setelah saling memberikan kode, mereka berjalan dengan cara mengendap-endap.


  Sesampainya di teras depan rumah, mereka berdua menghentikan langkahnya. Pada bagian jendela yang berada di sebelah kiri, salah satu diantara mereka meraba-raba jendela itu dengan jari-jarinya yang dibungkus dengan selembar sarung tangan.


  Karena melihat jendela di hadapannya telah dilapisi tralis yang terbuat dari besi, seorang diantara mereka kembali memberi isyarat kepada temannya yang berada di sebelah kiri. Mereka berdua pun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu depan rumah.

__ADS_1


  Ketika mereka telah berdiri di depan pintu, salah satu diantara mereka mengeluarkan benda dari dalam saku celananya. Tanpa basa-basi, orang itu berusaha untuk membuka pintu dengan cara dipaksa menggunakan alat yang terbuat dari besi yang dipegangnya.


  Tidak membutuhkan waktu lama, orang yang berada di sebelah kanan akhirnya berhasil membuka pintu depan rumah milik Pak Teddy. Mereka pun saling pandang. Senyum lebar terpancar dari kedua wajah orang itu.


  Dengan sangat perlahan mereka berdua memasuki bagian dalam rumah milik Pak Teddy. Mereka terus berjalan menuju salah satu kamar yang paling dekat dengan ruang tamu. Dengan perlahan salah satu diantara mereka membuka pintu kamar tersebut. Namun ketika pintu itu berhasil dibukanya, mereka tidak melihat seorang pun yang berada di atas tempat tidur.


  Mengetahui kamar pertama tidak ada penghuninya, mereka pun kembali berjalan menuju kamar tidur yang berada di sebelah kanan ruang keluarga. Seperti sebelumnya, mereka pun perlahan membuka pintu kamar tersebut. Ketika pintu yang tidak terkunci itu telah berhasil dibukanya


  Namun tanpa disangka-sangka, begitu dua orang misterius itu melihat wajah Pak Teddy, mereka mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam kamar itu. Entah apa yang mereka cari, mereka berdua dengan perlahan menaiki anak tangga yang berada di sebelah kiri pintu kamarnya Pak Teddy.


  Setelah berhasil membuka pintu kamar tersebut, kedua orang itu terlihat cukup terkejut, ketika mereka melihat seorang lelaki muda dengan keadaan kepalanya tanpa rambut. Mereka berdua pun kembali saling beradu pandang. Orang yang berada di sebelah depan memberi isyarat dengan menganggukkan kepalanya.


  Orang yang berada di sebelah depan melangkahkan kakinya menghampiri lelaki yang bukan lain adalah Yos Sudarso. Sedangkan temannya mengikuti di belakangnya. Sesampainya mereka di tepi ranjang sebelah kiri, mereka melihat lelaki yang berada di atas tempat tidur, sedang tertidur dengan nyenyak.


  Tanpa membuang waktu lagi, orang yang berada di sebelah kiri mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Benda yang dipegangnya ternyata adalah sebuah kain berwarna merah. Dengan gerakan sangat cepat, orang yang berada di sebelah kiri membungkam mulut Yos dengan selembar kain yang dipegangnya.

__ADS_1


  Karena merasa sebuah benda menempel di bagian mulutnya, Yos pun langsung terbangun dari tidurnya. Kedua matanya melotot seperti hendak keluar, ketika ia sangat kaget saat melihat dua orang berpakaian serba hitam berada di sebelah kanannya. Tidak tinggal diam, Yos berusaha untuk menangkis lengan kanan orang yang sedang membungkam mulutnya. Namun sayang sungguh sayang. Ketika niatnya belum kesampaian, tiba-tiba tubuh Yos mendadak lemas tidak berdaya. Kedua matanya yang semula terbuka, kembali memejamkan mata dengan perlahan.


  Melihat obat bius yang berada di kain berwarna merah yang dipegangnya telah berhasil bereaksi, orang yang berada di sebelah kiri kembali memasukkan kain berwarna merah ke dalam saku celananya.


  Sebelum mereka berdua kembali bertindak, orang yang berada di sebelah kanan mengeluarkan benda yang ternyata adalah selembar kertas berwarna putih. Kertas yang yang dilipat beberapa kali, ia rentangkan lebar-lebar menggunakan kedua tangannya. Lalu ia menaruh selembar kertas itu di atas nakas yang berada di sebelah kiri tempat tidur.


  "Ayo cepat Kita bawa orang ini ke mobil!" Perintah lelaki yang berada di sebelah kanan. Mendengar ucapan kawannya, lelaki yang berada di sebelah kiri langsung menghampiri dan mengangkat tubuh Yos pada bagian punggung bagian atas. Sedangkan orang yang berada di sebelah kanan mengangkat tubuh Yos pada bagian kedua pahanya.


  Dengan sedikit kesusahan, mereka membawa tubuh Yos menuju bagian depan rumah. Begitu berhasil sampai di depan gerbang, salah satu diantara mereka kembali mengeluarkan benda yang dibawanya. Dengan benda di tangannya, lelaki itu akhirnya berhasil membuka gembok yang berada di pintu gerbang.


  Setelah berhasil membuka pintu gerbangnya, mereka berdua pun kembali mengangkat tubuh Yos menuju mobilnya. Dengan sedikit kesusahan, mereka memasukkan tubuh Yos ke dalam mobil baris kedua. Dengan nafas terengah-engah, mereka berdua duduk di atas jok mobil bagian depan. Mereka pun bergegas menutup pintu di sampingnya. Dengan gerakan cepat mereka melepaskan penutup kepala yang melekat di kepala mereka masing-masing. Begitu penutup kepala terlepas, terlihatlah kedua wajah orang yang basah oleh keringat.


  Orang yang berada di sebelah kanan ialah seorang lelaki berkulit hitam dan bertubuh gemuk. Usianya sekitar 40 tahun lebih. Sedangkan orang yang di sebelah kiri ialah seorang lelaki berkulit sawo matang, berambut keriting, dan bertubuh kurus.


  "Akhirnya berhasil juga! Walaupun susah payah mengangkat tubuhnya!" Ucap lelaki yang duduk di belakang setir mobil.

__ADS_1


  "Iya Ucok! Cepetan nyalain mobilnya! Sebelum ada orang yang melihat!" Perintah lelaki yang berada di sebelah kiri. Mendengar perintah kawannya, lelaki gemuk yang bernama Ucok, langsung menyalakan mesin mobil dan menginjak pedal gas dengan kuat. Mobil itu pun melaju dengan kencang meninggalkan rumah Pak Teddy.


__ADS_2