Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Ketahuan


__ADS_3

Usai mengantar kan anye pulang, Big langsung kekantor karena anak buah nya mendapat kan cctv kejadian saat malam pertama nya.


"Di mana rekaman nya?" Tanya big begitu sampai.


"Ini tuan." Juno menyerah kan flashdisk.


Big mengambil flashdisk dan memutar nya di laptop, Semula terlihat normal normal saja ketika para undangan saling bersalaman.


Hingga akan tiba akhir acara, Tampak angela berjalan sedikit ragu mendekati minuman dan tangan nya membawa sesuatu.


"Dia yang memberiku minuman memang saat itu." Batin big mengezoom.


Amarah big berkumpul dalam dada ketika sadar bahwa anak angkat nya lah biang kerok permasalahan ini, Buku jari nya sampai memutih karena big mengepal dengan sangat kuat.


"Namun apa motif nona angela melakukan nya?" Heran juno tidak mengerti.


"Entah lah, Aku akan segera menemui nya." Ujar big bergegas keluar.


"Jangan sampai menyakiti nya tuan." Juno mengingat kan bos nya.


Juno tak habis pikir dengan kelakuan angela saat ini, Ia pun berniat untuk menyelidiki nya lebih dalam.


Mansion dawson.


Anyelir yang sudah berganti pakaian pun ingin menemui mark, Sambil melihat ponsel nya ia berjalan.


Namun telinga anye mendengar suara ribut dari kamar zizi, Ia pun mendekat karena mengira jika big yang sedang marah.


"Sabar lah beberapa bulan lagi leon! Kita tidak bisa bergerak sekarang." Zizi memengang tangan pria yang bernama leon.


"Aku tidak bisa lagi jauh dari kamu zi, Aku ingin kita sama sama seperti dulu." Leon terlihat emosi.


"Aku mohon sama kamu sayang, Setelah anak ini lahir aku pasti akan mendapat kan mansion dan juga perusahaan big." Ujar zizi.


Anyelir terperangah mengetahui fakta bahwa zizi tidak mencintai big, Wanita ini hanya ingin menguras harta nya saja.


"Sampai kapan zi, Aku tidak mau menunggu terlalu lama." Desak leon.


"Tidak akan lama, Jika kau memang mencintai ku. Maka kau tidak akan merasa lama." Jawab zizi mencium bibir kekasih nya.


Tidak ingin hilang kesempatan emas ini, Anye merekam aksi bejat dua manusi ini. Bukan hanya adegan bibir yang mereka lakukan, Bahkan kini mereka mulai melepas baju nya masing masing.


Di kamar mark.


Angela masih mengurus mark yang memang demam parah, Dengan telaten angela menyuapi mark bubur yang tadi ia beli.


"Enak kan grandpa." Ujar angela.


"Enak, Tapi mulut grandpa sangat pahit." Keluh mark.


"Pahit ya? Bagai mana jika minum es manis." Tawar angela.


"Grandpa demam kok di tawari es toh ngel." Ujar mark tersenyum lucu.

__ADS_1


Angela menyadari kebodohan nya sambil nyengir, Meski bodoh ia sangat perhatian kepada mark.


"Nanti setelah lulus mau lanjut kuliah di mana ngel?" Tanya mark membuka obrolan.


"Di universitas sini saja." Jawab angela.


"Kenapa tidak keluar negeri, Kan bisa nambah pengalaman." Ucap mark yang ingin cucu nya pintar.


"Tidak grandpa, Angel tidak bisa jauh dari kalian." Sahut angela.


"Tidak masalah jika ingin kuliah di sini, Memang nya mau ambil jurusan apa?" Tanya mark.


"Angel ingin ekonomi pembangunan." Jawab angela mantap pada pilihan nya.


"Belajar yang giat ya nak, Biar jadi orang sukses." Nasihat mark.


"Menurut grandpa, Jika kuliah setelah menikah apa akan mengganggu konsentrasi?" Tanya angela lirih.


"Bisa jadi iya! Kan jadi nya harus memikir kan suami, Memikir kan belajar." Jawab mark.


"Hais! Padahal angel ingin menikah dulu baru kuliah." Keluh angela.


"Memang nya sudah punya pacar?" Tanya mark tersenyum menggoda.


"Tidak pacaran sih, Tapi dia pasti mau sama angel!" Yakin angela.


"Siapa dia?" Selidik mark.


"Lah terus?!"


"Angel ingin balas budi dan menikahi nya." Jawab angela mantap.


Mark tersenyum bangga dengan jawaban angela, Gadis yang sangat tahu tentang balas budi. Dia tidak melupa kan jasa baik anzel. yang dulu hampir mati karena menyelamat kan nya.


...****************...


Bodyguard yang menjaga mansion menunduk takut ketika melihat big datang dengan wajah yang sangat marah, Mereka hanya bisa diam karena tidak ingin kena amukan.


"Di mana angela?!" Tanya big pada maid yang lewat.


"Ada di kamar tuan besar mark tuan." Jawab maid gemetaran.


"Panggil dia keruangan ku sekarang." Titah big.


Maid berlari naik kelantai atas untuk memanggil angela, Sial nya dia lupa jika memakai lift akan lebih cepat dari pada naik tangga.


"Nona angela, Tuan big ingin bicara padamu." Maid memberitahu angela yang sudah keluar dari kamar mark.


"Ingin bicara? Kenapa kau harus lari larian begitu?" Heran angela.


"Tuan big terlihat marah nona." Ujar maid.


"Marah?!"

__ADS_1


Angela ketar ketir mendengar ayah nya marah, Ia pun berlari menuruni tangga menuju ruang kerja big.


Tok, Tok.


"Ayah, Ini angela." Ujar angela di depan pintu.


"Masuk!"


"Waduh galak sekali suara nya!" Batin angel.


Ceklek.


Ruangan big terbuka lebar, Angela sedikit ragu untuk melangkah kan kaki masuk kedalam.


"Ayah ingin bicara padaku?" Tanya angela pelan.


"Duduk lah."


Suara big sama sekali tidak terdengar ada ramah nya sedikit pun, Angela masih bingung big marah karena hal apa saat ini.


"Tentang apa ayah?" Tanya angel memberani kan diri.


"Ayah tahu kau sangat pemberani dan juga pandai meretas, Tapi kenapa kau menyalah gunakan kemampuan mu?!" Tanya big menatap tajam.


"Maksud ayah apa?" Bingung angela.


Big menghidup kan laptop nya dan menampil kan gambar angela sedang memasukan obat kedalam minuman.


"Jelas kan kenapa kau melakukan hal ini?!" Big meninggikan suara nya.


Tidak bisa angela menjawab karena hati nya masih ingin melindungi anyelir, Ia tidak mau jika sahabat nya itu akan di cerai kan.


"Jawab angela!" Sentak big kalap.


"Maaf kan angel ayah." Angel mulai menangis ketakutan.


"Setelah semua yang terjadi, Apa kau pikir itu bisa selesai hanya dengan minta maaf?!" Kesal big.


"Aku tidak tahu jika akan berakhir seperti ini ayah, Tolong maaf kan aku." Angel mendekati big yang berdiri dekat jendela.


"Apa yang anye janjikan untuk mu?!" Tanya big membuat angel kaget karena tidak menyangka jika big tahu semua nya.


"Tidak ada! Ini murni kesalahan ku ayah." Ujar angel.


"Anye ingin menjodoh kan mu dengan anzel kan jika kau memberiku obat." Tebak big tersenyum sinis.


Terdiam seketika angel mendenggar tebakan big yang tepat sasaran, Tidak bisa lagi ia berkelit saat ini.


"Karena kesalahan mu ini, Setelah lulus sekolah kau akan ayah kirim kelondon." Tegas big.


"Tidak! Aku tidak mau ayah." Teriak angel menangis di kaki big.


Namun big sama sekali tidak bergeming, Ia sedikit pun tidak menyuruh angel berdiri pertanda jika ia sangat marah besar.

__ADS_1


__ADS_2