Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Kematian


__ADS_3

Sehebat apa pun pahmi dalam berkelahi, Akhir nya tumbang juga karena di keroyok oleh orang sebanyak itu.


"Huuu dasar miskin!" Romi menendang perut pahmi yang sudah tergeletak di lantai.


"Jangan sakiti dia romi." Teriak anyelir melihat pahmi.


"Waah kau sangat membela dia ya, Rasakan ini." Romi kembali menendangi pahmi dengan brutal.


"Hueekk."


Bukan air yang keluar dari muntah pahmi, Darah segar keluar dari mulut pemuda ini. Ia meringis kesakitan memegangi tulang rusuk nya.


"Sudah rom, Jangan buat dia mati." Peringat zizi tidak mau jika menambah masalah dengan kematian pahmi.


"Aku yang mengurus mayat nya jika dia mati." Sahut romi kembali mengambil linggis.


"Aku sedang menunggu dia romi, Jangan kacau kan dulu rencana ku." Sentak zizi.


Romi terpaksa kembali membuang inggis yang tadi ia pegang, Namun malah di ambil oleh zizi.


"Mau apa kau kak?!" Panik romi karena zizi mendekati anye.


"Diam! Kau yang ingin ikut dalam rencana ku." Ujar zizi bengis.


"Tapi aku tidak mau jika kau menyakiti nya!" Romi tidak terima karena zizi akan mengambil tindakan pada anyelir.


"Jangan takut, Dia tidak akan mati." Zizi menepuk pundak romi.


Anye memandang terbalik wajah zizi yang ada di hadapan nya, Kepala anye terasa pusing dengan tubuh terbalik seperti ini.


"Mau apa kau iblis?!" Geram anyelir meludahi wajah zizi.


Buaakk.


"Arrkkhhh!"


Jeritan anye menggema begitu keras karena sangking sakit nya, Bahkan tulang kering di kaki nya terasa seakan mau patah.


"Itu tidak sesakit yang aku rasakan! Apa kau mau tahu bagai mana rasa nya mata di keluar kan?!" Tawar zizi.


"Tidak! Jangan lakukan itu padaku." Teriak anyelir menangis ketakutan.


"Waah aku bahagia sekali melihat wajah yang ketakutan seperti ini, Namun aku tidak akan kasihan anyelir." Zizi mengeluar kan pisau lipat.


"Itu berlebihan kak!" Cegah romi mengambil pisau zizi.


"Kembali kan padaku romi." Teriak zizi.


"Tidak! Aku tidak mau kau kelewat batas melukai nya." Tolak romi.

__ADS_1


"Jangan sakiti dia." Pahmi yang sudah lemah mencengkeram kaki zizi.


"Lepas kan aku miskin sialan!" Zizi ingin menghantam kepala pahmi dengan linggis yang ada di tangan nya.


"Hentikan zizi."


Big datang tepat waktu nya, Serombongan anak buah nya langsung mengepung zizi. Big yang melihat anye di gantung pun mendekati nya.


"Pelan pelan nye." Big menurun kan anyelir kelantai.


"Kaki ku sakit." Keluh anyelir tidak kuat berdiri.


"Bawa anye ketempat aman ngel, Ayah akan mengurus mereka." Suruh big pada angel yang ikut.


"Ck! Kau itu lemah sekali sih nye." Rutuk angel membawa anye ketempat aman.


"Kaki ku sakit ngel." Anye masih merintih kesakitan.


"Tunggu lah di sini, Aku akan membantu yang lain dulu." Ujar angel menduduk kan anyelir di tangga.


Sebenar nya angel ingin langsung menghajar romi, Tapi melihat pahmi yang tergeletak pun datang menghampiri nya lebih dulu.


"Ayo aku bantu." Angel memapah pahmi dengan susah payah.


"Sshh pelan ngel." Pahmi memegang rusuk nya yang sangat sakit.


"Tunggu lah di sini, Jangan bergabung dengan anyelir! Itu hanya akan mempermudah musuh mencelakai kalian." Peringat angel.


Zizi yang ketakutan karena big datang secepat ini, Semula ia mengira jika big akan datang satu jam lagi. Sehingga ia bisa puas menyiksa anyelir.


"Seperti nya kau memang ingin mati di tangan ku." Geram big yang memegang pistol.


Semua anak buah big memegang pistol, Mereka bukan preman yang seperti romi punya. Mereka bodyguard berkelas yang berkerja pada orang kelas atas.


"Aku ini istrimu big! Aku yakin jika kau masih mencintai ku." Ujar zizi lembut.


"Itu lah kesalahan terbesar dalam hidup ku." Jawab big.


"Apa yang kurang dari aku big?! Aku lebih segala nya dari anak sialan itu." Geram zizi.


"Kau bicara seolah aku lah penjahat nya! Padahal kau yang menghianati aku dan juga mengambil perusahaan ku." Sinis big.


"Tidak big! Aku janji akan meninggal kan leon dan juga mengembali kan perusahaan mu." Janji zizi.


Dor.


Zizi terpelanting jatuh ketika pundak kanan kiri nya di tembak oleh big, Tidak ada rasa kasihan sama sekali dari mata pria ini.


"Ka kau menembak ku big!" Zizi meringis kesakitan.

__ADS_1


"Aku mual melihat wajah mu yang selalu mencari masalah." Jawab big enteng.


Romi yang melihat kakak sepupu nya tertembak sebenar nya marah, Namun ia tidak berani untuk melawan big. Sial nya dia malah melihat pistol yang tergeletak di lantai.


Srett.


Dor, Dor.


Dua peluru menembus dada pahmi, Mendapat kan kesempatan dengan pistol itu. Romi membalas kan sakit hati nya pada pahmi yang sama sekali tidak pernah menjahati nya.


"Pahmiii"


Tumbang pahmi seketika di lantai yang kotor, Satu peluru tepat menembus dada nya hingga membuat pahmi sekarat.


"Tidak pahmi, Jangan mati." Teriak anye mengabai kan rasa sakit pada tulang kaki nya.


Anye datang menghampiri pahmi yang masih sempat tersenyum pada nya, Senyum yang tulus kepada teman nya.


"Pahmi bertahan lah! Panggil ambulan sekarang ngel." Teriak anye.


Angel membuka ponsel untuk memanggil ambulan, Sementara darah mulai merembes dari luka pahmi.


"Terima kasih sudah mau berteman dengan ku, Jangan terus menangis untuk ku ya." Ujar pahmi pelan.


"Ku mohon jangan tinggal kan aku, Bertahan lah sebentar lagi." Anye menangis kebingungan.


"Tidak akan bisa nye, Waktu ku tinggal sebentar." Ujar pahmi tersendat sendat.


Berderai air mata anye karena ia tidak kuasa menahan nya, Pria yang selalu baik pada nya kini tengah merenggang nyawa.


"Saat nanti aku sudah tidak ada, Kembali lah pada pap seina. Aku tahu kau masih mencintai nya, Jujur saja aku menyukai mu anyelir." Ujar pahmi nyaris tidak terdengar.


Tidak ada jawaban dari anyelir, Wanita ini tidak mampu untuk berkata kata lagi. Sakit yang di kaki nya tidak seberapa di banding kan sekarang karena akan di tinggal pahmi.


"Asshaduallah ilahailalah wa'ashaduanah muhamadarasulullah." Kalimat terakhir keluar dari mulut pahmi.


Saat itu juga nyawa nya lepas dari raga, Jasad tak bernyawa kini dalam pelukan anyelir yang menangis kencang.


"Pahmiii."


Angel membuang muka karena ia juga menetes kan air mata, Pemuda baik itu kini telah tiada.


"Kau gila rom!" Angel menerjang romi yang ingin melarikan diri.


"Akhh."


Terjatuh romi karena di tendang tepat di pinggang nya, Angel menginjak leher romi dengan keras.


"Kau bisa membunuh orang, Lalu kenapa kau ingin melarikan diri." Sinis angel.

__ADS_1


"Akhh jangan ngel." Romi memegang kaki angel.


Namun angel tidak peduli, Pisau lipat nya sudah di keluar kan dan perlahan menggores batang leher romi.


__ADS_2