
Selesai mata kuliah nya, Anye keluar dari kelas sambil melihat ponsel nya. Sebuah pesan masuk dari seseorang.
"Sudah selesai?" Juno.
"Baru saja."
"Aku menunggu mu di parkiran." Juno.
Senyum merekah di bibir anye saat melihat balasan juno yang mengatakan diri nya di parkiran, Langsung saja anye berlari menuju parkiran.
"Mau kemana sih buru buru?!" Heran angela yang di salib.
"Ada seseorang menunggu ku." Jawab anye kembali lari.
"Jangan bilang ayah yang menunggu." Tebak angel jadi penasaran.
Angel pun ikut berlari karena ingin tahu siapa orang yang di maksud anye, Ia pun sampai di parkiran dekat dengan mobil anye.
"Ini mobil janda muda, Tapi di mana sih dia?" Heran angel menatap sekeliling.
"Nah itu dia." Angel menemukan anye yang sedang bicara dengan seseorang.
Anye sudah menemukan juno yang menunggu nya, Tak lupa juga juno membawa kan hadiah kecil.
"Masa aku suruh maian boneka kelinci begini." Rutuk anye menatap boneka putih.
__ADS_1
"Bukan buat kamu loh, Itu buat seina." Ujar juno.
"Terus buat aku nya mana?"
"Sekarang enggak ada buat kamu, Nanti saja hadiah nya setelah nikah." Jawab juno.
"Apaan sih?!"
Malu anye mendengar godaan juno yang selalu menyinggung pernikahaan, Memang juno tidak mengajak nya pacaran melain kan langsung menikah saja.
"Menikah?! Serius kalian." Angel tidak kuat menahan kaget nya.
"Heh ngapain lo di sini?!" Anyelir kaget juga.
Angel menatap mereka berdua dengan penuh selidik, Rasa curiga semakin besar karena juno tidak terlihat canggung berdekatan dengan anyelir.
"Oppa? Kau panggil dia oppa." Anye tidak terima.
"Dari dulu kan kau sudah tau, Kenapa baru tanya sekarang." Heran angela.
"Oh iya kah." Anye bingung sendiri.
Juno tersenyum senang karena mengira anye tidak terima angel memanggil dia oppa, Juno menganggap itu sebagai bentuk rasa cemburu.
"Aku mendekati dia." Jujur juno dengan bangga.
__ADS_1
"Waah oppa! Kau penghianat." Cetus angela tidak percaya.
"Bicara apa ngel, Siapa yang menghianati siapa." Anye menggeplak bahu angela.
"Oppa kan asisten nya ayah, Sedang kan ayah ingin rujuk dengan mu." Ujar angela.
"Aku itu sudah di jandakan semejak hamil seina, Tiga tahunan aku cerai dari big! Jadi bebas saja aku mau sama siapa, Bahkan dengan ayah nya big sekali pun." Ucap anyelir benar ada nya.
"Gila kau! Masa iya sama grandpa." Angel menutup mulut.
"Bocah sengklek ini tidak paham perumpamaan." Keluh anyelir.
"Anye itu sudah janda angela, Jadi bebas saja siapa pun yang mau mendekati nya. Asal anye mau." Jelas juno.
"Kau tidak ada niat rujuk sama ayah? Lagian kenapa dengan oppa juno." Angel masih bingung.
"Kenapa kau tampak keberatan kalau aku sama dia sih! Kau naksir ya sama juno?" Tuduh anyelir.
"Sembarangan saja! Aku ini setia sama anzel." Sewot angela.
"Behh setia, Anzel saja tidak tau kau suka pada nya." Ejek anyelir.
"Kau itu yang tidak kunjung menepati janji untuk segera menikah kan aku." Geram angela.
"Kau kira anzel itu orang nya mudah, Sudah lah capek aku bicara padamu." Anye menarik juno masuk mobil.
__ADS_1
"Kenapa kau juga ikut mobil oppa juno? Mobil mu kan di sana." Teriak angela.
Namun anye tidak mendengar kan nya, Malah anye melambai kan tangan sambil menjulur kan lidah mengejek.