Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Camera


__ADS_3

Pikiran big masih saja tertuju pada anak nya yang bahkan ia sendiri tidak tahu jenis kelamin nya, Sedikit pun big tidak bisa fokus pada kerjaan di kantor.


"Ada yang perlu saya lapor kan tuan." Juno datang dengan tergesa gesa.


"Katakan ada apa?" Ujar big masih bersandar di kursi nya.


"Nona zizi baru saja mengambil dana dari bagian keuangan dengan jumblah besar." Lapor juno.


"Uang?! Berapa yang dia ambil?" Big langsung menegak kan kepala.


"Satu miliar." Ujar juno pelan.


Bertanya tanya big dalam hati ketika istri nya mengambil uang sebanyak itu, Bahkan kemarin baru saja big memberi nya uang bulanan seperdua yang di ambil dari sekarang.


"Maaf jika saya lancang tuan, Tapi bagai mana bisa nona zizi mengambil uang tanpa tanda tangan anda." Bingung juno.


"Dia tidak perlu tanda tangan ku, karena perusahaan ini sudah atas nama nya." Sahut big.


Juno terkejut dengan ucapan big, Bucin nya sang bos membuat juno tidak bisa berkata kata lagi.


"Bagai mana jika nona menghianati anda?" Cetus juno.


"Bicara apa kau juno? Dia mencintai aku selama nya." Yakin big.


"Tidak ada yang tahu dengan hati manusia tuan, Bahkan anda suami nya sekalipun." Ucap juno.


"Haish sudah lah juno, Kau tidak tahu kepercayaan dalam sebuah hubungan! Karena kau belum menikah." Ujar big.


Juno pun memilih bungkam karena tidak ingin menyinggung lebih dalam urusan rumah tangga bos nya, Namun firasat juno tidak enak mendengar perusahaan yang sudah ganti nama.


"Bisa kah kau selidik anak anyelir jun?" Tanya big.


"Nona anyelir anak nya tuan jasson?!" Juno memastikan.


"Yah anyelir de lamozada." Angguk big.


Merinding sekujur tubuh juno ketika mendengar de lamozada, Lebih baik loncat kekandang macan dari pada berurusan dengan keluarga itu.


"Aku tidak punya nyali tuan." Jawab juno.


"Dasar kau itu!" Kesal big namun tidak bisa memaksa.


Juno memilih pamit dari pada nanti big tetap memaksa nya, Karena juno lebih sayang nyawa.


"Hahaha kenapa aku tidak kepikiran dengan bocah tengil itu." Big teringat anak angkat nya yang sahabat anye.


Tanpa membuang waktu lagi big langsung pulang kemansion, Karena ia punya sesuatu yang harus ia kerjakan.


"Selamat siang tuan muda." Sapa bodyguard ketika big tiba di mansion ayah nya.


"Apa ayah ada?" Tanya big.

__ADS_1


"Tuan besar sedang pergi bersama nona berliana." Jawab bodyguard.


"Angel?"


"Nona angel juga belum pulang."


Merasa ini adalah peluang emas, Big bergegas menuju kamar angel dan melakukan aksi nya.


"Di mana seharus nya aku taruh." Big bingung untuk meletak kan camera pengintai.


Sungguh lelaki pengecut dan tidak sadar diri big, Ia tidak berani datang langsung menemui anak nya.


"Tas ini mungkin akan lebih baik." Tas yang selalu angel pakai pun jadi sasaran.


Dengan kelihaian nya big berhasil memasang di tas angel, Di coba nya dan hasil terlihat bagus.


"Ayah sedang apa?" Angel masuk menatap ayah nya.


"Hmm ini ayah tadi mengira kamu udah pulang." Jawab big.


"Apa bodyguard tidak bilang?" Selidik angela.


"Bilang sih, Cuma ayah memang ingin nunggu kamu." Alasan big.


"Ada apa memang nya?" Angel meembuka sepatu nya


"Ini ayah mau memberi mu uang jajan." Big memberikan lembaran kertas merah berjumblah dua puluh.


"Kalau banyak kamu bisa menabung, Siapa tahu nanti butuh setelah masuk universitas." Ujar big.


Angel mengangguk dan memasukan uang pemberian big kedalam dompet nya, Big lalu berpamitan pulang karena angel bilang mau kerumah anyelir.


...****************...


Mansion de lamozada.


Seina yang aktif merangkak pun sekarang menjadi mainan untuk grandma nya, Bayi cantik itu berguling guling di ruang keluarga dengan alas karpet empuk.


"Emang mommy bisa yang mengasuh seina kalau anye kuliah?" Tanya anyelir.


"Ya bisa lah, Kalau tidak bisa mana mungkin kamu sama anzel bisa besar." Sahut bianca sibuk memvideo kan seina.


"Jangan update status terus mom! Bagai mana jika dia bisa melihat?" Anye khawatir.


"Mana bisa lah nye! Dia kan mama privat." Jawab bianca.


Anye diam teringat saat pertemuan nya dengan big kemarin, Sungguh benci anye dengan diri nya sendiri karena masih saja mencintai pria itu.


"Selamat siang semua nya!!"


Suara nyaring memasuki gendang telinga mereka, Siapa lagi jika bukan angel yang datang dengan tangan penuh.

__ADS_1


"Bawa apaan ngel?" Anye langsung menyambut.


"Oleh oleh saja yang kau tanya kan!" Rutuk angela.


"Laper aku ngel." Cengir anyelir.


"Laper?! Kamu baru saja makan nasi dan juga mie loh nye." Kaget bianca.


"Anye laper terus memang mom." Jawab anyelir.


"Jangan makan terus nye! Gimana nanti kalau kamu jadi kegemukan." Angel khawatir.


"Iya yah ngel, Sekarang saja aku sudah lima puluh satu." Ujar anye.


Angel geleng geleng kepala dan mencopot tas nya dan menaruh dekat meja, Segera ia menghampiri seina.


"Lihat tuh sei, Mama kamu mamam terus." Angel mengajak seina bicara.


Seina tersenyum sambil berceloteh dan sesekali terkikik geli karena angel menciumi perut nya, Belum ada yang tahu jika seseorang sedang menatap bayi cantik itu dari layar ponsel nya.


"Dia anak ku." Lirih big berkaca kaca karena terharu.


Ingat dulu saat ia dengan tega menyuruh anye menggugur kan kandungan nya, Kini malah bayi itu tumbuh sehat dan juga cantik.


"Anak ku perempuan." Big mengusap layar ponsel nya.


Kembali kemansion de lamozada, Anye yang tersedak makan kepiting bawaan angel pun ingin minum.


"Ambil punya kamu saja lah." Anye meraih botol minuman angel di tas.


Saat tangan nya menarik botol, Mata nya melihat benda kecil berwarna hitam dan ada cahaya merah kecil.


"Kamu tadi dari mana ngel?" Tanya anye menyelidik.


"Enggak ada! Dari mansion lah langsung kesini." Jawab angel tanpa menoleh.


"Enggak ketemu siapa siapa kamu?" Tanya anye lagi.


"Ketemu lah! Tadi ketemu ayah juga, Ini aku di kasih uang jajan." Sahut angel nyengir.


Tanpa bertanya lagi anye mengambil camera itu dan menutup cahaya merah tersebut, Ia masuk kekamar nya.


"Tuh kan habis makan pasti mau tidur." Ujar angel ketika melihat anye masuk kamar.


Sampai kamar anye meletak kan camera di meja, Ia duduk di hadapan camera tersebut. Ia yakin jika sekarang big sedang melihat nya.


"Big tolong jangan ganggu aku lagi, Aku ingin hidup tenang bersama putriku yang tidak ku harap kan! Aku tidak mengusik hidup mu lagi, Jadi tolong jangan ganggu aku." Ujar anyelir.


Big yang tadi kaget karena tiba tiba camera menjadi hitam, Kini sadar jika anye mengetahui nya.


Apa lagi big mendengar semua ucapan anye, Karena camera itu juga bisa menangkap suara.

__ADS_1


__ADS_2