
Baru kali ini anye naik sampan kecil berada di atas danau yang tenang, Sinar rembulan menyinari dan menambah suasana romantis nya anak muda yang sedang pacaran.
"Apa nona takut?" Tanya juno menatap anyelir.
"Bukan takut sebenar nya, Aku cuma gugup saja." Ujar anye.
"Ku kira akan jadi hal yang tidak terlupa kan." Juno jadi merasa tidak enak.
"Tentu saja tidak akan ku lupa kan." Sahut anye tersenyum.
Juno terpana dengan senyum anye yang di mata nya sangat lah cantik, Tidak kuasa lagi juno menahan rasa di hati nya.
"Maaf jika sikap saya ini lancang nona dengan mengajak anda keluar." Ujar juno.
"Bicara apa sih kakak ini, Jangan bicara formal terus begitu." Ucap anye.
"Aku belum terbiasa saja." Juno menunduk malu.
"Maka nya kau harus membiasa kan diri." Sahut anye.
"Baik lah."
Angin yang semilir dan juga suara daun yang saling bergesekan, Perlahan juno mendayung perahu kearah tepian.
"Tidak kah kamu keberatan jika aku mendekati mu nye?" Tanya juno.
Anye menggeleng pelan, Dia tidak pernah memandang status dari segi sosial. Siapa pun dia, Jika bisa membuat nya nyaman maka anye akan menerima nya.
__ADS_1
"Justru kakak yang mungkin keberatan karena mendekati janda." Ucap anyelir merapat kan jaket nya.
"Cinta ku buta nye." Jawab juno.
Anye tertawa mendengar ucapan juno yang seperti candaan namun itu serius, Jari juno perlahan meraih tangan anye dan menggandeng nya.
"Adakah harapan untuk ku?" Tanya juno sambil berjalan.
"Saat ini belum tahu, Akan lebih bagus jika kita mengenal satu sama lain nya." Jawab anye tidak ingin sembrono.
"Itu tinggal tugas mu saja, Aku sudah memahami luar dalam." Ujar juno membuat anye kaget.
"Sungguh?!"
" Nama anyelir de lamozada, Hobi nya berenang dan belanja! Makanan favorit sushi dan juga suka kopi." Jelas juno.
"Yang tidak ku tahu itu kebiasan mu saat mau tidur saja, Apa lah suka pakaian panjang atau pendek." Ujar juno.
"Yah!"
"Hahahahaha."
Juno berlari karena takut di amuk anyelir, Bukan niat nya ingin berucap frontal. Ia hanya ingin menggoda anyelir saja.
"Awas kau juno!" Teriak anye mengejar juno yang berlari.
Setelah berlari lari untuk bermain, Kini mereka makan di pinggir jalan sambil nongkrong seperti anak muda lain nya.
__ADS_1
"Berapa usia kakak?" Tanya anye mengunyah es jagung.
"Dua puluh empat." Jawab juno menoleh kearah anyelir.
"Tidak beda jauh kita." Ujar anye.
"Boleh lah kalau jadi suami istri, Kan tidak beda jauh." Goda juno.
Anye membuang muka karena malu, Merah merona pipi nya mendengar ucapan juno yang mendalam itu.
"Duhh lucu nya calon istri kalau lagi malu." Goda juno semakin parah.
"Kakak ikh! Pacaran juga enggak kok jadi calon istri." Rutuk anye.
"Buat apa pacaran nye, Lebih baik pacaran nya sesudah nikah saja." Jawab juno menaik turun kan alis nya.
"Terus kalau tidak cocok gimana?" Pancing anye.
"Aku akan berusaha sampai kita cocok." Jawab juno mantap.
"Waah itu ucapan pria kalau belum bosan saja." Ejek anye tidak percaya.
"Percaya lah padaku anyelir, Jika kau tidak percaya juga! Belah lah dada ku ini." Juno merentang kan tangan nya.
"Dih apaan sih kak!" Anye menepuk dada juno.
Sesaat anye terkejut karena dada juno sangat lah keras berisi, Cepat ia menarik tangan nya karena takut jika sang tangan malah betah
__ADS_1