
Zizi masuk kedalam apartement nya dengan wajah masam, Sangat malu ia ketika terpancing emosi dan bergelud dengan bocah di taman.
"Kemana saja kau zi?! Aku lapar seharian tidak makan." Teriak leon dari sofa.
Leon sekarang sudah tidak sempurna lagi, Ia tidak bisa berjalan dan kerja nya hanya makan dan menghambur kan uang untuk berjudi online.
Berbeda dengan zizi yang sempat kehilangan mata, Namun ia sudah mendapat kan pendonor dan zizi pun kembali normal.
"Makan ya tinggal ambil." Cetus zizi malas.
"Kau mengejek ku karena aku yang cacat?" Sengit leon.
"Kau pantas memang di ejek." Jawab zizi santai dan menghempas kan tubuh nya kesofa.
Leon sangat geram dan berusaha menggapai zizi namun tidak bisa, Zizi sudah menjaga jarak agar leon tidak bisa menggapai nya.
"Kau itu hanya parasit leon, Jadi jangan bertingkah." Geram zizi.
"Kau ****** kurang ajar!" Maki leon berusaha berdiri.
"Cih! Lihat lah kau bahkan tidak mampu berdiri." Ejek zizi.
"Kau akan ku balas!" Ancam leon sangat merasa terhina.
Zizi tertawa licik mendengar ancaman leon yang menurut nya hanya angin lalu, Berdiri saja leon tidak mampu apa lagi untuk membunuh nya.
*******
Jasson mendengar kan ucapan bianca dengan seksama soal masalah yang anyelir hadapi, Mereka masih perlu memutus kan apa langkah yang akan di ambil.
"Sebaik nya kita jangan terlalu ikut campur mom, Biar anye yang memutus kan jalan hidup nya." Ucap jasson.
"Lihat lah masalah kemarin karena kita tidak mencampuri urusan anye! Itu lah daddy yang seakan tidak mau peduli." Kesal bianca.
"Bukan begitu mom! Sekarang anye kan sudah dewasa dan tentu saja dia bisa berpikir." Jelas jasson.
"Terserah daddy saja." Putus bianca malas untuk berdebat.
Jasson juga bingung menghadapi masalah putri nya, Memang benar ini semua salah anye sendiri. Namun posisi big pun tidak bisa di benar kan begitu saja.
"Jadi mommy mau anye kembali bersama big?" Tanya jasson.
"Bukan mau kembali begitu saja dad, Tapi mencoba berdamai dan memaaf kan big." Ujar bianca.
"Tentu saja mommy mau anye memaaf kan dia! Karena mommy lebih berat kepada adik nya." Ketus anye datang tiba tiba.
"Anyelir!"
Anye ikut duduk di hadapan orang tua nya, Ia ingin membahas masalah ini juga. Karena ini masalah milik nya.
"Mommy ingin aku dan big berbaikan dan mengizin kan dia dengan leluasa menemui seina." Ujar anye tepat sasaran.
__ADS_1
"Tidak ada salah nya berbaikan begitu nye, Akan bagus juga untuk seina." Sahut bianca.
"Lalu bagai mana dengan rasa sakit ku selama ini?" Tanya anyelir menghelai nafas panjang.
"Jika kamu tidak masuk kedalam hidup nya, Maka rasa sakit itu tidak akan ada anyelir! Semua akan berjalan baik tanpa ada yang terluka." Sahut jasson.
Anyelir terdiam, Benarkah ini memang karena salah nya sendiri. Jika di pikir kan lagi memang dia lah yang memaksa kan masuk di antara big dan zizi.
"Aku butuh waktu untuk memikir kan nya." Ujar anye beranjak pergi.
Hanya seina obat lelah bagi anyelir jika sudah begini, Gadis kecil pelipur lara hati sang mama.
"Biar sama aku saja sus." Ujar anye kepada suster penjaga seina.
"Nona sudah makan?" Tanya suster.
"Belum, Nanti saja tunggu lapar." Jawab anye.
"Ya sudah, Saya keluar dulu ya non." Pamit suster.
Di pandangi nya wajah seina yang tertidur pulas, Tidak ada perubahan sama sekali dalam wajah seina! Wajah yang masih tetap saja mirip dengan big.
...****************...
Seorang pria bertopi hitam dan juga mengenakan masker hitam sedang memandangi anye yang bersama angel, Di banding kan foto yang ia terima. Setelah yakin ia pun turun dari mobil.
"Hei lepas kan tangan ku!" Teriak anye ketika pria itu menarik nya.
"Yah! Kau itu mengancam siapa?!" Sentak angela dengan berani.
Sedang kan anye menciut di belakang angel, Biar pun di hadap kan dengan pistol. Namun tidak membuat angel merasa takut.
Dor.
Pria itu menembak keatas sebagai peringatan dan membuktikan jika pistol nya tidak kosong, Gemetaran anyelir ketika mendengar suara tembakan.
"Bersujud!" Sentak pria masker hitam.
Angel menjatuh kan diri di bawah pria itu, Anye pun ikut bersama angela. Seringai licik keluar dari pria masker hitam.
Namun saat lengah angel menyentak tangan nya dan merampas pistol tersebut, Dagu nya di hantam dengkul angel.
"Akhhh!"
Belum sempat ia membalas, Tangan kiri nya sudah di pelintir kebelakang. Tengkuk nya di injak oleh angela.
"Siapa yang menyuruh ku keparat?!" Sentak angel.
"Tidak ada."
"Aarrkkhh!"
__ADS_1
Jeritan panjang keluar dari mulut pria masker hitam karena angel tambah menginjak leher belakang nya, Tidak ada yang tahu jika angel adalah pembunuh bayaran. Sehingga mudah saja bagi nya untuk mengalah kan bandit sekelas itu.
"Zizi, Dia yang menyuruh ku." Pria itu mengaku juga akhir nya.
"Ohoho ternyata mendusa ingin menculik ku." Anye geram sekali.
"Ambil ponsel nya nye." Perintah angel.
Anye mengambil ponsel dari saku jaket pria itu, Namun ponsel nya terkunci sehingga anye tidak bisa.
"Buka ponsel mu." Bentak angel.
Tidak ingin kehilangan nyawa, Bandit pun membuka ponsel dengan sidik jari nya. Anye langsung membuka pesan dan juga panggilan.
"Wanita ini?" Tanya anye menunjukan foto zizi.
"Iya."
Anye mengambil Ss dari ponsel bandit, Dan mengirim kan keponsel nya. Usai mengambil bukti, Angel langsung menghantam tengkuk nya dengan keras.
"Cih, Hanya sekelas kau sudah berani menyerang ku." Geram angel.
"Dia masih saja ingin aku celaka." Gumam anye.
"Apa kalian pernah bertemu?" Tanya angel.
"Baru saja kemarin aku berkelahi dengan dia." Jawab anye pelan.
"Kau? Kau bisa berkelahi nye?!" Kaget angel tidak percaya.
"Aku ingin kau mengajari cara berkelahi seperti mafia yang ada di film." Pinta anye.
Angel tertawa seolah meremeh kan anye, Karena ia yakin jika anye tidak akan kuat berlatih seperti diri nya.
"Maaf nona saya terlambat datang." Ucap bodyguard.
"Tidak masalah, Aku masih bisa menghadapi nya." Jawab angel.
"Maaf kan saya sekali lagi nona." Bodyguard membungkuk hormat.
Angel pun mengangguk, Mereka masuk mobil milik anyelir. Angel takut jika masih ada bandit lain nya yang mengincar sahabat nya ini.
"Aku ingin membalas perbuatan zizi." Anye sangat dendam.
"Dengan apa kau mau membalas nya?" Tanya angel.
"Menyewa pembunuh bayaran juga lah." Jawab anye.
"Sewa saja aku, Di jamin tidak akan kecewa." Angel menawar kan diri.
"Lo beneran jadi pembunuh bayaran ngel?" Tanya anye memastikan.
__ADS_1
Angel hanya diam memandang jendela mobil, Hidup nya sudah lumayan lama menjadi pembunuh bayaran.