Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Tiga jasad


__ADS_3

Zizi melihat romi sepupu nya yang terkapar hampir mati di tangan angel pun berteriak histeris, Apa lagi darah romi yang menggenang semakin membuat ngeri.


"Dasar gadis sialan! Kenapa kau bunuh adik ku!" Teriak zizi berlari.


"Dia tidak punya alasan untuk hidup." Jawab angel cuek.


"Enak sekali mulut mu bicara! Apa kau pikir kau pun pantas untuk hidup." Sentak zizi berapi api.


"Tentu saja aku punya alasan untuk hidup, Karena aku punya tugas menghilang kan mu dari dunia ini." Seringai angel.


Big terkejut juga mendengar ucapan angel, Apa mungkin jika jasson tahu tentang penculikan ini dan memberi tugas untuk angel.


"Tuan jasson menyuruh mu?" Tanya big mendekat.


"Hmm! Dia malah membayar dua ratus juta untuk nyawa mendusa ini." Jawab angel.


"Lakukan lah." Suruh big sama sekali tidak menghalangi angel.


"Big! Kau tega sekali padaku." Kaget zizi tidak percaya.


"Ayah yakin?" Tanya angel memastikan.


"Tentu saja! Aku malah senang dia mati tanpa mengotori tangan ku." Sahut big.


Zizi berusaha kabur karena angel mengejar nya dengan pisau andalan, Sedang kan pahmi yang telah meninggal kini masih di dekap anyelir.


"Kita harus mengantar kan jenazah nya pulang." Ujar big pelan merangkul pundak anyelir.


"Apa yang akan kita katakan pada keluarga nya? Baga mana jika keluarga nya tidak terima?" Anye terisak isak membayangkan reaksi keluarga pahmi.


"Aku akan bertanggung jawab pada keluarga nya, Kasihan dia jika terlalu lama di biar kan seperti ini." Bujuk big.


"Ya tuhan kenapa kau harus mengambil nyawa nya." Keluh anyelir.


Big sendiri yang membopong pahmi keluar dari gedung tua itu, Baju big pun ikut terkena darah pahmi yang masih menetes.


"Daddy di sini?" Kaget anye ketika jasson sudah siap dengan mobil yang akan membawa jasad pahmi.


"Kita harus membawa nya kerumah sakit untuk mengeluar kan peluru dari tubuh pahmi." Ujar jasson.


"Aku takut jika orang tua pahmi nanti tidak terima dad." Ujar anyelir.


"Sebenar nya daddy juga khawatir jika orang tua pahmi tidak terima! Apa lagi dia anak bungsu dan juga satu satu nya laki laki." Jasson juga resah.


"Astaga! Kenapa biadap itu harus membunuh nya." Kesal big menendang drum kosong yang terlantar.

__ADS_1


"Selesai kan masalah di sini big, Aku akan mengurus pahmi di rumah sakit." Ujar jasson.


"Aku ikut daddy." Anye masuk mobil.


Big menatap mobil yang membawa jasson dan anye semakin menjauh, Ia segera memerintah kan anak buah nya mengirim jasad romi kekeluarga kloper.


"Sekalian jasad zizi." Ujar angel keluar dari gedung.


"Sudah kau lakukan?" Tanya big melirik putri nya.


"Sudah, Aku mau kerumah sakit juga." Sahut angel.


"Bersih kan darah yang menempel di tubuh mu lebih dulu." Suruh big.


"Heissh, Darah mendusa itu amis sekali." Rutuk angel.


Bukan cuma jasad romi saja yang di pulang kan kerumah keluarga kloper, Zizi pun ikut di antar kan kesana.


"Gila! Bocah itu brutal sekali." Desis big ketika melihat kondisi zizi.


"Nona angel memang berbakat tuan." Cetus juno.


"Membunuh itu bukan bakat bodoh!" Umpat big.


...****************...


Raungan tangis dari mulut ibu nya pahmi ketika melihat putra nya yang sudah terbujur kaku, Tak urung lagi wanita setengah baya itu pun pingsan dalam pelukan anak nya yang paling tua.


"Saya memohon maaf dengan segenap jiwa saya pak buk dan juga kakak pahmi, Dia meninggal karena berusaha menolong saya dari penculikan." Jelas anyelir berkaca kaca saat bicara.


"Andai saja adik ku tidak berteman dengan mu, Maka dia akan masih hidup." Sentak kakak pahmi yang pertama bernama intan.


"Intan jangan menyalah kan dia nak, Adik mu meninggal karena berbuat baik." Nasihat ayah pahmi yang terduduk lemas.


"Maaf kan saya kak, Memang ini salah saya sepenuh nya." Sesal anye menangis sedih.


"Dia kau gadis kaya! Apa kau pikir maaf mu bisa menghidup kan adik ku." Teriak intan lagi menyalah kan anye.


Anye tidak menjawab ucapan intan, Memang benar ini adalah salah nya. Jika saja ia tidak berteman dengan pahmi, Maka pemuda itu akan tetap hidup dengan sehat.


"Maaf kan anak bapak ya, Dia hanya masih syok." Bapak pahmi meminta maaf.


"Tidak pak, Saya lah yang bersalah di sini." Ujar anye.


"Pergi kau dari sini, Aku muak melihat pembunuh adik ku." Usir intan menarik anyelir.

__ADS_1


Bodyguard anye sigap melepas kan tangan intan, Mereka tidak mau jika sang nona sampai terluka.


"Kau punya pengawal yang sigap melindungi mu, Lalu kenapa bisa sampai di culik dan adik ku sampai mati. Apa jangan jangan adik ku kalian jadikan tumbal?!" Tuduh intan.


"Intan!"


Bapak pahmi kembalu memperingati anak sulung nya yang semakin keterlalaun saat bicara, Ia takut jika keluarga anye sampai sakit hati dan melukai intan.


"Saya permisi pak." Pamit anye tidak ingin keributan ini terdengar dengan tetangga lain.


"Baik hati hati nona." Sahut bapak pahmi.


Anye masuk mobil mewah nya, Bodyguard pun mengiringi mobil anye dari belakang. Banyak mata yang melihat mobil mewah ini.


"Aku harus bagai mana angela?!" Tangis anye kembali pecah saat di dalam mobil.


"Entah lah, Aku juga bingung dan kasihan dengan keluarga pahmi." Sahut angel.


Bahkan angela tidak mau turun karena tidak kuat jika harus melihat tangis kedua orang tua pahmi, Rasa sakit kehilangan membuat angel tidak berani jika ada yang meninggal untuk mendekati.


"Ibu pahmi sangat sedih sekarang." Lirih anye menggigiti kuku.


"Romi pun kenapa pula harus membunuh pahmi." Kesal angel.


"Kau serius membunuh romi?" Tanya anye memastikan.


"Hmm!"


"Bukan kah kedua orang tua romi akan merasakan juga seperti orang tua pahmi?" Tanya anye lagi.


"Haish siapa yang peduli tentang itu." Sahut angel menatap jendela mobil.


Sementara di rumah keluarga kloper, Kini mereka di heboh kan dengan datang nya dua jasad orang yang mereka sayangi.


"Bagai mana bisa anak ku seperti ini?" Teriak mama ingrid.


"Tentu saja bisa karena dia di bunuh." Sahut big enteng.


"Apa maksud mu tuan big?!" Kaget papa nya romi.


"Apa lagi, Tentu saja aku membunuh nya." Jawab big.


Terdiam papa nya romi mendengar ucapan big, Amarah pun terkumpul di hati nya. Meski ia kalah dari segi kekayaan, Namun papa romi tetap akan membalas kematian putra nya tersayang.


Sedang big tersenyum menyeringai seolah mengejek penderitaan keluarga kloper, Jujur saja big merasa sangat senang saat ini.

__ADS_1


__ADS_2