Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Anak buah romi


__ADS_3

Layak nya pasangan umum, Anye dan pahmi berjalan di taman usai makan di pinggir jalan tadi.


"Kamu enggak malu nye?" Tanya pahmi menatap anyelir yang tampak happy saja.


"Emang aku kenapa kok malu?!" Anye bertanya balik.


"Makan di pinggir jalan dan cuma berjalan kaki seperti ini." Ujar pahmi.


"Enggak lah." Jawab anye.


Mereka duduk di kursi taman yang di sinari lampu dan juga cahaya rembulan, Ini pertama bagi anyr berjalan dengan seorang pria.


"Kayak nya mantan suami kamu mau balikan lagi." Ujar pahmi.


"Enggak mungkin lah, Dia cuma mau dekat sama seina." Jawab anyelir.


"Kalau kamu masih sayang sama dia, Ada baik nya kamu kembali lagi sama papa seina. Jadi seina bisa merasakan keluarga yang utuh." Nasihat pahmi.


"Aku tidak pernah berpikir untuk kembali sama dia, Begini pun seina masih bisa kok bertemu papa nya." Sahut anyelir.


"Beneran udah enggak cinta?" Goda pahmi.


"Apaan sih mi, Iya lah aku memang sudah move on dari dia! Aku mulai menaruh suka pada seseorang." Jawab anye melirik reaksi pahmi.


"Jangan mudah jatuh cinta anyelir, Sebelum cinta mu semakin besar. Kamu harus mengenal siapa orang itu, Bagaimana sikap nya." Ujar pahmi.


"Aku rasa udah cukup kok mengenal dia." Yakin anyelir.


"Iissh kamu tuh mudah banget jatuh cinta." Pahmi geleng geleng kepala.


Anyelir terdiam karena ucapan pahmi yang terasa benar, Ia memang sangat mudah jatuh cinta tanpa mempertimbang kan nya lagi.


"Menurut kamu ada enggak cowok yang suka sama aku?" Tanya anyelir.


"Banyak lah! Kamu cantik dan juga kaya. Walau pun tidak seberapa pintar." Jawab pahmi gamblang.


"Buseett, Kamu bilang aku bodoh." Anye kaget.


"Fakta."


"Kamu jahat ihh!"


Pahmi tertawa kencang sambil mengaduh kesakitan karena anye mencubiti perut nya, Anye pun meringis karena kuku nya terasa mau patah.


"Di perut kamu ada apa nya sih mi? Kamu kasih pelapis baja ya." Tuduh anyelir.


"Pelapis baja apaan, Ya memang perut aku lah." Sahut pahmi mengusap usap perut nya.


"Bohong! Itu kerasa banget woy." Anye tidak percaya.

__ADS_1


"Enggak percaya ya udah, Aku kan big boy." Bangga pahmi.


"Issh pede banget kamu." Ejek anyelir.


Mereka tertawa karena merasa satu frame, Tidak sadar kalau di bawah pohon bunga ada seseorang yang mengintai nya.


Orang itu adalah zizi yang sangat dendam sekarang dengan anyelir, Di samping nya ada tiga orang preman yang di bayar mahal.


"Culik wanita itu, Yang pria hajar saja." Perintah zizi.


"Tapi kita belum mendapat sinyal kalau bodyguard nya sudah di atasi." Jawab kepala preman yang ternyata romi.


"Ck, lama sekali dia." Rutuk zizi tidak sabar.


"Kau sudah berjanji tidak akan membunuh nya, Jangan lupa kan itu." Romi mengingat kan perjanjian mereka.


Romi dan zizi memang masih saudara, Kebetulan zizi pergi kerumah nya romi. Di sana ia tidak sengaja dengar pembicaraan romi dengan papa nya tentang anyelir gadis yang ia cintai.


"Apa dia mau menerima mu? Aku yakin dia masih mencintai big." Ujar zizi.


"Tidak akan bisa lagi dia menolak ku jika aku punya video untuk mengancam nya." Romi percaya diri.


"Ayo kita bergerak!" Romi mengajak anak buah nya.


Ternyata mereka sudah mengintai anyelir sejak siang tadi, Sehingga mereka pun mengatur rencana. Bodyguard anye pun sudah kalah semua.


"Waahhh! Ada simiskin yang mendekati si kaya ini." Romi berkacak pinggang.


"Ayo lah anyelir, Masih ada aku yang tidak akan mengeruk harta mu! Kenapa malah dekat dengan kumal itu." Ucap romi.


"Cukup rom, Aku tidak pernah mengusik mu. Kenapa kau terus saja mengganggu ku." Pahmi masih mencoba sabar.


"Hajar!"


Anak buah romi langsung maju menghajar pahmi, Saat itu lah pahmi lengah dengan anyelir. Romi langsung membungkus kepala anye dengan kain hitam.


"Akkhh tolonggg!"


Teriakan anye menggema dalam mobil, Zizi langsung tanjap gas ketika romi pun sudah masuk.


"Sial!"


Pahmi mengumpat walau pun ia bisa mengalah kan anak buah romi, Ketiga nya langsung lari meninggal kan taman.


"Kemana mereka membawa anye?!" Panik pahmi.


Drett, Drett.


Ponsel anye terjatuh di rumput bergetar ada panggilan masuk, Tertulis nama big di layar ponsel mahal nya.

__ADS_1


"Hallo nye."


"Tuan anyelir di culik dengan romi, Aku akan mengirim kan lokasi nya saat tiba di sana." Pahmi menghidup kan motor.


"Apa?! Segera kau kirim kan aku lokasi nya." Jawab big yang langsung panik.


"Baik tuan."


Pahmi ngebut mengikuti arah mobil romi yang kearah sana tadi, Angin menerpa pun tidak pahmi pedulikan. Apa lagi hujan juga mulai turun membasahi jalanan.


"Tempat apa ini ya allah?" Batin pahmi ketika mobil berhenti di depan gedung tua.


Segera pahmi mengirim kan lokasi nya kepada big, Big yang ready dengan anak buah juga langsung berangkat.


"Lebih baik aku masuk duluan saja, Takut nya mereka keburu menyakiti anye." Gumam pahmi.


Mengendap endap pahmi masuk kedalam, Tidak ada penjaga di sini. Entah apa mereka memang menunggu kedatangan seseorang.


Sedang kan big yang di perjalanan tiba tiba mendapat telepon dari nomor tidak di kenal, Begitu di angkat sebuah suara yang tidak asing menyapa nya.


"Hallo sayang, Aku punya sesuatu untuk kau lihat." Zizi beralih kepanggilan video.


"Jika kau sampai menyakiti nya, Habis lah kau zizi." Geram big melihat anye yang di ikat dengan kepala di todong pistol.


"Datang lah sayang kemari, Apa kau tidak rindu padaku." Ujar zizi mematikan sambungan telepon.


"Shiit!"


Big mengumpat kesal karena merasa zizi mempermain kan nya, Sungguh big takut jika anye sampai terluka dan ia merasa ini adalah salah nya.


"Percepat!"


Baik tuan."


Kembali kegedung tua, Pahmi masuk kedalam dan sekarang berada di lantai tujuh. Tampak dari kejauhan kalau anye di gantung dengan rantai dan posisi nya terbalik.


"Lepas kan dia romi." Teriak pahmi mendekati sambil membawa tongkat besi.


"Waah kau sungguh berusaha melindungi harta mu ya." Sorak romi membuang puntung rokok.


"Kenapa kau tega pada nya rom? Dia itu teman kita." Sentak pahmi.


"Dia memang teman kalian! Tapi dia juga musuh ku." Sahut zizi tersenyum licik.


"Siapa kau?!" Bentak pahmi.


"Hei miskin, Jangan berlagak kau." Balas zizi mencengkeram kemeja pahmi.


"Lepas kan anyelir!" Pahmi menyentak tangan zizi.

__ADS_1


"Hajar dia!" Perintah zizi.


Anak buah romi langsung maju lagi karena mendapat perintah dari bos nya, Walau pun sedikit ketar ketir. Tadi mereka sudah kalah di hajar pahmi saat di taman, Namun mereka tidak berani menolak perintah bos.


__ADS_2