
Big hanya diam berdiri terpaku karena anye sama sekali tidak memperdulikan nya, Di suruh duduk pun tidak. Bahkan bergerak sedikit saja tidak boleh dengan anye karena takut seina terbangun.
"Haissh."
Helaian nafas big terdengar berat di ujung sana, Anye langsung mendelik kearah big yang juga sedang menatap nya.
"Masa bernafas juga tidak boleh nye." Ujar big bingung.
"Ya nafas mu bau dengan kejahatan." Ketus anyelir.
"Nanti seina malah bangun kalau kamu ngomong nya kenceng." Peringat big.
"Bodo amat! Dia anak ku." Jawab anyelir.
Benar saja ucapan big, Seina langsung bangun dan kembali merengek dan sedikit meronta dalam gendongan anyelir.
"Bukan aku loh ya." Big tidak mau di tuduh membangun kan seina.
Anye tidak menjawab ucapan big, Dia sibuk menenang kan seina yang menangis kencang.
"Cup, Cup sayang mama." Hibur anye menepuk nepuk pantat seina.
"Coba sama aku nye." Pinta big mendekat.
"Tidak usah! Kau tidak akan bisa membuat nya tenang." Tolak anye menjauhi big.
Karena sudah mendapat penolakan dari sang mama, Big hanya diam dan mengekori anye yang sibuk sendiri.
"Apa nya yang sakit nak? Seina tidak nyaman ya di gendong terus." Anyelir kebingungan karena seina tambah kencang menangis.
"Biar aku yang coba nye." Big kembali menawar kan diri.
"Bisakah kau diam?! Berisik saja kau itu." Bentak anye menggelegar.
Seina anye taruh di kasur karena mengira jika putri nya lelah di gendong terus, Begitu terbaring di kasur. Seina langsung bangun dan meminta gendong big.
"Mau gendong papa ya sayang." Big menyambut putri nya.
"Taruh big, Jangan biasa kan seina dengan kehadiran mu." Anye mencoba merampas seina.
"Anak kita lagi sakit nye, Bisa kah kau abai kan dulu rasa sakit mu." Pinta big.
"Cih!"
Anyelir berdecih kesal mendengar ucapan big, Sial nya seina malah namplok dengan big dan merengek nya perlahan berkurang.
"Mommy!"
"Apa nye? Jangan teriak teriak gitu napa sih?" Ujar bianca di kamar nya.
__ADS_1
"Yang menyuruh big datang itu mommy kan!" Tuduh anyelir.
"Mana ada! Mommy tidak tahu kok kalau dia datang." Elak bianca karena takut kena sasaran.
"Jangan bohong mom, Kenapa mommy malah menyuruh dia datang." Kesal anye membanting pintu.
Bianca memegang dada nya karena kaget dengan dentuman pintu, Ia pun beranjak keluar dari kamar untuk bicara pada anak nya.
"Aduhhh!"
Anzel jatuh kerena di tabrak oleh anyelir yang akan turun kelantai bawah, Wajah nya sangat masam untuk di lihat.
"Lemah banget lo jadi laki." Ujar anyelir.
"Hei bocah sialan jaga mulut mu ya!" Sentak anzel tak terima.
Anye tidak menjawab lagi ucapan anzel kembaran nya, Ia berlari keluar kehalaman belakang mansion.
"Kemana adik mu zel?" Tanya bianca kepada putra nya.
"Belakang." Jawab anzel cuek.
Bianca kembali mengejar anyelir untuk berbicara, Sekaligus bianca juga merasa bersalah karena sudah mendatang kan big tanpa izin terlebih dahulu.
"Anye ingin sendiri." Anye tahu jika biaca sudah di belakang nya.
"Dengar kan mommy nak." Pinta bianca pelan.
"Mommy tahu jika memanggil big datang adalah salah besar, Namun seina itu putri nya big nye. Mommy rasa dia rindu pada papa nya hingga demam." Ujar bianca.
"Dia putriku mom, Big dulu menolak kehadiran nya." Sahut anyelir.
"Big memang salah dengan menyuruh mu menggugur kan kandungan, Tapi dia melakukan nya karena bingung dan juga takut jika wanita yang di cintai nya nanti menderita." Jelas bianca.
"Tentu saja mommy membela dia." Sinis anyelir.
"Bukan membela anye, Big itu tipe orang yang sangat setia kepada wanita yang ia cintai. Hanya saja cinta big salah tempat, Lalu kau juga masuk kedalam hidup nya." Ujar bianca.
"Mommy mengatakan itu salah ku?" Anye menoleh kaget.
"Saat kau dan angel bekerja sama untuk memiliki big, Kalian saat itu sama sekali tidak tahu bahwa zizi hanya ingin menguasai harta big! Kau murni melakukan nya sebagai perusak rumah tangga anyelir." Tegas bianca yang memang fakta.
"Mommy mengatakan aku pelakor?" Anye tidak percaya.
"Itu fakta nya! Kau yang membuat hidup menderita sendiri, Jadi jangan menyalah kan orang lain." Ucap bianca.
"Tapi big sangat kejam padaku saat itu mom." Kekeh anyelir.
"Big mencintai zizi sepenuh hati nya! Jadi pria itu berusaha melindungi rumah tangga nya dari wanita yang ingin masuk." Ujar bianca.
__ADS_1
"Jadi tetap ini salah ku?!" Anye menunjuk diri nya.
"Tentu saja ini salah mu! Andai saja kau tidak gila karena cinta, Maka kau tidak akan menderita seperti ini." Tegas bianca.
Anyelir tercenung mendengar ucapan mommy nya, Memang benar jika ia adalah perusak rumah tangga big dan zizi.
Kesengsaraan hidup ini ia sendiri lah yang memulai nya, Big tidak sepenuh nya salah di sini. Pria itu berlaku kejam kepada wanita perusak rumah tangga, Karena ia tidak mau jika wanita yang di cintai nya terluka.
"Shiit! Aku baru sadar jika bukan dia penjahat nya." Anyelir tersenyum miris.
Sedang kan di kamar kini big sudah bisa menidur kan seina lagi, Gadis kecil ini memang akan selalu tidur jika sedang demam.
...****************...
Lesu anye berjalan meninggal kan halaman kampus karena tubuh dan hati nya sangat lelah, Ucapan bianca masih terngiang ngiang dalam telinga anyelir.
"Seina udah sembuh nye?" Tanya angel berlari menghapiri anye.
"Belum, Tapi sudah tidak rewel lagi." Jawab anye pelan.
"Kau pasti lelah sekali mengurus seina hingga loyo begini." Angel menepuk nepuk pundak anye.
Anye hanya mengangguk saja karena tidak ingin bercerita tentang apa yang telah terjadi, Biar lah ia ingin merenung kan semua nya.
Tiinn, Tinn.
Sebuah mobil menghadang langkah mereka berdua, Pria tampan keluar dengan rambut yang di kuncir.
"Ayah."
"Kalian sudah pulang?" Big bertanya ramah pada angel.
"Ini baru mau pulang." Jawab angel.
"Ayo kita pulang sama sama." Ajak big pada mereka berdua.
"Kalian pulang lah, Aku bawa mobil sendiri." Tolak anye langsung masuk mobil nya dan tanjap gas.
"Ayah gimana sih? Kan aku juga bawa motor." Rutuk angel.
"Ooh iya ya." Big menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Sudah sana ayah pulang saja, Tuh banyak yang lihatin." Angel menyuruh big masuk lagi kedalam mobil.
Banyak gadis gadis yang menatap big dengan kagum, Ada juga yang berjalan mendekat untuk lebih paham melihat wajah big.
"Dia beneran ayah kamu ngel?" Tanya zaskia memegang tangan angel.
"Lepas kan tangan kotor mu itu! Sejak kapan kita saling bicara." Sentak angel dongkol.
__ADS_1
Zaskia dan angel tidak akrab, Karena zaskia kerap mengejek angel sebagai gadis tomboy yang tidak bisa berdandan.