Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Karma


__ADS_3

Bahkan sampai pagi datang pun zizi dan leon sama sekali tidak tahu bahwa big memandang mereka dengan penuh amarah, Juno yang di hubungi pun sudah datang bersama anak buah lain nya.


"Siram mereka!" Perintah big.


Byuurr.


Air satu ember mengguyur tubuh anak manusia yang sedang berpelukan dalam keadaan polos tanpa pakaian, Seketika mereka terbangun namun belum sadar apa yang sedang terjadi.


"Dasar manusia hina!" Geram big sangat sakit hati dan juga kecewa.


"Sayang kapan kamu datang?!" Zizi panik bukan main.


Leon berusaha mengambil pakaian nya yang tercecer di lantai, Namun juno menginjak tangan nya dengan keras.


"Arkkhh apa yang kau lakukan sialan?!" Teriak leon kesakitan.


Buaak.


Big menendang wajah leon yang mendongak di bawah juno, Terpental leon dengan mulut mengeluar kan darah.


"Sayang!"


Zizi berusaha mendekati big yang memang sudah sangat emosi, Ia berpikir jika big masih bisa di bujuk.


"Ini bukan seperti yang kamu pikir kan sayang! Kami hanya mabuk bersama." Zizi memberi alasan.


Plaak.


Meski tangan satu nya sedang patah, Tapi big masih bisa menampar zizi dan membuat wanita itu menjerit kesakitan.


"Betapa bodoh nya aku selama ini yang percaya bahwa kau dan leon adalah saudara!" Geram big.


"Aku dengan dia memang saudara sayang, Kamu cuma salah paham." Ujar zizi.


"Di mana ada suadara yang berhubungan badan zizi." Bentak big.


"Ahahahaha, Sudah lah sayang! Kurasa kita tidak bisa lagi membohongi pria bodoh ini." Leon tertawa meski sudah di pegangi beberapa bofyguard big.


"Diam kau leon!" Sentak zizi.


Ya zizi tidak mau jika sampai big mencerai kan nya, Karena big yang selalu menyayangi dan mencintai dengan tulus. Sedang kan leon hanya menyakiti dan memanfaat kan nya saja, Tapi ingin lepas dari leon pun zizi tidak bisa!


Leon selalu mengancam zizi untuk menyebar kan video mereka yang di atas ranjang, Zizi takut jika big sampai melihat video itu! Tapi nyata nya big malah melihat siaran langsung malam tadi.


"Aku khilaf sayang, Tolong maaf kan aku sekali ini saja." Pinta zizi di kaki big memohon.


"Menjauh sebelum aku menendang mu!" Ancam big.

__ADS_1


"Aku mencintai mu big, Aku sama sekali tidak mencintai dia." Ujar zizi.


Braak.


Zizi melanting karena big sungguh menendang nya, Sesak nafas zizi karena ini sangat lah sakit.


"Hajar pria itu." Perintah big.


Leon hanya bisa berteriak kesakitan karena di hajar para bodyguard berbadan besar, Ingin melawan pun tidak bisa karena juno masih memegangi nya.


"Aku akan mencerai kan mu saat ini juga." Geram big.


"Apa kau pikir dia akan peduli meski kau cerai kan?! Dia masih punya aku." Leon menyahut walau pun sudah terkapar di lantai.


"Diam kau bangsaat!" Sentak big menendang wajah leon hingga hidung nya patah.


"Kau marah pun tidak ada guna nya big, Bahkan kami tidak akan hidup susah meski dia kau cerai kan." Ujar leon memegangi hidung nya.


Seketika big teringat dengan zizi yang pernah meminta pengalihan harta saat ia masih hamil dulu, Kini big sadar jika dua manusia ini memang hanya ingin mengeruk harta nya saja.


"Aku tidak akan mengambil perusahaan itu jika kau tidak mencerai kan aku big." Ucap zizi memberi penawaran.


"Bahkan jika aku tidak punya uang sepeser pun, Aku tidak akan mau lagi bersama mu!" Big meludah jijik.


"Kau akan segera tidak punya harta lagi, Karena perusahaan itu sudah menjadi milik zizi." Ejek leon.


Leon merangkak mendekat big, Ia sangat marah karena merasa di rendah kan oleh ucapan big.


"Kau marah? Astaga leon, Kau itu tidak akan pantas untuk marah!" Juno berkata sambil menginjak leher leon.


"Akhh."


Tangan leon menepuk nepuk kaki juno yang semakin erat menginjak nya, Seakan mau remuk batang leher nya.


"Jangan bunuh dia, Ambil saja salah satu anggota tubuh nya untuk membayar perusahaan ku yang dia ambil." Ucap big membuat leon mendelik ketakutan.


"Baik tuan." Angguk juno menyeringai setan kepada leon.


"Tidak! Ku mohon jangan lakukan itu." Teriak leon.


Semula big tidak ingin mengotori tangan nya, Namun ia berubah pikiran dan mengambil pisau yang ada di tangan juno.


"Biar aku saja."


Juno sigap memegang kaki leon yang menendang nendang, Big mengarah kan pisau nya keurat belakang telapak kaki leon.


Jika putus itu maka leon tidak akan bisa berjalan, Dalam sekali sayatan pun darah leon mengucur di sambut teriakan pedih.

__ADS_1


" Iblis kau big!" Umpat leon.


"Dari dulu aku memang iblis, Apa kau baru tahu?!" Big menyeringai.


Zizi yang merasa ini adalah kesempatan nya melari kan diri pun bangkit menuju pintu, Namun anak buah big sigap menangkap nya.


"Apa dia juga akan tuan yang melakukan nya?" Tanya juno karena takut jika big tidak akan tega.


"Tentu saja." Angguk big.


"Tidak big! Ku mohon jangan lakukan itu." Hiba zizi.


"Haiish, Kenapa kau jadi lemah hah?!" Bentak big menarik rambut zizi.


"Akkhh sakit big." Rintih zizi.


Mata basah zizi menatap big memohon pengampunan, Namun hati big sudah tidak peduli lagi.


"Bagai mana jika mata nya?" Tanya big pada juno.


"Terserah anda tuan." Juno memasrah kan.


Big yang memang sejak muda sudah ikut jasson tentang bagai mana kekerasan hidup, Di tambah lagi setelah ikut mark yang seorang mafia besar.


Tentu saja jiwa mafia sudah melekat di hati pria ini, Seolah darah dan jeritan adalah teman hidup.


"Aarrkkhhh!!"


Lebih pedih jeritan zizi dari jeritan leon, Karena mata nya kini memang benar benar big congkel.


"Aakhh, Aahhhkk."


Zizi tergeletak di lantai sambil memegangi sebelah mata, Bahkan sekarang antara sadar dan tidak.


"Cih, Aku ingin muntah karena mencium darah para ****** ini." Big melempar kan pisau nya yang berlumuran darah.


Big dan juno serta di ikuti dengan bodyguard yang lain nya langsung pergi meninggal kan dua manusia itu, Leon berusaha mengambil ponsel nya untuk menelefon rumah sakit atau minta tolong pada teman nya.


"Zizi."


Leon mendekati zizi meski dengan susah payah merangkak di lantai, Sedang kan zizi sudah kehilangan kesadaran karena tidak kuat menahan sakit.


Saat melihat mata zizi yang keluar, Leon menekap mulut menahan muntah nya karena sangat ngeri melihat keadaan kekasih nya.


"Zi bangun sayang." Leon menggoyang lengan zizi.


Namun tidak ada reaksi dari zizi, Sedang kan teman atau pun rumah sakit belum datang untuk menyelamat kan mereka.

__ADS_1


__ADS_2