Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Terlambat


__ADS_3

Juno keluar dari kamar sambil memapah wanita yang belum seberapa tua, Namun wanita itu berjalan menggunakan tongkat di tangan nya.


"Ini bunda aku nye." Ujar juno mengenal kan bunda nya.


"Selamat siang tante, Saya anyelir." Anye mengulur kan tangan.


Bunda juno menyambut uluran tangan anye sembari tersenyum, Tapi salah arah sehingga membuat anye heran.


"Anyelir sungguhan ini juno?" Tanya bunda erita kepada juno.


"Iya bunda." Juno menaut kan tangan bunda nya.


"Akhir nya bunda bisa ketemu kamu sayang, Selama ini bunda cuma dengar cerita tentang kamu saja dari juno." Ucap bunda erita tampak senang.


"Iya tante, Maaf anye tidak bawa oleh oleh untuk tante." Ujar anye merasa tidak enak.


"Kok panggil tante, Bunda dong biar sama dengan juno." Pinta bunda erita.


"Hmm iya bun." Angguk anye kikuk.


Juno menduduk kan bunda nya kesofa, Anye bisa menyimpul kan jika bunda erita tidak bisa melihat namun tidak enak jika bertanya langsung.


"Bunda tidak bisa melihat dengan jelas nye, Karena diabetes parah." Cerita bunda erita.


Anye pun mendekat duduk di samping bunda erita, Kasihan ia melihat bunda erita yang memang tampak kurus.


"Bunda sudah lama ya sakit nya?" Tanya anye iba.


"Lima tahun belakangan ini nye, Sekarang tambah parah." Sahut bunda erita.


"Yang sabar ya bunda." Anye menetes kan air mata karena melihat bunda erita yang memang tampak rapuh.


"Mungkin saja umur bunda tidak akan lama lagi anyelir, Jika bisa bunda ingin hadir di pernikahan juno dengan kamu meski bunda tidak bisa melihat." Ujar bunda erita.


Anye kalang kabut karena di singgung soal pernikahan, Meski ia naksir dengan juno. Namun anye ragu jika menikah secepat ini.


"Bunda pasti akan sehat kok." Hibur anye.


"Langka bisa sembuh dari penyakit ini nye, Oh iya kok seina tidak di bawa?" Bunda erita teringat seina.


"Bunda juga tahu anak anye?" Tanya anyelir kaget.

__ADS_1


"Juno cerita semua nya nak, Bahkan dia juga cerita saat kamu melahir kan seina. Dia itu pengen banget nemenin kamu." Sahut bunda erita.


Juno menunduk malu karena di tatap anyelir, Semua di bongkar habis oleh bunda nya di hadapan wanita yang ia cintai.


"Bunda tidak masalah dengan anye yang sudah janda?" Tanya anye.


"Tentu saja tidak, Asal kan juno bahagia maka bunda pun pasti bahagia." Jawab bunda erita.


"Anye takut jika bunda tidak mau punya menantu janda." Lirih anyelir.


"Bunda sudah lama nunggu kamu datang kesini, Namun baru sekarang kamu berkunjung." Ujar bunda erita.


"Kak juno baru sekarang ngajak anye kesini bun." Ujar anye.


"Enggak mungkin kamu dari dulu aku ajak nye, Sedang kan dulu saja kamu tergila gila dengan tuan big." Sahut juno tidak mau di salah kan.


"Kak apa sih?!"


Anye malu karena juno mengungkit perasaan nya pada big, Sedang kan juno tertawa melihat anye yang merengut.


"Ayo kita makan siang, Tadi bik lely kan udah masak." Ajak bunda erita.


"Ayo bun." Juno ingin memapah bunda nya.


"Bunda jangan gitu dong, Anye tidak kuat." Larang juno karena takut anye menolak secara langsung.


"Kuat lah, Ayo bun." Anye bangkit memapah bunda erita.


Hati juno berdebar kencang karena anye mau memapah bunda nya, Harapan juno untuk bisa bersamaa dengan anye semakin besar.


...****************...


Big yang tiba di mansion de lamozada menatap bengis pada juno yang mengangar anye pulang, Mereka berdua baru saja pulang dari rumah bunda erita.


"Kau bangsat juga ya juno." Sinis big.


"Jaga bicara mu uncle! Jangan cari masalah di sini." Cetus anye.


Mendengar anye kini sudah memanggil nya uncle lagi membuat big semakin kesal, Padahal kemarin ia memanggil nya nama saja.


"Aku ingin bicara padamu." Pinta big.

__ADS_1


"Silah kan." Sahut anye tenang.


Juno pun menjauh dengan duduk di kursi halaman depan, Big menatap anye yang memang sudah berbeda dari biasa nya.


"Benar kan kau ingin bersama nya?" Tanya big memastikan.


"Iya, Namun aku dan dia tidak pacaran." Sahut anye.


"Kau langsung ingin menikah dengan juno? Pikir kan seina anyelir." Big tidak terima.


"Seina juga menerima juno, Uncle tetap papa seina meski aku menikah dengan kak juno." Tegas anye.


"Sungguh kau tidak bisa bersama ku lagi? Kemana cinta yang selama ini kau katakan anyelir?!" Big menekan suara nya.


"Hilang begitu saja karena kau yang mengabai kan ku! Mati matian dulu aku mencintai mu uncle, Tidak peduli meski kau memilih zizi. Namun kau abai kan rasa ku." Ucap anyelir.


"Jika kau memang mencintai ku tentu tidak akan hilang anyelir." Teriak big lepas kendali.


Juno langsung mendekat karena takut jika big gelap mata dan menyakiti anyelir, Meski big adalah bos nya tapi juno tidak peduli jika big sampai menyakiti anye.


"Aku kalah memperjuang kan rasa cinta untuk mu uncle, Aku menyerah karena kau yang selalu menolak." Ujar anye.


Big terdiam mendengar ucapan anye, Di lihat nya juno yang menggandeng tangan anye bahkan di depan mata nya sendiri.


"Bukan kau yang kalah anyelir! Kau pemenang nya, Ku akui aku tidak bisa melihat mu dengan siapa pun meski aku telah melepas mu." Ujar big.


"Maaf uncle, Aku tidak bisa kembali lagi bersama mu." Sahut anye.


Big tersenyum getir karena mendengar ucapan anye yang sangat yakin, Perlahan pria ini melangkah pergi dengan di iringi tatapan anye dan juga juno.


Baru tahu big rasa nya di tolak oleh orang yang ia cintai, Dua kali big gagal memperjuang kan cinta nya.


Zizi yang ia cintai dengan sepenuh hati dengan tega berselingkuh dan mengeruk harta nya, Dan kini anye yang menolak nya mentah mentah.


"Hah! Meski pun ini karma tapi kenapa sangat menyakit kan." Keluh big menenggak wine ketika sampai di bar.


Teringat dalam benak nya ketika ia dulu mengantar kan anye pulang saat tahu bahwa gadis itu menjebak nya dengan obat, Saat itu big sangat membenci anye dan marah.


Bahkan big juga menyuruh anye melakukan aborsi karena tidak mau anak dari nya, Kini ia malah sangat menyayangi seina.


"Untung aku bisa menyayangi mu nak." Big membayang kan wajah cantik seina yang poto copyan dengan nya.

__ADS_1


Hanya cinta dari seina yang belum terlambat big dapat kan, Karena sekarang sudah tidak ada harapan untul mendapat kan cinta dari mama seina.


"Semoga kau bahagia anyelir." Lirih big tanpa sadar air mata nya menetes.


__ADS_2