Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
End


__ADS_3

Sesuai dengan janji nya pada seina kemarin, hari ini juno mengajak mereka jalan jalan ketaman hiburan.


"Ayah uno mau es cream." Pinta seina yang di gendong juno.


"Mau yang rasa apa sei?" Tanya juno.


"Mau yang rasa coklat."


"Tunggu di sini sama mama ya, Ayah beli es cream nya dulu." Pamit juno.


Seina mengangguk girang karena keinginan nya di turuti, Juno pergi mengambil es cream dua cup besar.


"Waah lihat mama, Ayah uno bawa yang becal." Seru seina.


"Eeh kok beli yang besar sih ayah mu." Rutuk anye.


"Enak dong yang besar." Seina berbinar ketika menyambut es cream dari ayah nya.


"Yang ini buat mama." Juno memberikan anye yang rasa vanila.


"Jangan beli yang besar gini dong kak, Nanti seina bisa sakit gigi." Ujar anye.


"Mama pelit, Ayah uno yang baik! Kan enak kalau yang besar gini." Seru seina bergeser duduk nya kearah juno.

__ADS_1


"Iya mama tuh, Kan kalau besar memang enak." Ujar juno mengedip kan mata nya kearah anye.


Kalimat juno terasa ambigu di telinga anye, Namun seina tahu nya hanya sekedar es cream. Padahal juno memang menggoda anyelir.


"Makan nya belepotan gini sei, Lihat baju nya kena." Juno mengelap mulut seina dengan sapu tangan nya.


"Hehehe."


Gadis kecil ini tertawa bahagia dalam pangkuan juno, Anye bersyukur dalam hati nya karena juno memang mau menerima kehadiran seina. Dan seina juga langsung lengket dengan ayah sambung nya.


"Seina mau enggak kalau punya adik?" Tanya anyelir.


"Enggak mau." Tolak seina langsung.


"Nanti mama sama ayah tidak cayang lagi sama ceina." Seina menunduk sedih.


"Mama sama ayah pasti sayang lah sama seina, Lagian masih lama juga seina punya adik." Hibur juno mencium pipi anak nya.


"Kakak gitu sih! Kan aku berusaha membujuk dia." Rutuk anye.


"Ngapain bujuk nya sekarang sayang, kan masih lama juga seina punya adik." Sahut juno.


"Kok masih lama? Emang kakak tidak mau punya anak sekarang?!" Kaget anye.

__ADS_1


"Aku mau saja punya anak sekarang, Tapi apa kamu udah siap menghadapi ruang operasi lagi?" Tanya juno balik.


Anye terdiam karena jujur saja dia masih trauma dengan operasi nya, Namun ia berusaha memberani kan diri karena mengira juno ingin anak secepat nya.


"Jangan terlalu di paksa, Lagi pula kan sudah ada seina! Akan lebih baik jika kita fokus dulu merawat nya." Ucap juno merangkul anye.


"Aku takut jika kakak ingin anak secepat nya karena seina bukan darah dag..


Belum sempat anye menyelesai kan kalimat nya, Juno lebih dulu menyumpal mulut anye dengan es cream yang hampir meleleh.


"Aku tidak mau mendengar kalimat itu! Karena bagiku dia sama saja dengan anak yang akan datang selanjut nya." Tegas juno.


Hati anye berdesir antara bahagia dan terharu, Juno memang menyayangi seina seperti putri kandung nya.


Karena bagi juno, Mau dengan mama nya maka harus mau juga dengan anak nya. Tidak ada alasan bagi juno untuk tidak menyukai seina.


"Aku mencintai kalian dengan tulus, Awal mula aku memang hanya mencintai mu! Namun saat seina lahir, Maka aku juga langsung mencintai nya." Ujar juno.


"Terima kasih kak, Terima kasih sudah mau menerima aku dan juga putriku." Ucap anye menetes kan air mata.


Juno memeluk istri dan anak nya dengan erat, Tidak sia sia juno memendam rasa nya selama bertahun tahun. Kini ia mendapat istri dan anak yang baik dan juga cantik.


Anye juga bersyukur karena juno memang tulus mencintai nya, Dalam hati ia berjanji akan berbakti pada suami tampan nya ini.

__ADS_1


End.


__ADS_2