
Mark menatap kepulangan putra nya tanpa ekspresi, Bahkan tidak ada raut kaget sedikit pun walau melihat tangan big yang patah.
"Ayah."
Big menjatuh kan diri di bawah kaki mark sambil menangis, Mark masih diam tanpa jawaban. Berliana juga hanya diam.
"Maaf aku tidak mendengar kan nasihat dari mu, Aku bodoh karena percaya pada dia." Sesal big.
"Lalu?"
Mendongak heran big dengan pertanyaan ayah nya, Mark masih saja santai seolah tidak peduli.
"Ayah bertanya padamu! Setelah kau di tipu kau datang menemui ayah untuk apa?" Tanya mark.
"Untuk meminta maaf." Jawab big.
"Kau meminta maaf untuk apa? Kan yang di tipu juga kau bukan ayah! Perusahaan itu juga milik mu, Jadi ayah tidak ada kerugian apa apun." Sahut mark.
"Karena aku tidak mendengar kan nasihat ayah dan kakak." Lirih big.
Berliana membuang muka karena masih kesal dengan big, Beda dengan mark yang tidak bisa terlalu lama marah pada putra nya.
"Sudah lah big, Semua juga sudah terjadi." Ujar mark.
"Apa nya yang sudah dad?! Dia belum minta maaf pada anye dan juga orang tua nya." Sambar berliana.
"Itu beda urusan liana." Ucap mark pelan namun tidak bisa di bantah.
"Tadi bianca datang dan mengahajar ku." Ujar big.
"Rasakan lah itu! Kau memang pantas mendapat kan nya." Berliana meninggal kan big.
Big terdiam dan berusaha merayu ayah nya untuk kembali bekerja di perusahaan milik mark, Ia memijat lembut kaki mark yang sedang di selonjor kan.
"Jangan merayu ku." Sergah mark.
"Aku akan membalas mereka yah." Geram big mendendam.
"Lakukan semau mu saja." Jawab mark.
Masih teringat dalam otak big ketika istri tercinta nya malah main kuda kudaan bersama pria yang di sangka adalah kakak sepupu, Sungguh rapi rencana licik zizi dan leon.
"Buat mereka menderita." Ujar mark yang juga sangat kesal.
"Bisa bisa nya leon dulu tinggal di sini dan makan minum dengan uang ku." Kesal big tidak percaya.
"Maka nya jangan terlalu cinta pada wanita yang belum kau kenal! Kau dulu pun jika zizi bilang ingin kepala mu, Pasti kau penggal juga." Sindir mark.
"Apa ayah dulu tidak begitu?" Tanya big.
"Tidak!"
__ADS_1
Big manggut manggut sambil memikir kan cara terbaik untuk balas dendam kepada zizi dan juga leon, Hancur harga diri nya di buat seperti ini.
"Datangi besok mereka kerumah sakit." Suruh mark.
"Aku juga punya rencana begitu." Angguk big.
Ayah dan anak ini merencana kan balas dendam dengan cara mafia, Jiwa mark yang terpendam kembali bangkit karena di usik oleh mendusa.
******
"Benarkah?!"
Angela mengangguk usai menyebar kan gosip pada sahabat nya, Sejak tadi malam mulut nya sudah gatal untuk membicarakan perihal zizi dan big.
"Aku bahagia sekali karena sekarang ayah ku sudah lepas dari mendusa." Angel berguling guling senang.
"Hmmm."
Anye tidak tahu harus memberi reaksi apa, Apa kah ia harus bahagia atau sedih karena orang yang di cintai nya sekarang menderita.
"Lo enggak seneng karena ayah bisa tahu kebusukan zizi?" Tanya angela menatap anye yang biasa saja.
"Buat apa juga aku seneng ngel? Toh itu juga bukan urusan aku." Sahut anye duduk santai.
Seina sudah tidur pulas karena sudah mandi, Waktu nya bagi anye untuk bersantai dan bermain ponsel atau menggosip.
"Iya ya nye, Lagian kan kamu juga harus menempuh hidup baru tanpa dia." Ujar angel membenar kan.
"Makan saja yang ada di otak mu!" Rutuk angel.
"Heran juga aku sama nih perut kok laper mulu." Sahut anye.
Tertawa mereka berdua meski itu tidak lucu, Akhir nya angel mengajak anye untuk pergi makan.
"Mau kemana kalian?" Tanya bianca ketika melihat mereka sudah ready.
"Mau makan bentar mom, Titip seina ya." Ujar anye.
"Oke."
Bianca tidak pernah melarang atau pun keberatan jika anye ingin keluar, Asal kan itu bersama angel.
"Mau bakso apaan sih nye?" Tanya angel sedikit berteriak karena bising nya suara motor.
"Bakso punya mang ojan ngel." Jawab anye ikut teriak.
Akhir nya mereka pun menuju bakso yang memang sangat ramai itu, Bukan hanya kalangan anak muda saja yang makan. Orang dewasa juga banyak yang makan di sana.
"Mang pesen yang jumbo dua porsi ya." Pinta anye.
"Siap non anye." Mang ojan sudah hapal dengan anye yang sering makan di warung nya.
__ADS_1
Anye dan angel mencari kursi paling pojok karena mereka tidak mau di perhatikan oleh orang orang, Walau pun masih saja ada orang yang melirik mereka.
"Banyak banget yang lihatin gue." Ucap anye merasa tidak nyaman.
"Yah nama nya juga janda." Cetus angel langsung mendapat toyoran.
"Salah gue apaan?! Kan emang benar kalau kau janda." Angel tidak mau kalah.
"Mereka juga tidak tahu kalau aku janda, Mana ada janda bentuk nya imut dan kecil kayak gue." Sahut anye.
"Ya kan loe masih kecil tapi udah gatel." Sambar angel.
Anye merengut masam karena ucapan angel adalah fakta, Tidak bisa ia mengelak lagi dari mulut pedas sahabat nya.
"Lo tahu kan kalau ayah habis di hajar mommy." Ujar angel mengaduk bakso nya yang sudah datang.
"Di hajar? Sama mommy bianca?!" Kaget anyelir.
"Iya lah mommy bianca, Memang nya kita punya mommy yang lain." Cetus angel mengambil minuman botol.
"Kenapa sampai mommy menghajar dia?" Tanya anye pensaran.
"Kurang tahu juga gue, Tapi parah sih luka nya ayah." Jawab angel.
Bertanya tanya anye dalam hati nya karena bianca sampai menghajar big, Apa yang sudah mommy nya ketahui hingga bisa turun tangan.
"Penasaran gue sama masalah nya." Ucap anye memasukan bakso.
"Hallo nye!" Marco datang menepuk pundak anyelir.
"Aduh bangsaat bakso gue ketelen!" Anye mendelik.
"Sorry nye, Ayo minum dulu." Marco jadi panik sendiri.
Sedang kan angel tertawa sambil perut nya terasa sakit, Ekspresi anye yang mendelik sangat lah lucu di mata angel.
"Lo kalau datang jangan tiba tiba aja napa sih co!" Kesal anye.
"Sorry nye." Marco tersenyum dan duduk di hadapan mereka.
"Mau ngapain lo duduk di mari?" Tanya angel.
"Mau makan juga lah." Jawab marco santai.
"Banyak duit nih habis di kasih kakak lo yang ngeruk harta ayah gue kan." Sindir angel telak.
"Apaan sih ngel?!" Marco ingin marah namun tidak bisa.
"Ya kan kakak lo udah berhasil ngambil perusahaan ayah gue! Gimana rasa nya?" Tanya angel semakin sengit.
Marco tidak ingin terpancing emosi nya dengan angel, Bisa saja mereka nanti malah adu bogem.
__ADS_1