Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Di tikung


__ADS_3

Hari ini anye masuk kampus seperti biasa, Meski rasa sedih kehilangan pahmi masih melekat. Namun anye tetap menjalani aktivitas nya.


"Nona anye."


Anye yang mendengar nama nya di panggil pun menoleh, Juno datang sedikit berlari menghampiri nya.


Tubuh nya yang tinggi dan juga kekar sangat elok di pandang saat ini, Anye lupa berkedip melihat ciptaan tuhan yang satu ini.


"Tampan sekali dia, Baru sadar aku." Batin anye.


"Maaf mengganggu anda, Tapi saya hanya ingin memberi ini." Juno memberikan kotak makanan.


"Makanan? Dari siapa kak." Tanya anye mengambil nya.


"Hmmm aku dengar kamu jarang makan karena nangis terus, Aku buat kan kamu makanan." Juno sedikit malu menjelas kan.


"Kakak buat makanan untuk aku?!" Kaget anye membuka kotak juno.


"Maaf jika saya lancang nona." Juno merasa tidak enak dengan reaksi anye.


"Bukan begitu, Aku cuma kaget karena kakak sampai mau buat kan makan." Ralat anye tersenyum.


"Sekalian tadi buat untuk aku juga, Kalau gitu aku permisi dulu." Pamit juno.


"Hati hati kak, Terima kasih ya." Ujar anye.


Juno tersenyum dan membungkuk lalu masuk mobil untuk menjemput big, Sedang kan anye terus saja tersenyum.


"Ngapain lo senyum terus?" Tanya angel berpapasan.


"Kepo lo jadi orang." Sahut anye.


"Tumben bawa bekal, Apaan isi nya?" Tanya angel lagi.


"Belum tau juga aku isi nya, Nanti lah di makan." Sahut anye.


Angel ikut senang karena anye mulai lupa dengan kesedihan nya, Karena selama seminggu ini anye terus saja menangis.


*******


"Ku dengar kau mengirim makan untuk anye?" Tanya big menatap juno tidak senang.


"Iya! Kenapa memang nya?" Juno balik bertanya.


Big langsung berdiri di depan meja juno, Jika di lihat memang juno jauh lebih muda dari nya dan juga juno perhatian.


"Jangan dekati dia." Peringat big.


"Aku menuruti ucapan mu dalam masalah pekerjaan tuan! Bukan untuk masalah pribadi." Jawab juno.


"Pribadi? Apa kau punya perasaan pada nya." Sengit big.


"Mau tahu saja anda tuan." Sahut juno.

__ADS_1


Big menatap juno yang masih sibuk mengurus berkas nya, Semenjak pindah keperusahaan milik mark. Juno memang lebih sibuk.


"Apa kita saingan?" Tanya big lagi.


"Aku tidak berniat saingan dengan anda, Namun jika anda menganggap saya saingan. Maka itu bagus juga." Jawab juno tersenyum.


"Jika kau ingin saingan dengan ku, Maka aku akan memecat mu!" Ancam big menakut nakuti juno.


"Silah kan, Tanpa aku apa lah anda itu tuan." Tantang juno.


Ingin sekali rasa big menjitak kepala juno yang tersenyum tengil itu, Saingan yang tampan dan juga muda.


Belum apa apa saja big sudah merasa akan kalah saing, Ia bergegas keluar untuk mencari pakaian dan juga memperbaiki penampilan nya.



Juno pratama



Big dawson


...****************...


Jasson menatap juno yang datang saat malam minggu kemansion nya, Sedikit banyak jasson sudah mengenal asisten big ini.


"Maaf jika saya lancang tuan, Namun apa anda tidak keberatan jika saya mengajak anye keluar?" Tanya juno sopan.


Anye juga ada di sana mendengar kan ucapan juno yang sangat lembut, Sambil menunduk ia tersenyum.


Jika tidak ada juno di sini, Anye pasti sudah mengejar anzel dan menjitaki kepala saudara kembar nya.


"Kenapa ingin keluar bersama anye?" Tanya jasson.


"Saya ingin mengajak nya jalan jalan saja tuan." Sahut juno.


"Wanita di kota ini banyak juno, Jadi katakan alasan kenapa anye yang kau ajak." Jasson masih berusaha memancing.


Juno paham jika jasson menjebak nya dengan kata kata, Mau tidak mau ia harus mengakui nya sekarang.


"Saya sejak lama mencintai anyelir tuan." Jawab juno lantang.


Bukan hanya jasson yang kaget dengan keberanian juno, Anya juga langsung mendongak menatap juno.


"Sejak lama?" Tanya bianca.


"Iya nyonya, Aku menyukai anye sejak ia masih sekolah menengah." Juno mengakui sambil tersenyum.


"Namun sekarang aku sudah janda kak." Ujar anye.


"Aku tidak memandang itu nye, Jika aku memang mempermasalah kan soal janda dan gadis! Mungkin saat ini aku sudah tidak mencintai mu lagi." Jawab juno mantap.


"Apa big tahu?" Tanya jasson.

__ADS_1


"Ini tidak ada kaitan nya dengan big dad!" Kesal anye yang tahu jika jasson lebih kebig.


"Saya memang hanya asisten tuan, Namun saya sudah punya rumah dan juga kendaraan yang saya beli dari hasil keringat sendiri." Ujar juno.


"Apa kau pamer?!" Sengit jasson.


"Apa sih dad?!" Bianca mencubit pinggang suami nya.


"Bocah itu bangga sekali mom." Jasson menggeliat sakit.


"Tidak usah dengar kan sekutu big ini ya, Kalian keluar lah jika memang ini pergi." Suruh bianca.


"Sekutu big?!"


Bianca menarik suami nya pergi dari ruang tamu, Bagi bianca walau pun dia pria miskin. Namun jika bertanggung jawab, Maka itu adalah pilihan terbaik.


"Mau tidak keluar bersama ku?" Tanya juno pelan.


"Mau kemana kita kak?" Tanya anye yang ingin tahu tujuan nya dulu.


"Aku membeli tiket nonton." Jawab juno.


"Aku ganti baju dulu." Pamit anye masuk kekamar nya.


Senyum juno tidak pudar ketika di tinggal anye ganti baju, Hati nya sangat riang karena anye mau keluar bersama nya. Walau pun belum tentu anye menyukai nya juga seperti persaan nya.


Lima belas menit kemudian anye keluar dengan memakai kemeja tosca dan jeans putih, Terlihat sangat cantik di mata juno ketika anye mengikat rambut seperti ekor kuda.


"Mau naik mobil siapa kita?" Tanya anye yang juga membawa kunci mobil milik nya.


"Apa kamu tidak keberatan jika memakai mobil ku?" Tanya juno.


"Tidak lah, Malah irit bensin ku." Canda anye tersenyum.


Mobil juno dengan merek yang cukup mahal terlihat sangat tinggi, Beda dengan mobil anye yang rendah.


Juno membuka kan pintu untuk anye, Mereka pun keluar menuju bioskop untuk menonton seperti yang juno katakan.


"Bangsaat juga tu bocah, Habis main dia dari sini." Rutuk big yang paham dengan mobil juno.


Big pun masuk kedalam mansion untuk melihat anye dengan dalih ingin bermain dengan seina, Ia tidak tahu jika mantan istri nya telah pergi.


"Eehh datang kau big." Tegur bianca kaget.


"Aku ingin melihat seina, Ini ku bawakan makanan untuk kakak." Ujar big.


"Ada seina di kamar nya, Kalau anye baru saja pergi." Bianca ingin melihat reaksi big yang kepanasan.


"Pergi? Kemana dia kak?!" Kaget big kecewa karena anye tidak ada.


"Juno mengajak nya keluar." Jawab bianca menahan senyum.


"Anye keluar dengan juno?!" Big sangat kaget mendengar hal ini.

__ADS_1


Bianca tertawa puas dengan wajah big yang melongo, Sedang kan big sangat kesal dengan juno yang berani menikung nya.


__ADS_2