
Mobil juno meluncur di jalan yang sangat asing di mata anye, Ia tidak pernah kesini sekalipun.
Suasana yang sangat asri dan jauh dari keramaian kota, Bahkan mobil juno juga memasuki jalan setapak.
"Kakak bukan penjahat kayak di film kan?!" Tanya anye jadi cemas sendiri.
"Film apa?" Juno menoleh kearah anye.
"Ya kayak di film, Kakak bawa aku kehutan dan nanti aku di bunuh." Anye merinding membayang kan nya.
"Gila ya pikiran kamu." Juno tersenyum sambil geleng geleng kepala.
Akhir nya mobil juno berhenti di rumah bertingkat meski pun terbuat dari kayu, Halaman yang sangat luas dan ada juga pohon pohon pelindung.
"Waah udara nya enak banget." Lirih anye ketika keluar dari mobil.
"Mau kamu tinggal di sini?" Tanya juno menghisap rokok nya.
"Enggak kak! Jauh dari jalan raya dan juga sangat terpencil." Jawab anye yang memang penakut.
Dulu ia di asing kan juga ketempat seperti ini, Hanya beda nya anye punya bodyguard rahasia yang ketat menjaga.
"Kalau sekali kali buat healing yang oke saja." Ujar anye.
"Kamu keberatan enggak aku merokok?" Tanya juno.
__ADS_1
"Enggak juga, Tapi jangan terlalu sering." Nasihat anye.
"Takut ya aku sakit?" Goda juno.
"Iya lah, Nanti siapa yang nikahin aku." Jawab anye membuat juno tersedak asap rokok nya sendiri.
Niat nya hanya menggoda anye agar malu malu kucing, Namun anye malah membalas nya dan membuat juno yang salah tingkah.
"Ayo masuk." Ajak juno menginjak puntung rokok nya.
"Ada siapa di dalam kak?" Tanya anye mengikuti juno.
"Ada bunda aku, Biar ketemu dia sama kamu." Jawab juno.
Juno tidak mengerti dengan reaksi anye yang tampak kaget, Juno mengira jika anye tidak mau bertemu dengan orang tua nya.
"Kenapa nye? Kamu enggak mau ketemu bunda." Tanya juno.
"Bukan enggak mau kak, Aku enggak ada persiapan ini." Anye sedikit kesal.
"Persiapa apa?" Bingung juno.
"Yang nama nya berkunjung kerumah orang tua itu harus ada buah tangan, Masa datang cuma tangan kosong doang." Rutuk anyelir.
"Ooh maksud kamu oleh oleh." Juno baru paham.
__ADS_1
Anye membayang kan nya saja sangat malu ketika nanti masuk kedalam tanpa bawa buah tangan, Bisa bisa ia di pikir pelit dengan bunda nya juno.
"Aku udah bawa oleh oleh kok buat bunda." Ujar juno.
"Mana?"
"Kamu! Kamu oleh oleh yang akan membuat bunda sangat senang." Jawab juno memegang tangan anye.
"Apaan sih kak, Aku malu ini." Anye tidak mood untuk bercanda.
"Udah ayo masuk, Besok kalau datang lagi baru bawa oleh oleh! Cucu lah misal nya." Ujar juno nyeleneh.
Anye membuang muka agar juno tidak melihat senyum nya, Mereka masuk sambil bergandengan tangan untuk menemui bunda nya juno.
"Kamu duduk dulu ya, Aku mau panggil bunda." Pamit juno.
"Iya."
Juno masuk kedalam sebuah kamar yang paling depan, Anye duduk sambil menatap sekeliling nya yang tampak rapi.
"Mau minum apa non?" Tanya pembantu yang ada di rumah juno.
"Air putih saja buk." Jawab anye.
Pembantu juno tersenyum melihat kesopanan anye, Meski bisa di lihat jika anye pasti lah anak orang kaya. Namun anye tidak sombong dan juga judes.
__ADS_1