
Zizi menghidup kan senter ponsel nya karena tiba tiba saja ada pemadaman listrik, Tidak biasa nya kawasan mereka mati lampu seperti ini.
"Tapi gedung sana hidup?" Heran zizi menatap seberang gedung.
Baru saja akan berbalik untuk mengecek, Leher nya sudah di cekal oleh seseorang dan pisau itu sudah menempel di leher nya.
"Bergerak sedikit saja maka leher mu akan putus!" Ancam seseorang itu.
"Si siapa kau?" Tanya zizi gemetaran.
"Tentu saja aku malaikat pencabut nyawa untuk mu." Jawab wanita itu.
Wanita bermantel hitam semakin menempel kan pisau nya keleher zizi, Sehingga mulai terasa perih dan darah nya mulai mengucur keluar.
"Apa yang kau ingin kan? Aku punya uang berapa pun yang kau mau." Zizi menawar kan harta nya untuk menyelamat kan nyawa.
"Kau kira aku semiskin itu hingga mau mengambil harta orang lain! Aku tidak serakah macam kau zizi." Bisik pembunuh bayaran.
Tentu saja zizi kaget karena pembunuh ini tahu nama nya, Apa lagi ia mengungkit masalah harta.
"Lalu kau ingin apa? Sshh jangan lukai aku." Pinta zizi meringis kesakitan.
"Aku ingin kau sadar diri dan menjaga perilaku mu! Sekali lagi kau usik gadis yang bernama anyelir, Maka habis nyawa mu di tangan ku." Geram pembunuh.
Mendengar nama anye zizi langsung kaget, Pantas saja tadi bandit nya memberi laporan jika gagal menculik anye! Namun kini malah ia sendiri yang mendapat ancaman.
"Kau suruhan gadis binal itu?!" Zizi malah emosi mendengar nama anye.
"Ck! Kau malah mengatai nya." Kesal pembunuh berdecak.
"Aarrrkhhh ampuni aku!" Teriak zizi kesakitan dan memeluk lengan nya.
Pembunuh bayaran menanjab kan pisau nya kelengan zizi hingga tembus, Darah muncrat membasahi lantai.
"Jangan bunuh aku! Ku mohon jangan bunuh aku." Hiba zizi ketakutan.
"Haish tenang lah, Aku juga tidak mau membunuh mu secepat ini." Jawab pembunuh menginjak lengan zizi yang terluka.
"Aarrkhhh, Aahaha sakit!" Teriak zizi histeris.
"Sebelum kau bertindak konyol, Pikir kan dulu siapa lawan mu ya lain kali." Nasihat pembunuh.
Jlebb.
Satu kali lagi pisau tengkorak itu menanjab kepaha mulus zizi, Tanpa belas kasihan ia malah menarik nya hingga luka tersebut jadi memanjang.
*********
__ADS_1
"Dari mana kamu angela?" Tegur mark ketika angela pulang.
"Tadi ada urusan sedikit grandpa." Jawab angel.
Mark melambai kan tangan nya agar angel mendekat, Langsung saja angel duduk di samping mark.
"Grandpa ini sudah mengenal mu sejak kecil, Bahkan grandpa juga mengasuh dan sering memandikan mu." Cerita mark tiba tiba.
"Grandpa ingat masa kecil ku ternyata." Ujar angel sambil tersenyum.
"Tentu saja ingat, Semua nya terasa sangat singkat! Sekarang kau sudah besar dan malah kerja sambilan jadi pembunuh bayaran." Ujar mark.
"Iya grandpa, Hah apa yang grandpa bilang?!" Kaget angel.
Angel kaget karena ternyata mark sudah tahu profesi yang ia ambil, Meski mark tahu jika angel bukan hanya ingin jadi pembunuh semata.
"Apa yang ingin kau kejar nak?" Tanya mark serius.
"Aku ingin membunuh orang jahat." Jawab angel.
"Apa membunuh bukan perbuatan jahat?" Tanya mark lagi.
Terdiam angel mendengar pertanyaan mark yang sulit untuk di jawab, Awal nya angel hanya ingin uji nyali. Namun semakin lama ia malah merasa tertantang untuk terus melakukan nya.
"Jika kau memang mampu, Kau bisa mengambil alih milik grandpa yang ada di london." Ucap mark.
"Baik lah, Pikir kan baik baik tawaran grandpa." Ujar mark.
Mark yakin jika angel bisa mengelola bisnis nya di dunia hitam, Namun mark juga tidak mau memaksa.
"Andai saja waktu itu daddy jasson tidak langsung membunuh draka, Maka aku pasti puas menghabisi nya." Angel menyayang kan kematian pembunuh ayah nya.
"Lupa kan saja musuh masa lalu itu, Fokus dengan musuh yang sekarang." Ujar mark.
"Aku sebenar nya tidak punya musuh, Daddy jasson yang banyak musuh nya." Sahut angela.
"Berapa jasson membayar mu dalam satu kali?" Tanya mark penasaran.
"Tergantung mangsa nya! Jika hanya remahan kerupuk maka cukup lima puluh juta." Jawab anye.
Mark tertawa mendengar jawaban angel yang menyepelekan musuh nya, Kepandaian angel memang sudah tidak di ragukan lagi.
...****************...
Seina berlarian di taman belakang bersama mama nya, Hari minggu ini anye tidak mengajak seina jalan. Ia hanya menghabis kan waktu di rumah.
"Aduuh atuhh ma." Teriak seina ketika terjatuh.
__ADS_1
"Sayang mama jatuh nak, Enggak pa pa yang nak. Harus kuat kalau cuma jatuh sedikit." Anye membantu seina berdiri.
"Cakit ma." Adu seina menggosok dengkul nya.
Anye meniup niup dengan putri nya yang memang sedikit kemerahan, Usai di tiup seina langsung lari lagi sambil tertawa girang.
"Kejal cei ma." Pinta seina berlarian dengan anjing kecil di belakang nya.
"Mama datang." Anye mengejer seina yang terus tertawa.
"Duh cei hauh ma." Seina yang berbicara masih cedal berhenti berlari.
"Ayo istirahat dulu, Minum nya di sana." Tunjuk anye kearah gazebo.
Dengan di tuntun sang mama, Seina berjalan kearah gazebo karena ingin minum dan kehausan usai berlarian.
"Papa ana ma?" Tanya seina menanyakan sang papa.
Ini lah yang sebenar nya anye tidak mau dengan kehadiran big, Karena jika seina sudah mengenal papa nya. Maka ia akan bertanya terus tentang kehadiran pria itu.
"Papa di sini seina sayang." Big datang membawa bungkusan besar.
"Holee papa atang." Girang seina berlari menghampiri.
"Jangan lari lari seina, Nanti jatuh sayang." Larang big.
"Tadi cei udah atuh pa." Adu seina menunjuk dengkul nya.
"Kok bisa sayang? Hati hati lain kali ya." Big menggendong seina kegazebo lagi.
Anye memandang masam kedatangan big, Niat hati hanya ingin bersenang senang dengan seina. Kini malah kedatangan big yang merusak mood nya.
"Papa beli mainan mobil ice cream untuk seina." Big mengeluar kan mobil berwarna pink.
"Wah aguh cekali." Puji seina berbinar melihat mobil ice cream.
"Bilang apa sama papa?" Anye selalu mengajar kan anak nya untuk berterima kasih saat di beri.
"Maacih papa." Ujar seina tersenyum menunjuk kan gigi nya yang sudah rapat.
Hati big senang karena anye menyebut nya papa, Walau pun sekarang wajah anye di tekuk semenjak kedatangan nya.
"Gimana nanti...
"Enggak usah macam macam! Aku enggak pengen keluar." Sambar anye cepat.
Big terdiam karena ucapan nya belum selesai saja sudah di potong dengan garang, Anye tahu jika big ingin mengajak seina dan diri nya untuk keluar.
__ADS_1