Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Anyelir


__ADS_3

Anyelir berjalan dengan riang menuju ruang kerja big, Selain ada berita yang ingin sampai kan. Anye juga senang karena tadi saat di mobil jika pria itu menganggap nya sebagai istri.


"Masuk."


Karena sudah di suruh masuk dengan yang punya ruang, Anye masuk sambil tersenyum lebar.


Namun sial nya ia melihat angel yang menangis di kaki big, Hati nya bertanya tanya tentang apa yang terjadi.


"Ada apa uncle?" Tanya anyelir pelan.


"Tanya kan pada sahabat mu ini." Big menyentak kaki nya.


Angela sedikit terhempas kesamping karena sentakan big, Sambil berurai air mata ia bangkit.


"Maaf kan aku anyelir! Aku sudah merusak masa depan mu dengan menaruh obat pada minuman ayah." Angel menutupi keterlibatan anyelir.


"Apa maksud mu ngel?!" Anyelir masih bingung dengan yang terjadi.


"Aku yang memasukan obat kedalam minuman ayah, Hingga dia memperkosa mu." Jelas angela.


Kini anyelir paham jika big sudah mengetahui dalam pemerkosaan itu, Namun anye bingung kenapa angel malah minta maaf pada nya.


"Kau dengar itu anyelir?! Dia yang memasukan obat kedalam minuman ku." Ujar big menatap tajam.


Entah kenapa anye merasa tatapan big sangat membenci nya, Bahkan anye merasa bernafas saja susah.


"Kenapa kau melakukan itu angela? Apa ada orang yang menyuruh mu?!" Tanya big menatap anak nya.


"Tidak ayah." Jawab angel mantap.


"Lalu karena alasan apa?!" Sentak big menggelegar.


"Ak aku tidak menyukai zizi." Jawab angel gemetar.


Anyelir terperangah karena angel sama sekalu tidak menyebut nama nya, Ia tidak mungkin diam saja melihat sahabat nya ketahuan, Namun anye takut untuk mengakui kesalahan yang telah ia perbuat.


"Jawab jujur selagi ayah masih berbaik hati." Tegas big.


"Aku jujur ayah." Jawab angel.


"Baik kalau begitu!"


Big membuka lemari dan mengambil penggaris panjang dari kayu, Merinding angel melihat benda yang di bawa ayah nya.


"Tidak uncle! Jangan lakukan itu." Cegah anyelir.


"Diam! Apa kau juga terlibat?!" Tuduh big membuat anye pucat.


"Ti tidak mungkin." Elak anyelir tidak berani mengaku.


Senyum sinis terkembang di bibir big, Anye merasa big sangat berubah dari sikap dan juga tatapan nya.


Ctarr.

__ADS_1


Bergetar tubuh angel karena big memukul betis nya dengan penggaris itu, Air mata nya semakin deras meluncur.


Ctarr.


Bukan hanya angel yang menangis sekarang, Anye pun tidak kuat melihat sahabat nya di siksa. Sudut hati gadis ini mengutuk kejahatan nya.


"Jangan pukul lagi uncle! Tolong jangan pukul dia." Pinta anyelir berlutut di depan big.


"Siapa pun yang bersalah dia harus mendapat hukuman!" Geram big.


"Tidak! Angel tidak bersalah, Aku lah yang bersalah." Jawab anye menunduk ketakutan.


Ini lah yang di ingin kan oleh big, Pria ini ingin anye langsung mengakui kesalahan nya secara langsung oleh mulut nya sendiri.


"Apa kesalahan mu?" Tanya big mengangkat wajah anyelir dengan penggaris.


"Jangan anyelir!" Cegah angela tidak ingin anye mengaku.


"Diam atau ku tampar kau angela!" Sentak big.


"Tampar saja aku ayah! Karena aku memang bukan anak kandung mu." Balas angela lantang.


"Meski kau putri kandung ku, Kau akan tetap ku hukum." Ujar big.


"Maka hukum lah aku! Jangan bawa orang lain." Angel menjawab dengan berani.


Saat big siap memukul angela lagi, Anyelir mendorong angel kesamping dan ia lah yang mendapat pukulan di pinggang nya.


"Aduh sakit sekali." Keluh anye.


"Kenapa kau sangat memikir kan dia?! Sedang kan zizi saja malah selingkuh dengan pria lain." Anyelir menjawab keras.


Plaak.


Sudut bibir anye berdarah karena robek di tampar big, Amarah pria ini sudah tak kuasa ia tahan lagi.


"Uncle menampar ku?" Anye tidak percaya dengan yang di alami nya.


"Bukan hanya tamparan yang pantas untuk mu!" Geram big.


"Kenapa uncle jahat padaku?!" Teriak anye.


"Jangan sok menjadi korban ******! Kau lah yang menyuruh angela untuk menaruh obat pada minuman ku." Big mencengkeram rahang anye.


"Tidak ayah! Aku tidak di suruh oleh nya." Elak angel.


"Diam! Kau pun akan ku hukum angel." Ancam big.


"Yah! Aku memang yang menyuruh angel." Anye mengakui kesalahan nya.


"Kenapa kau lakukan itu anyelir?! Tidak kah kau memikir kan perasaan ku dan juga zizi." Sentak big.


"Karena aku mencintai mu! Namun kau tidak pernah tahu perasaan ku." Jawab anye berurai air mata.

__ADS_1


"Kau gila!" Teriak big meninju dinding untuk meluap kan emosi nya.


Angel menghampiri anye yang menangis sesunggukan, Di peluk nya erat sahabat nya ini.


Kedua gadis ini berpelukan sambil menangis, Sedang kan big masih berusaha menahan emosi di hati nya.


"Aku akan mengantar mu pulang." Big menarik tangan anye.


"Jangan uncle! Aku takut pada daddy." Hiba anye ketakutan.


Tapi big tidak peduli karena ia ingin menuntas kan masalah ini secepat nya, Karena di dalam hati big yang paling dalam. Ia mulai merasa nyaman dekat dengan anyelir.


"Tunggu uncle! Bagai mana jika aku hamil?" Anye bertanya ketika keluar ruangan.


"Itu urusan mu." Jawab big tanpa dosa.


Zizi yang sedang duduk bersantai pun keheranan ketika melihat big menarik anye secara paksa, Ia mendekat untuk bertanya.


"Ada apa ini sayang?" Tanya zizi.


"Aku akan jelas kan nanti." Jawab big.


"Uncle pria itu selingkuhan nya zizi, Mereka berdua tadi melakukan persetubuhan." Anye menunjuk leon yang tanpa takut mendekati mereka.


"Apa yang kau katakan anyelir! Dia itu sepupu ku." Zizi menjawab cepat.


"Kau bohong." Teriak anye.


"Siapa dia?" Leon dengan santai merangkul pundak zizi.


"Lihat dia uncle! Pria itu pacar zizi dan aku punya bukti nya." Anye tetap bersikeras.


"Selain suka menjual tubuh mu, Ternyata kau juga suka memfitnah orang." Big berkata dengan tega.


Mata anyelir tidak berkedip menatap big usai suami nya ini berkata dengan tega, Bahkan air mata anye menetes tanpa permisi.


"Kau bilang aku menjual tubuh?" Tanya anye tidak percaya.


"Kau jual diri?! Dengan siapa kau melakukan nya?" Zizi terkejut sambil tersenyum mengejek.


"Diam kau binatang!"


Anye mendorong zizi yang mendekati nya, Tentu saja big semakin emosi pada anyelir karena sudah mendorong zizi.


"Sayang kau tidak apa apa?!" Panik big memeluk zizi.


"Dia jahat sekali sayang." Adu zizi merengek manja.


"Diam kau shibal!"


Plakk.


Anyelir berhasil menampar mulut zizi yang di kerucut kan biar terlihat imut, Umpatan korea nya pun muncul.

__ADS_1


"Berhenti membuat masalah anyelir!" Bentak big.


Usai menduduk kan zizi di sofa, Big langsung menyeret anye keluar dari mansion dan memasukan nya kedalam mobil secara paksa.


__ADS_2