
Sepulang dari luar bersama juno, Anye langsung di introgasi oleh orang tua nya. Namun mereka jalur berbeda tentang hal ini.
Jasson yang lebih memilih big, Dan bianca yang lebih suka jika juno menjadi menantu nya.
"Cuma jalan saja dad sama makan." Jawab anye.
"Sungguh? Tidak ada hal lain nya." Desak jasson ingin tahu acara mereka tadi.
"Lagian daddy kok kepo sekali sama urusan anye, Yang penting kan juno pria baik dan tidak akan berbuat macam macam." Ujar bianca.
"Tahu dari mana jika juno tidak akan macam macam?" Jasson melirik istri nya.
"Bisa di lihat langsung jika juno anak yang baik, Tidak seperti dia." Sindir bianca pada pilihan suami nya.
Pusing anye mendengar kan keributan orang tua nya, Tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.
"Menurut kamu lebih baik mana big sama juno nye?" Tanya bianca.
"Sama sama baik, Hanya saja juno belum pernah menyakiti perasaan anye." Jawab anyelir.
__ADS_1
"Baru hanya nye! Kita tidak tahu kedepan nya." Tukas jasson.
"Kenapa kamu malah berharap anak mu di sakiti sih?!" Kesal bianca.
"Ya kan kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti." Jawab jasson.
"Pokok nya aku lebih suka juno." Tegas bianca.
"Enggak bisa! Hanya big yang harus bersama anye, Karena ada seina juga dalam hidup mereka." Kekeh jasson.
Anye menatap daddy nya tidak suka karena mengucap kan ada seina yang seolah mereka harus bersama lagi dengan big, Jujur saja anye sudah melupa kan big dengan seiring nya waktu.
"Banyak wanita yang punya suami baru meski pun punya anak dari suami pertama dad! Seina bukan alasan untuk anye kembali bersama big." Ujar anyelir.
"Jangan gunakan seina terus dad! Tanpa big selama ini aku bisa membesar kan seina." Teriak anyelir hilang kendali.
"Anyelir."
Bianca mendekati putri nya yang tampak kalap, Tampak jelas jika anye tidak akan mau kembali bersama big lagi.
__ADS_1
"Bukan cuma kamu yang membesar kan seina nye, Daddy juga ikut serta." Sahut jasson masih tak mau kalah.
"Daddy memang ikut membesar kan seina! Namun apa daddy juga ikut merasakan kesedihan ku yang menangis setiap malam karena merasa sendiri? Aku menangis karena membayang kan nasib putri ku yang begitu lahir tidak di sambut oleh ayah nya!" Ucap anyelir.
Terdiam jasson karena merasa bersalah sudah mengungkit luka putri nya, Langsung terbayang di mata jasson bagai mana anye masuk ruang operasi tanpa di dampingi suami seperti perempuan lain nya.
"Yah ini memang salah ku karena aku sendiri lah yang melempar kan diri keranjang big." Sengit anye berlari masuk kamar.
"Anyelir bukan begitu maksud daddy sayang." Jasson berteriak memanggil putri nya.
Namun anye sama sekali tidak memdengar kan, Ia sudah masuk kamar dan jasson kini merasa bersalah.
"Apa lihat lihat?!" Sentak bianca pada jasson yang menatap nya.
"Kamu juga marah pada ku mom?" Tanya jasson memdekati istri nya.
"Jangan pegang aku! Sana daddy pergi saja kerumah big." Usir bianca.
"Ya jangan dong mom."
__ADS_1
"Aku kalau tidak mikir kualat, Sudah ku taboki mulut mu itu jasson dengan sandal ku ini." Geram bianca.
Jasson menjauh karena bianca terlihat sangat geregetan, Bisa bisa ia beneran di gaplok oleh istri nya.