Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Melahirkan


__ADS_3

Zizi melihat mark yang sudah menunggu di meja makan pun langsung melancar kan aksi nya lagi, Keserakahan menguasai jiwa wanita ini.


"Terima kasih." Mark mengambil teh yang zizi berikan.


"Minum lah selagi hangat yah." Ujar zizi yang tidak sabar.


"Masih panas sayang, Nanti lidah ayah melepuh." Big yang menyahut.


Mark melambai kan tangan kearah big agar anak nya diam, Ia pun mengambil cangkir dan meminum air teh tersebut.


"Eemm ini sangat nikmat." Puji mark membuat big tersenyum senang.


"Sangking nikmat nya kau langsung bisa pergi keneraka bajingan tua." Batin zizi sangat puas karena berhasil.


"Uhuk, Hueek."


Mark jatuh dari kursi sambil memuntah kan teh yang tadi ia telan, Wajah nya memucat dan tubuh nya menggigil.


"Ayah!"


Big panik melihat ayah nya yang jatuh kelantai , Langsung saja big memangku kepala mark.


"Panggil dokter!" Teriak big.


Maid berlari memanggil dokter pribadi, Sedang kan zizi ketakutan jika dokter sampai mengatakan jika mark keracunan.


"Seperti nya tuan keracunan." Ujar dokter prans.


"Keracunan?!" Kaget big.


"Meski bukan racun berbahaya, Tapi ini bisa membuat tuan besar lemas dan juga diare." Jelas dokter prans usai memeriksa.


"Bagai mana bisa ayah keracunan? Siapa yang melakukan nya?!" Geram big.


Zizi takut bukan main ketika melihat amarah big, Hanya bisa diam dan memegangi perut nya yang buncit.


"Ayah keracunan saat minum teh buatan istrimu! Ku rasa dia pelaku nya." Cetus berliana.


"Tidak mungkin kak! Kenapa kau jahat padaku." Teriak zizi.


Plaak.


Terjatuh zizi karena tamparan berliana yang sangat keras, Bahkan sudut bibir nya berdarah.


"Apa apaan kau kak?!" Teriak big mendorong berliana.


"Apa kau gila big?! Sudah jelas jika dia yang meracuni ayah." Balas berliana.


"Kau yang gila! Punya bukti apa kau sehingga bisa menuduh istriku." Kesal big.


"CCTV kan ada!" Berliana berkata sambil melipat tangan nya di dada.


Mendengar hal itu zizi sangat ketakutan dan panik, Tiba tiba ia merasakan perut nya yang sakit luar biasa.


"Perut ku sakit sekali." Rintih zizi dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Ada apa sayang?" Panik big.


"Seperti nya aku mau melahir kan! Ooh perut ku sakit." Rintih zizi.


"Jangan menghindar kau iblis! Aku tahu kau hanya pura pura." Sentak berliana menarik rambut zizi.


"Aarrkhhh!"


"Lepas kan dia kak! Jangan gila kau." Big menghempas kan kakak nya.


"Sadar lah big ku mohon! Kenapa kau buta oleh wanita ini." Geram berliana.


"Kenapa kau tidak bertanya pada adam?! Bukan kah dia juga menggilai mu meski dia punya istri." Big melontar kan ucapan yang menyakit kan untuk berliana.


"Hei big!"


Mark bangun karena tidak terima dengan ucapan big yang merendah kan kakak nya, Namum big tidak mendengar kan dan memilih pergi membawa istri nya kerumah sakit.


"Tahan ya sayang, Sebentar lagi kita sampai." Ujar big dalam mobil.


"Sakit sekali perut ku big." Rintih zizi.


"Anak papa jangan siksa mama ya nak." Big mengusap usap perut zizi.


Hati zizi tersentuh dengan sikap big yang baik pada nya dan juga sangat mencintai dengan tulus, Sedang kan leon pemilik benih tidak pernah mengusap perut nya seperti ini.


"Aduuhh sakit lagi." Zizi kembali kesakitan saat kontraksi nya datang.


"Sabar ya sayang." Dengan telaten big mengusap usap punggung dan juga perut zizi.


Lima bulan kemudian.


Bianca dan juga jasson menunggu dengan perasaan tidak karuan di depan ruang operasi, Kini putri mereka sedang berjuang untuk melahir kan anak nya.


"Berdoa mom." Jasson mengusap pundak istri nya.


"Aku takut sekali." Lirih bianca.


Di dalam sana anye di temani dengan angel, Karena itu lah yang gadis ini ingin kan. Hanya angel yang ia butuh kan.


"Astaga aku ingin sekali masuk kedalam, Kenapa bocah itu tidak mau ku temani." Kesal bianca.


"Anye tau mom kalau kamu tidak akan kuat melihat nya di bedah." Ujar jasson.


"Ck, Tidak tahu dia kalau mommy nya pensiunan dokter." Rutuk bianca.


"Tau lah sayang, Apa kamu tega melihat perut anak mu di belah?" Tanya jasson.


Bianca terdiam karena memang ia tidak akan tega melihat pemandangan itu, Yang bisa ia lakukan hanya menunggu sambil berdoa.


Tak lama dokter keluar dengan perawat yang mendorong box bayi, Hanya tinggal satu suster yang ada di dalam.


"Ooh dia cucuku." Girang jasson mengintip bayi mungil itu.


"Bagai mana keadaan putriku dokter?" Tanya bianca.

__ADS_1


"Syukur semua selamat nyonya, Kita akan memindah kan nona anye keruang rawat dulu." Jawab dokter.


"Terima kasih tuhan." Ujar bianca.


Anye yang tidak di bius total pun tersenyum ketika melewati mommy nya, Air mata bianca jatuh begitu saja melihat wajah pucat putri nya.


"Silah kan istirahat dulu nona, Nanti dokter akan kemari untuk memeriksa anda." Ujar perawat.


"Terima kasih sus." Bianca yang menjawab.


Sedang kan di sofa angel terduduk lemas bagai kan tidak punya tenaga, Pandangan nya buram sekaligus berkunang kunang.


"Aku tidak akan melahir kan secara cesar." Batin angel.


Bayangan perut anye yang buncit dan di belah membuat angel mual dan juga ketakutan, Apa lagi saat melihat bayi kecil itu di angkat keluar.


"Kamu kenapa ngel?" Tanya bianca mendekati setelah anye tertidur.


"Aku takut sekali mom." Adu angel langsung memeluk bianca.


"Itu lah perjuangan seorang ibu nak, Maka jangan sesekali melawan ibu." Nasihat bianca.


"Tapi kan angel memang tidak punya ibu sejak lahir." Cetus angela.


"Eeh iya ya." Bianca malu sendiri.


Hampir satu jam anye tertidur dan kemudian bangun karena merasakan perut nya pedih dan juga sangat sakit, Jangan kan untuk duduk. Bangun saja anye tidak sanggup.


"Mommy!"


Bianca yang juga ikut tertidur memeluk angel pun kaget karena teriakan putri nya, Bahkan anye sudah menangis.


"Kenapa sayang?"


"Perut ku sakit sekali mom." Isak anye memegang bekas sayatan.


Langsung saja bianca menekan tombol di atas kepala anye, Dokter pun datang dengan perawat.


"Itu wajar nyonya karena bius nya sudah hilang." Jelas dokter.


"Berapa lama dia akan kesakitan dok?" Tanya bianca sangat cemas.


"Tidak akan lama, Nanti juga akan hilang." Jawab dokter.


Bianca yang juga paham dengan kedokteran pun hanya menangguk, Tak lama bayi mungil di bawa suster untuk meminum asi pertama.


"Buka baju nya sayang." Pinta bianca.


"Aduhh sakit sekali untuk duduk." Keluh anyelir.


"Yang kuat dong nye, Kamu pasti bisa dan kuat sebagai ibu." Angel memberi semangat untuk sahabat nya.


Meski sakit yang sangat perih, Anye berusaha menahan nya dan membuka kancing baju untuk memberi asi putri nya.


"Kenapa kamu sangat mirip dia?" Batin anye ketika melihat bayi cantik nya.

__ADS_1


Susah payah anye memberi asi karena asi nya juga belum keluar, Rasa sakit anye seolah hilang ketika melihat wajah cantik yang mirip seseorang ini.


__ADS_2