Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Pengen gendong


__ADS_3

Anye yang sebenar nya ingin bersenang senang terpaksa harus mengurung kan niat nya, Kini mereka menuju mansion mark dawson.


Sudah beberapa kali mark ingin bertemu dengan anye dan juga seina, Tapi anye memang selalu menolak permintaan mark. Hing,hingga sekarang mark jatuh sakit dan anye pun terpaksa datang menemui nya.


"Terus bersembunyi itu pertanda kau belum bisa move on dari ayah! Lagi pula kan kita hanya menemu grandpa saja." Ucap angel ketika sudah tiba di depan mansion.


"Seina manggil grandpa apa ya?" Tanya anye kebingungan.


"Ya grandpa lah, Kan dia cucu nya." Jawab angel.


Setelah menghelai nafas panjang, Anye turun dari mobil sambil menggendong putri cantik nya.


"Grandpa ada di mana?" Tanya angel pada maid.


"Tuan besar ada di kamar nya nona." Jawab maid.


Angel langsung menuju kamar mark di lantai atas, Anye masih ragu untuk melangkah karena takut bertemu dengan big.


"Malam grandpa." Sapa angel yang masuk duluan.


"Angel masuk sini nak." Ajak mark menepuk ranjang nya.


"Cuma angel saja yang di ajak! Aku tidak." Rajuk anye tiba tiba muncul.


Mark tercengang ketika melihat anye menggendong anak yang cantik berambut hitam, Mata nya yang bulat saat menatap mark.


"Grandpa mau kemana?" Angel membantu mark bangun.


"Aah cucuku cantik sekali." Mark mengelus tangan seina.


"Terima kasih grandpa." Anye meniru kan suara anak kecil.


"Ayo pangku sama grandpa, Kalau gendong takut tidak kuat." Ujar mark ingin memegang cucu nya.


Anye menaruh seina di atas pangkuan mark yang duduk di ranjang, Bayi cantik itu tersenyum dengan iler di sudut bibir nya.


"Siapa nama nya sayang grandpa ini?" Mark bertanya sambil menciumi pipi seina.


"Seina grandpa." Jawab anye.


"Grandpa sudah lama ingin bertemu sama seina, Tapi mama kamu tidak kunjung datang." Mark berbicara pada seina namun menyindir anyelir.


"Jadwal kuliah anye padat grandpa, Jadi tidak sempat." Sahut anyelir mendekat dan memijat pundak mark.


"Grandpa ini sudah tua dan penyakitan, Jadi sering lah datang kemari ya seina." Pinta mark.


"Ta taata."


Seina menunjuk mata mark yang basah, Tersenyum senang mark dengan kehadiran cucu cantik nya ini.

__ADS_1


"Ayah mau makan apa?"


Tiba tiba big masuk menanyakan mark ingin makan apa, Suasana langsung canggung di antara anye dan big.


"Nanti saja ayah makan nya." Sahut mark.


Big tidak lagi peduli dengan jawaban mark, Kini ia fokus menatap bayi cantik yang ada di pangkuan ayah nya.


"Dia putriku? Biar kan aku menggendong nya yah." Pinta big pada mark.


"Heiis! Kau harus izin dulu dengan mama nya." Mark menepis tangan big.


"Jangan sentuh putriku! Satu hal yang harus kau ingat, Jangan sebut seina itu putrimu!" Tegas anye menghadang big.


"Dia juga anak ku nye, Kita membuat nya bersama sama." Ucap big.


"Uhuk!"


Mark dan angel tersedak dengan ucapan big, Sedang akan anye merah padam karena kaget dengan pria yang ada di hadapan nya ini.


"Grandpa kami harus pulang sekarang, Lain kali anye akan datang membawa seina lagi." Anye mengambil putri nya dari pangkuan mark.


"Jangan gitu dong nye! Dia anak ku juga." Teriak big mengejar anye.


"Bisa nya mulut mu itu mengatakan dia anak mu! Kau dulu bahkan dengan tega akan membunuh nya big dawson." Sentak anyelir sangat marah.


"Maaf kan aku nye, Tolong izin kan aku memeluk nya sebentar saja." Pinta big.


Anye tetap menolak permintaan big, Mereka terlibat adu mulut. Sedang kan angel yang ingin menyusul terhalang mark yang tiba tiba sakit kepala.


"Apa yang kau lakukan big?!" Jerit anyelir kaget.


Big mendorong anye bersama seina masuk kedalam kamar nya, Cekatan big mengunci kamar pribadi nya.


"Kau mau apa sih big?!" Anye mulai ketakutan karena tidak ada yang menolong nya.


"Aku hanya ingin menggendong seina sebentar saja nye." Pinta big semakin mendekat.


"Kenapa kau tidak tahu malu sekali sialan?! Aku tidak menyangka jika kau sangat pecundang seperti ini." Bentak anyelir.


Big tersinggung karena di katakan pecundang oleh anyelir, Satu kali lompatan ia berhasil meraih pinggang anye.


"Lepas kan aku biadap!" Teriak anyelir.


"Kau bilang aku pecundang?" Big merapat kan tubuh nya.


"Yah karena kau memang pecundang." Jawab anye.


"Tapi kau mencintai pecundang ini anyelir." Bisik big.

__ADS_1


"Memang aku sempat bodoh karena pernah mencintai mu." Kesal anye karena big semakin erat memeluk nya.


"Ana akit ina."


Seina mulai mengoceh karena tubuh mungil terhimpit big yang memeluk anyelir, Big menatap seina yang ada di pelukan anye.


"Dia bilang sakit big, Kenapa kau tidak menjauh?!" Kesal anye berusaha lepas.


"Oohh seina sakit ya sayang?" Big sedikit membungkuk.


"Akit nini."


Seina menunjuk lengan nya yang tadi terhimpit, Memang lengan seina agak kemerahan.


"Maaf kan papa ya sayang." Big mencium lengan putri nya.


"Heiissh tidak tau malu sekali kau ingin di panggil papa!" Anye mengejek big sangking dongkol nya.


"Wajar dong kan aku papa nya." Big masih menatap seina.


"Awas! Mual aku berlama lama dengan pria busuk seperti mu." Anye mendorong big menjauh.


"Sungguh mual? Bukan kah kau sangat suka mencium aroma ku." Big menggoda anyelir.


"Cih! Di tinggal istri mu kau jadi agak gila ternyata." Sinis anye menendangi pintu yang di kunci.


"Sampai kaki mu lepas pun pintu itu tidak akan terbuka." Ujar big malah duduk di sofa menyilang kan kaki.


"Agak nya kau ingin patah tangan lagi ya big." Ancam anyelir.


Big tidak menyahut ucapan anyelir, Dia masih saja tidak melepas kan pandangan nya dari seina yang juga menatap diri nya.


"Apa mau mu sih big?!" Kesal anyelir.


"Aku ingin gendong putriku nye, Baru nanti aku akan membuka pintu untuk kalian." Sahut big.


Ingin rasa nya anye meninju wajah big jika ia punya ketrampilan seperti angela yang sangat jago berkelahi, Namun apa daya dia yang tidak bisa apa apa.


"Lima menit." Ketus anyelir memberi waktu.


Big langsung mendekat dan mengambil seina dari pelukan anyelir, Seina pun mengambil uluran tangan ayah nya.


"Seina saja mau kok ya sama papa." Ujar big girang.


"Aissh tidak perlu seina memanggil mu papa." Larang anyelir.


"Jadi mau nya apa? Kan seina manggil kamu mama nye." Ujar big.


Anye mendekati big dengan tatapan tajam, Big yang tidak merasa berdosa malah tersenyum manis.

__ADS_1


"Jangan bertingkah seolah kita suami istri yang bahagia! Perlu kau ingat jika anak ini dulu tidak kau harap kan." Kecam anyelir.


Big terdiam karena ucapan anye benar, Ia memang pria yang sangat tidak tahu diri dan malah bertingkah.


__ADS_2