
Ulang tahun seina.
Di usia nya yang kedua tahun, Seina bisa meraya kan dengan keluarga yang lengkap. Karena big bisa datang menemui dan mengucap kan selamat ulang tahun.
"Semoga panjang umur sehat selalu ya sayang, Ini kado dari mama." Anye memberikan bingkisan berwarna pink.
"Maacih mama." Girang seina yang rambut nya di kuncir dua.
"Anak papa sudah besar sekarang, Semoga seina selalu sehat dan menjadi orang sukses." Doa big mencium pipi seina.
Bukan hanya dari keluarga saja yang datang, Ada juga pemuda dengan penampilan sederhana datang membawa kado di tangan nya.
"Sini mi." Anye memanggil pahmi yang berjalan dengan ragu.
"Selamat malam om tante." Sapa pahmi pada orang tua anye.
"Malam nak." Balas bianca dan jasson ramah.
"Ini anak aku yang sering aku ceritain." Beritahu anye menggendong seina.
Pahmi tersenyum menatap seina yang tampak cantik, Ia memberikan bungkusan kado nya.
"Ini dari om seina." Ujar pahmi.
"Maacih om." Sambut seina mengambil kado nya.
"Tapi aku tidak bisa membeli kado mahal nye, Maaf ya." Pahmi tidak enak karena rendah diri.
"Apaan sih kamu mi, Aku terima kasih malahan sama kamu karena udah repot repot beli kado buat seina." Sahut anye.
"Enggak repot kok nye, Tapi ya cuman tidak mahal." Ujar pahmi.
"Mahal atau murah itu tergantung dari orang nya nak, Yang penting hati kita ihklas saat memberi." Nasihat bianca.
"Iya tante." Pahmi mengangguk sopan.
"Ajak makan dulu teman kamu nye." Suruh jasson.
Anye menurun kan seina dari gendongan, Ia mengajak pahmi untuk menyantap hidangan yang telah mereka siap kan.
"Kamu ternyata kaya banget nye." Ucap pahmi kagum.
"Bisa saja kau itu." Anye malu sendiri.
"Tapi kamu emang tidak malu temanan sama aku gini nye?" Tanya pahmi mengambil makanan yang anye ambil kan di piring.
"Emang kamu kenapa?" Anye balik bertanya dan duduk di sebelah pahmi.
"Aku miskin nye." Jawab pahmi sedikit tergelak.
Pahmi mendapat tepukan di pundak nya dari anyelir, Mereka tertawa sambil bercerita seputar keluarga ini.
Sedang kan di ujung sana ada pria yang menatap tidak suka, Hati nya terbakar karena anye akrab dengan pria lain.
__ADS_1
********
"Siapa pria tadi anyelir?!" Tanya big ketika semua sudah pulang.
"Aduh bikin kaget saja sih kau ini." Anye terlonjak kaget.
Big mendekati anyelir di depan teras mansion, Hanya tinggal ia sendiri yang belum pulang karena alasan masih rindu seina! Namun nyata nya big hanga ingin menanyakan soal pahmi.
"Jawab aku nye! Siapa pemuda itu?" Desak big.
"Apa itu ada urusan nya dengan mu?!" Tanya anye balik.
"Tentu saja itu urusan ku." Balas big.
"Kenapa menjadi urusan mu?! Kau tidak ada hubungan apa pun dengan ku!" Bentak anyelir.
Big sedikit gelagapan karena memang benar jika ia tidak punya hak untuk melarang anye bersama siapa pun, Karena big bukan siapa siapa dalam hidup anye.
Bahkan big juga tidak tahu apa kah anye masih mencintai nya, Atau sudah melupa kan cinta untuk diri nya.
"Teman ku tidak ada hubungan nya dengan mu! Jadi kau tidak perlu mau tahu dengan siapa aku berteman." Sinis anyelir.
"Dia itu pemuda miskin nye! Bisa saja dia hanya ingin mengeruk harta mu." Ucap big.
"Kau berkata begitu karena belajar dari masa lalu ya? Tidak semua orang itu sama seperti wanita yang kau cintai itu." Geram anyelir.
"Kau itu mama dari anak ku nye, Aku tidak mau jika kau sampai tertipu oleh orang seperti dia." Big memelan kan suara nya.
"Anyelir!"
Anye tidak mendengar kan panggilan dari big lagi, Ia masuk kedalam dengan hati yang sangat kesal.
"Kau cemburu?!"
"Tuan jasson!"
Big kaget karena tiba tiba saja jasson muncul layak nya hantu, Bisa saja jasson sudah mendengar kan obrolan mereka.
"Jawab aku big." Ucap jasson.
"Tidak tuan, Aku hanya khawatir dengan orang yang mendekati anye." Elak big.
"Kalau masalah itu kau tidak usah takut! Pahmi itu anak yang baik dan juga perhatian, Aku sudah menyelidiki kehidupan nya." Ujar jasson.
"Anda memuji dia?" Big melirik jasson tidak senang.
"Tentu saja! Aku bahkan berencana untuk mempekerjakan pahmi di perusahaan saat nanti dia sudah lulus." Jawab jasson membuat big makin panas.
"Anda tidak boleh begitu tuan jasson!" Larang big.
"Kenapa memang nya? Kan itu perusahaan ku! Kenapa kau yang melarang." Heran jasson seolah tidak paham.
Big sangat kesal dengan jasson juga, Ia langsung pergi dengan hati yang sangat kesal.
__ADS_1
...****************...
Pahmi yang mendapat telpon dari anye kini sedang menunggu di depan gerbang mansion, Semalam anye memaksa nya untuk menjemput diri nya.
"Aku takut sama bodguard kamu sebenar nya nye." Keluh pahmi ketika sang bodyguard mengawasi.
Tak lama anye datang dengan di antar mobil dari depan mansion karena jarak nya yang lumayan jauh dari gerbang, Anye langsung turun dari mobil.
"Lama ya nunggu aku?" Tanya anye datang menghampiri.
"Sepuluh menit lah nye." Jawab pahmi memberikan helm.
"Motor kamu ganti ya?" Anye melihat motor pahmi.
"Ini motor punya sepupu aku, Motor aku lagi rusak." Jawab pahmi.
"Aku naik ya."
Anye duduk di jok dan langsung berpegangan, Pahmi melajukan motor nya hati hati karena takut jika sampai jatuh.
"Kenapa kamu tidak bawa mobil nye?" Tanya pahmi sedikit berteriak.
"Aku pengen naik motor." Jawab anye.
"Emang enggak pernah naik motor?" Heran pahmi.
"Pernah lah sama angela, Tapi dia kalau bawa motor kayak mau ketemuan sama malaikat." Jawab anye.
Pahmi tertawa mendengar ucapan anye, Mereka memasuki kawasan kampus dengan di iringi beberapa pasang mata.
"Sialan itu si miskin." Geram romi yang merasa kalah saing lagi.
"Udah aku bilang dukun nya dia kuat." Sahut dafa.
" Apaan sih lo daf! Mana ada jaman nya dukun." Sergah romi.
Dafa tertawa melihat wajah masam nya romi, Apa lagi mereka melihat anye dan pahmi yang berbarengan masuk kedalam.
"Pahmi."
Pahmi menoleh karena merasa nama nya di panggil, Langkah mereka terhenti saat romi dan dafa datang menghampiri.
"Ada apa?" Tanya pahmi pelan.
"Ada yang mau gue omongi nih, Ayo kita kekantin." Ajak romi.
"Ini udah mau masuk, Kenapa kalian malah ngajak pahmi pergi?" Tanya anye bingung.
"Cuma sebentar ko nye." Sahut romi menunjukan gigi gingsul nya.
"Kamu masuk saja sana nye, Aku ada yang mau di omongin dulu." Suruh pahmi.
Pahmi paham jika mereka ingin mencari masalah dengan nya, Ia tidak mau jika anye sampai tahu akan hal itu.
__ADS_1