
Anye merasa ada yang tidak beres karena tiba tiba saja romi ingin mengajak pahmi bicara, Selama ini mereka tidak pernah bertegur sapa karena romi tidak mau berteman dengan pemuda miskin.
"Mau kemana nye?" Tanya angel ketika melihat anye buru buru pergi.
"Ayo ikut aku ngel!" Anye langsung menarik tangan angela.
Namun tempat tadi ia berpisah dengan pahmi kini sudah kosong, Tiga pemuda itu tidak tampak lagi batang hidung nya.
"Cari siapa nye?!" Angel menarik kembali tangan nya.
"Pahmi, Dia tadi di ajak pergi sama romi." Sahut anye merogoh ponsel nya di saku.
Panggilan anye tidak di jawab oleh pahmi, Semakin takut anye jika romi sampai membuat celaka si pahmi.
"Kebelakang gedung mungkin mereka." Ujar angel berlari.
Anye ikut mengejar angel yang lari nya sangat cepat, Berbeda dengan nya yang lari seperti siput.
"Kayak setan saja tu bocah." Rutuk anye ngos ngosan.
Akhir nya mereka tiba di belakang gedung yang sepi, Tempat ini adalah favorit para pembully.
"Tidak ada." Gumam anye memandang sekeliling.
"Di sana!"
Di dekat pagar fakultas mereka, Pahmi susah payah berdiri karena habis di keroyok oleh beberapa orang.
"Pahmi kamu kenapa?!" Teriak anye membantu nya berdiri.
"Lepas kan aku anyelir." Pahmi tidak mau di sentuh anye.
"Keapa kamu bisa gini mi? Apa ini perbuatan romi." Tanya anyelir.
"Mereka menghajar mu?" Tanya angela mendekat.
Pahmi menghelai nafas sambil memegang dada nya yang sesak karena di tendangi tadi, Darah segar juga mengucur dari pelipis pahmi.
"Tidak! Kami tadi hanya latihan saja." Dusta pahmi.
"Tapi ini bukan tempat latihan." Ujar anyelir.
"Kami bosan latihan di gedung, Jadi sekalian cari udara segar." Pahmi memberi alasan.
Meski pun dua gadis ini tidak percaya dengan apa yang pahmi ucap kan, Namun mereka memilih diam saja.
Angel juga langsung pergi meninggal kan anye dan pahmi, Entah kenapa ia tidak seberapa suka dengan pemuda ini.
"Ayo aku bantu." Ajak anye.
Pahmi menggeleng sambil melambai kan tangan nya, Pertanda ia tidak ingin mendapat bantuan.
"Kamu kenapa sih mi?!" Heran anyelir.
"Aku? Tidak apa apa kok nye." Jawab pahmi membenar kan kemeja nya.
"Jangan bohong kamu! Mereka ngancam kamu kan biar tidak temenan sama aku lagi." Tuduh anyelir.
__ADS_1
"Enggak nye!" Elak pahmi membuang muka.
Bukk.
"Aduhh!"
Pahmi meringis karena perut nya di tinju oleh anyelir, Dengan paksa anye menarik tangan pahmi dan membantu nya berjalan.
"Mau kemana kita nye? Kelas kita di sana!" Pahmi keheranan.
"Udah diem." Bentak anyelir.
Romi yang di ujung lorong menatap penuh kemarahan kepada pahmi, Ternyata mereka masih saja terus bersama dan pahmi tidak mengindah kan peringatan nya.
"Kemana sih kita nye?!" Pahmi kebingungan karena di masuk kan mobil.
"Kerumah sakit." Jawab anye singkat.
"Ngapain kita kerumah sakit?! Lagian ini mobil siapa nye?" Pahmi tidak tahu jika bodguard anye tadi mengikuti mereka.
"Kamu kan luka parah!" Jawab anye.
"Enggak kok nye! Aku tidak punya uang untuk membayar biaya nya." Pahmi ingin keluar dari mobil.
"Aku yang membayar nya nanti mi, Udah diem saja." Kesal anye.
"Aku tidak mau menerima apa pun dari kamu anyelir! Mereka akan terus saja menghina ku." Pahmi meninggi kan suara nya.
Anye mememukul stir karena kesal nya saat ini, Pahmi pun diam juga berusaha menghilang kan rasa kesal di hati nya.
"Luka kamu banyak banget mi, Kamu begitu juga karena aku." Ujar anye merasa bersalah.
"Tolong ngerti ya anyelir, Ayo kita masuk sekarang." Tegas pahmi.
Melihat ketegasan pahmi, Anye pun menurut dan turun dari mobil. Pahmi juga ikut turun meski jalan nya pincang.
"Maaf ya mi karena aku kamu jadi luka kayak gini." Anye merasa bersalah.
"Tidak apa apa nye." Pahmi tersenyum.
"Apa kamu jadi tidak mau lagi berteman sama aku?" Anye takut jika pahmi menjahi nya.
"Tentu saja aku mau, Kenapa aku harus menjauh dari gadis secantik kamu." Ujar pahmi menggombal.
Anye tertawa mendengar ucapan pahmi, Jauh di dalam hati nya ia suka ucapan pahmi walau pun hanya gurauan.
"Tapi aku bukan gadis." Jawab anye.
"Loh kok jadi bahas status." Heran pahmi.
"Kan tadi kamu bilang aku gadis, Sedang kan aku udah punya anak satu." Sahut anye.
"Enggak pa pa, Aku tidak masalah." Ujar pahmi pelan.
Anye pura pura tidak dengar dengan ucapan pahmi, Ia malu untuk menjawab apa karena ia juga tidak paham dengan dunia percintaan.
...****************...
__ADS_1
Big yang mendapat laporan dari angel jika anye memang dekat dengan seorang pria, Dan pria itu juga big sudah pernah melihat nya.
"Aku tidak mau lagi memberi informasi." Ujar angel.
"Bener? Besok ayah ada janji sama anzel loh." Pancing big.
"Sungguh?! Wah aku mau ikut lah." Girang angela.
Big tersenyum karena pancingan nya mendapat ikan, Sebenar nya angel tidak melakukan hal jahat. Ia hanya memberi informasi, Jujur saja ia ingin jika anye dan big kembali bersama.
"Terus gimana anye sama pahmi nya?" Tanya big.
"Pahmi di hajar sama romi karena berani mendekati anyelir." Lapor angel.
"Romi? Dari keluarga mana dia?" Tanya big penasaran.
"Kloper."
"Apa masih bersaudara sama wanita itu?" Gumam big.
"Seperti nya iya, Aku pernah melihat dia pergi bersama mendusa." Jawab angel.
"Namun adik dia kan hanya marco." Ujar big.
"Ya mana kita tahu ayah! Memang nya ayah kenal dia luar dalam." Rutuk angel.
Big melirik putri nya yang sangat sensitif sejak tadi di ajak bicara, Entah karena pusing memikir kan mata kuliah. Atau pusing karena rindu pada anzel.
"Udah ya, Angel mau pergi dulu." Pamit angela menyandang ransel.
"Kamu ada misi?" Tanya big.
Tidak ada jawaban dari angel, Gadis itu telah pergi dan suara knalpot nya pun sudah terdengar menjauh.
"Ada apa?" Anye menyahut dari seberang telepon.
"Hhm aku mau melihat seina, Ada yang mau di pesan tidak?" Tawar big memberi alasan
"Enggak usah, Aku lagi di luar juga sekarang." Tolak anye.
"Kamu lagi di luar! Sama siapa?" Tanya big kaget.
"Sama pahmi." Jawab anye singkat.
Usai itu sambungan telepon pun terputus karena anye memutus kan nya, Ia yang sedang makan pun bersungut kesal.
"Marah terus kamu nye." Pahmi tertawa melihat wajah kesal anyelir.
"Udah di kasih izin ketemu seina masih saja bertingkah." Geram anye.
"Barang kali ingin bertemu mama seina." Goda pahmi.
"Apaan! Aku malas lihat dia." Sahut anyelir.
"Aahh yang bener, Emang udah enggak cinta lagi?" Pahmi bertanya pelan.
Anye menggeleng walau sempat ragu, Karena jujur saja masih ada rasa sedikit di hati nya untuk big! Karena rasa itu pula lah kadang anye membenci diri nya sendiri.
__ADS_1