Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku

Mencintai Ayah Angkat Sahabat Ku
Ayam goreng


__ADS_3

Hampir satu jam baru lah mark sadar dari pingsan nya, Big yang menunggui nya pun langsung mendekat kearah sang ayah.


"Ayah ingin bertemu anye big." Pinta mark pelan.


"Nanti ya ayah, Sekarang kan sudah hampir malam." Sahut big yang tidak mungkin meminta anye datang.


"Angelaaa!"


Mark berteriak memanggil cucu nya, Karena ia tahu bahwa big menolak permintaan nya untuk bertemu anyelir.


"Jangan begini dong yah, Kan ada zizi juga." Bujuk big.


"Zizi?! Apa yang pernah istrimu lakukan untuk ayah? Apa pernah dia merawat ku." Kesal mark.


"Dia begitu karena ayah memasang tembok di antara kalian berdua! Hargai lah perasaan istriku yah." Ujar big.


"Apa maksud mu menghargai?!" Tanya mark menatap tajam.


Zizi yang ada di sana hanya bisa diam menahan kesal di hati nya, Ingin sekali zizi menghabisi nyawa pria tua ini.


"Anye itu sudah merusak rumah tangga ku yah, Bagai mana mungkin zizi tidak sakit hati jika ia datang lagi kesini." Desis big.


"Ini mansion ku big! Terserah aku mau mengundang siapa pun." Sentak mark.


"Kenapa ayah sangat keras kepala? Jika ayah tidak bisa menghargai zizi aku akan pindah." Ancam big.


"Silah kan! Aku tidak melarang mu." Tantang mark.


Zizi yang kalang kabut karena takut pindah dari mansion megah ini, Ia tidak mau jika harus tinggal di apartement.


"Sayang jangan marah pada ayah, Turuti saja permintaan nya." Ucap zizi menyentuh lengan big.


"Tapi aku tidak mau kamu sakit hati zi." Sahut big.


"Aku baik baik saja sayang." Jawab zizi menunduk sedih.


"Lihat lah menantu mu ini yah! Dia rela mengabai kan sakit hati nya karena permintaan mu." Kesal big.


Mark hanya menatap sinis kearah zizi, Karena sesungguh nya pria ini sudah tahu jika wanita ini bukan orang baik. Namun big tidak akan pedulu pada perkataan nya.


"Grandpa tadi memanggil ku?" Angel masuk kedalam.


"Iya nak, Tolong kamu ajak anye datang kesini ya." Pinta mark.


"Issh kenapa tidak dari tadi sih grandpa, Aku baru saja pulang dari rumah nya." Ucap angela.


"Ya kan tidak tau ngel." Ujar mark.


"Biar aku telpon saja dia, Nanti dijemput sama supir." Ujar big merogoh ponsel nya.

__ADS_1


"Apa ayah yakin jika anye akan menjawab panggilan dari mu?!" Tanya angel setengah mengejek.


Big terdiam oleh ucapan angela, Tidak mungkin memang anye mau menjawab panggilan dari nya. Saat itu pula big sadar jika ia sudah di blokir oleh anyelir.


"Biar ku jemput dia." Putus big akhir nya.


Entah lupa atau bagai mana, Big langsung pergi tanpa menoleh lagi pada zizi. Jika tidak mengingat nama baik nya, Mungkin zizi akan langsung mengejar dan mencegah kepergian suami nya.


"Meski kau tidak melarang nya, Aku tetap tidak peduli pada mu!" Ketus mark tahu isi hati menantu nya.


"Maksud ayah apa? Aku sama sekali tidak marah kok." Ucap zizi lembut.


"Grandpa istirahat saja dulu ya, Jangan banyak bicara pada lalat yang berterbangan." Sindir angela.


"Aku sekarang ibu mu juga angela, Tolong sopan lah padaku." Peringat zizi.


Namun angel sama sekali tidak menanggapi nya, Ia malah sibuk bercanda dengan mark yang terbaring lemas.


Sementara big kini sudah di hadapan anyelir, Gadis ini kaget karena tiba tiba kedatangan mantan suami nya.


"Bisakah kau ikut uncle sebentar, Grandpa sedang sakit dan ingin bertemu dengan mu." Pinta big.


"Sakit apa dia?" Tanya anye pelan.


Sesungguh nya anye merasa lemas dan mual saat ini, Sejak mencium aroma dari tubuh big. Perut anyelir bergejolak.


"Tadi ayah jatuh karena terpeleset, Sekarang kata nya rindu padamu." Jelas big.


Tidak kuat lagi anyelir menahan mual nya, Hingga ia pun memuntah kan isi perut nya yang baru saja ia makan.


"Kamu kenapa anyelir?!" Bohong jika big tidak panik saat ini.


"Menjauh dariku!" Teriak anye yang kewalahan dengan mual nya.


Serba salah big saat ini, Ia ingin menolong anye yang muntah parah. Namun anye tidak mau di sentuh.


"Pergi lah lebih dulu, Aku akan datang nanti." Ucap anye pelan.


"Tapi ayah akan marah padaku jika aku pulang tanpa mu! Ayo lah kita pergi bersama." Paksa anye.


"Aku mual mencium bau mu big!" Sentak anyelir.


"Bau apa nye?! Aku wangi kok kayak biasa nya." Big malah semakin mendekat.


Hueek, Hueek.


Meski suara muntah anye sangat keras, Namun yang keluar hanya tinggal air yang terasa sangat pahit.


"Sialan kau big!" Umpat anye bergegas menjauh.

__ADS_1


Anye langsung masuk mobil dan duduk di kursi belakang, Big yang bingung karena anye muntaj mencium bau nya.


"Aku tidak bau kok." Bingung big mencium baju nya.


"Cepetan big." Teriak anye dari jendela mobil.


"Bahkan sekarang dia tidak memanggil ku uncle ku lagi." Rutuk big.


Mobil big melaju menuju mansion mark dengan cepat, Selama perjalanan anye tetap saja menutup mulut dan hidung nya.


"Orang kok bau sekali." Rutuk anyelir menghempas kan pintu mobil saat sudah sampai mansion.


"Aku tidak bau nye! Coba lah cium lebih dekat." Ucap big membela diri.


Namun anye tidak peduli lagi, Ia lebih cepat berjalan meninggal kan big yang juga mengejar nya.


"Grandpa!"


"Anyelir sini nak." Mark melambai kan tangan nya.


Anye langsung memeluk mark yang terbaring, Ia memeriksa kepala mark yang di perban karena sempat terluka tadi.


"Hati hati dong grandpa, Kok bisa jatuh begini." Cemas anye.


"Nama nya juga udah tua nye." Jawab mark tersenyum.


"Biar pun tua tapi grandpa masih ganteng." Puji angela.


"Grandpa juga masih wangi." Timpal anyelir.


"Aku juga wangi nye, Kenapa kamu bilang aku bau." Protes big tak terima.


Angela dan anye saling tatap karena big tiba tiba nyahut, Mereka semua hanya menatap sekilas dan kembali acuh.


"Grandpa sebenar nya mau makan ayam goreng buatan mu nye." Ujar mark pelan.


"Boleh, Anye buat kan ya." Jawab anye tersenyum.


Mark mengangguk senang, Sebenar nya tadi mark memang ingin mendatangi anye kerumah nya dan ingin memakan bersama.


"Mau masak apa?" Tanya big yang ternyata mengikuti anye.


"Bisakah kau diam! Aku mual jika kau ada di sini terus." Kesal anye.


"Cuma nanya doang kok." Sahut big.


Anye menjauh dan membuka kulkas mengambil ayam untuk di bumbui dulu, Big masih saja berdiri di sana memandangi anyelir.


"Mau masak ya nye?" Tanya zizi yang baru datang.

__ADS_1


Tidak ada sahutan dari mulut gadis ini, Ia masih saja diam dan menyala kan kompor untuk memanas kan minyak.


__ADS_2